Pamella Swalayan SupermarketKetika Anda berkunjung atau berdomisili di Kota Pelajar Yogyakarta, tentunya tidak asing lagi dengan keberadaan Pamella Swalayan (Supermarket). Sebagai salah satu supermarket terbesar di Yogyakarta, Pamella Swalayan dikenal memiliki produk lengkap, serta harga yang kompetitif. Delapan supermarket yang kini berdiri di seantero Yogyakarta menjadi salah satu bukti eksistensi Pamella Swalayan dalam persaingan bisnis ritel yang semakin merajalela dewasa ini, khususnya di kota-kota besar.

Di balik kesuksesan yang kini digenggam Pamella Swalayan, ada sosok utama yang berperan besar membangun serta mengembangkan supermarket tersebut. Adalah Ibu Hj. Noor Liesnani Pamella, ibu berusia 58 tahun tersebut merupakan sosok utama dalam keberhasilan Pamella Swalayan ‘menguasai’ bisnis ritel di Yogyakarta saat ini. Ditemui tim liputan bisnisUKM di kantornya (Pamella Swalayan I) Yogyakarta, Senin (25/3), istri dari Bapak Sunardi Syahuri tersebut berbagi pengalaman tentang perjuangannya mengembangkan bisnisnya selama ini.

Hj. Noor Liesnani Pamella“Saya membangun usaha ini (Pamella Swalayan) sekitar tahun 1975, bermula dari warung 5 x 5 meter, dimana yang 3 meter kami gunakan untuk warung kelontong, sementara yang 2 meter untuk tempat tinggal,” terang ibu yang kerap disapa Ibu Pamella tersebut. Warung tersebut menjual beberapa kebutuhan pokok yang kala itu masih terbatas jumlahnya. “Masih terbatas, jadi ketika ada pembeli yang datang, kami tidak punya barangnya, saya catat, baru kemudian kulakan di pasar,” lanjutnya. Catatan-catatan yang setiap hari beliau buat tersebut bagi Ibu Pamella dijadikan referensi sebagai sebuah peluang pasar untuk dikembangkan.

Dengan bekal kerja keras, taat beribadah, jujur, ikhlas, serta motivasi yang kuat dari keluarga (terutama dari sang suami), membuat Ibu Pamella mampu mengembangkan warungnya tersebut menjadi sebuah swalayan yang terkenal di Yogyakarta. Perjuangan selama kurang lebih 38 tahun yang beliau jalankan saat ini membuahkan hasil yang luar biasa. Warung yang awalnya berukuran 5×5 meter di Jalan Kusumanegara Yogyakarta, dan hanya cukup menampung sedikit barang dagangan saat ini telah berubah menjadi sebuah supermarket yang mampu menampung ribuan jenis produk kebutuhan rumah tangga.

Wawancara tim bisnisUKM dengan Ibu PamellaKeberhasilan tersebut semakin kentara dengan berdirinya 8 (delapan) Pamella Supermarket yang kini tersebar di beberapa sudut Kota Yogyakarta. “Saat ini, kami sudah memiliki delapan buah swalayan (Pamella), dimana 7 merupakan supermarket, sedangkan yang lainnya adalah toko besi dan bangunan yang dikelola oleh anak-anak saya,” jelas Ibu Pamella. Tidak sampai disitu, Ibu Pamella juga mengembangan sayap bisnisnya dengan mendirikan SPBU dan Lapangan Futsal di Jalan Lowanu Yogyakarta. Luar biasa!

“Kenapa toko besi karena barangnya tidak bisa kadaluwarsa, selain itu juga seperti supermarket yang menyediakan kebutuhan rumah tangga,” imbuh Ibu Pamella ketika ditanya alasan membuka toko besi. Dengan dibantu putra-putrinya yang ikut terjun dalam dunia bisnis, Ibu Pamella tidak mengalami kesulitan ketika harus mengembangkan bisnisnya dengan berbagai macam jenis usaha selain supermarket. “Sejak kecil memang mereka (anak-anak) saya berikan pendidikan tentang entrepreneur, disamping prioritas ilmu agama dimana semua anak-anak saya merupakan lulusan pondok pesantren,” lanjut ibu lima orang putra tersebut.

Perkembangan yang ditunjukkan kelompok bisnis Pamella tidak terlepas juga dari prinsip berbagi yang selama ini mereka terapkan. Melalui lembaga sosial yang dimiliknya, Ibu Pamella sering mengadakan kegiatan sosial seperti program pembagian sembako, anak asuh, donor darah, hingga pengobatan gratis. “Niat saya kerja ini adalah ibadah kepada Allah SWT, selain itu saya juga mempunyai prinsip (yang ditekankan juga kepada anak-anaknya), yaitu sebagai manusia kita harus senang membayar zakat, karena kalau zakat kita banyak berarti kekayaan kita juga banyak,” jelasnya.

Berfikir positif, terbuka, dan keinginan untuk maju menjadikan Ibu Pamella tidak malu untuk belajar hal-hal yang baru demi kemajuan bisnisnya. Ke depannya, beliau berharap usahanya tersebut bisa semakin berkembang dengan baik. “Semoga Pamella bisa berdiri hingga ratusan swalayan, namun karena faktor usia harapan demikian semoga bisa direalisasikan oleh anak cucu saya kelak, yang pasti doa yang setiap hari saya panjatkan adalah bisa membantu dan menolong orang lain,” kata Ibu Pamella sekaligus menutup sesi wawancara pada siang hari itu.

Tim liputan bisnisUKM