potensi tanaman kenafSebagian besar dari kita mungkin belum banyak yang mengenal tanaman kenaf. Tumbuhan bernama latin Hibiscus cannabinus L ini dikenal sebagai salah satu tanaman penghasil serat yang berkualitas. Serat tanaman kenaf biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk bahan membuat karung goni, karpet, tali, geotekstil, kerajinan tangan, bahkan sudah sering dipakai pabrikan mobil sebagai bahan baku komponen interior.

Video Praktisi

Strategi Pemasaran Konveksi Mbojo Souvenir

Melihat besarnya kegunaan serat kenaf, masyarakat Malang, Jawa Timur mulai membudidayakan tanaman kenaf untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya. Salah satunya saja seperti Bambang Prayitno yang sejak tahun 2000 silam telah melirik potensi bisnis tanaman kenaf dan membudidayakannya di lahan seluas 1.500 hektare (ha) yang tersebar di sekitar Jawa Timur dan Sulawesi.

Dari setiap 1 hektar lahan pertanian yang Ia miliki, Bambang bisa menghasilkan satu hingga tiga ton serat kenaf. Dengan harga jual kenaf yang bergantung pada harga serat internasional, saat ini pasaran serat kenaf dihargai sekitar Rp 9.000,00 hingga Rp 20.000,00 per kilogram dan jika tingkat produksi global melimpah, harga jualnya bisa jatuh di angka Rp 8.000,00 per kilogram. Sedangkan bila produksinya lagi turun, harga serat kenaf bisa melonjak hingga level Rp 25.000,00 per kg.

Rata-rata dalam sebulan, Bambang bisa menjual sekitar 100 ton serat kenaf baik dari hasil budidayanya sendiri ataupun dari hasil tampungan produksi kenaf  para petani di sekitar Jawa Timur. Dari bisnis budidaya tanaman kenaf yang Ia jalankan, setiap bulannya Bambang bisa mengantongi omzet hingga Rp 900 juta.

serat tanaman kenafSelain Bambang Prayitno, ada pula Samsul Rusli yang mencoba mengembangkan bisnis budidaya tanaman kenaf di Daerah Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan lahan pertanian seluas 20 hektar (ha), Samsul bisa menghasilkan sekitar 10 ton serat kenaf per bulan dengan harga jual yang cukup bervariasi yaitu mulai dari Rp 3.000,00-Rp 25.000,00 per kg. Alhasil, dari bisnis yang Ia jalankan, setiap bulannya Samsul bisa mengantongi omzet sekitar Rp 50 juta.

Meskipun budidaya kenaf tidak terlalu rumit, namun sampai saat ini masih sedikit petani yang tertarik membudidayakan tanaman tersebut. Padahal, kebanyakan perusahaan interior otomotif di dalam maupun di luar negeri banyak yang membutuhkan serat tanaman kenaf, sehingga tidak menutup kemungkinan bila setiap bulannya para petani tanaman kenaf bisa mengantongi omzet yang cukup besar.

Perawatannya yang cukup mudah dan masa panennya yang relatif cepat (bisa dipanen dalam waktu 3,5 bulan sejak ditanam), memberikan keuntungan tersendiri bagi para petani tanaman kenaf. Tak hanya itu saja kelebihannya, tanaman kenaf juga jarang terkena hama sehingga untuk perawatannya hanya perlu diberi pupuk urea untuk meningkatkan laju pertumbuhan tanaman.

Besarnya peluang pasar dan mudahnya perawatan tanaman, menjadikan bisnis budidaya kenaf cukup menggiurkan untuk dijalankan. Semoga informasi suburnya potensi bisnis budidaya tanaman kenaf ini memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat di Indonesia untuk mengembangkan potensi di sekitarnya sebagai peluang usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber gambar :
1. http://www.lktn.gov.my/e107_images/custom/pic-kenaf.jpg
2. http://1.bp.blogspot.com/_Yc3MlfKilCc/TUDRAYT5LiI/AAAAAAAAAyU/UBxi48TD3hM/s1600/kenaf_tree.JPG