Sukses Menjadi Pengusaha Dari Bisnis Fashion Pria

Bisnis fashion priaBisnis sampingan online mulai berdiri pada tahun 2007 ketika Devi Octaviani (27) masih duduk dibangku kuliah. Meskipun hanya sebagai bisnis sampingan, namun Ia menjalankan bisnisnya dengan penuh semangat karena bisnisnya tersebut terinspirasi dari keinginannya untuk membantu keuangan keluarga. Sampai pada akhirnya tahun 2010 Ia memutuskan untuk mengimpor barang khususnya produk fashion pria dari Hongkong.

Bisnis online dibidang fashion pria yang Ia jalankan tersebut tidak berhenti sampai disitu saja, semakin hari bisnisnya terus berkembang dan tahun 2011 Ia memberanikan diri untuk membuka toko grosir. Dan pada tahun 2014 lalu, Ia mampu membuat produk fashion pria yang berkualitas dengan merek Greyson Parker.

Sekarang ini Ia berhasil memasarkan berbagai macam produk berkualitas baik produk impor maupun maupun lokal yang berkualitas. Beberapa jenis produk yang Ia pasarkan diantaranya berupa Fashion, Aksesoris dan barang-barang Sport Pria. Mulai dari Tshirt, Vneck, kemeja, poloshirt, jas / blazer, cardigan, vest, hoody parasut, jaket distro, hoody & jaket training sepak bola dan basket, jersey, sepatu, sandal,  celana, boxer, celana dalam, kaos kaki, ikat pinggang, dasi, dompet, tas , boneka dan berbagai jenis barang lainnya.

Harga yang ditawarkan pun cukup beraneka ragam, mulai dari Rp 10.000,00 hingga Rp 825.000,00 untuk setiap produknya. Menggunakan modal usaha Rp 5.000.000,00 bisnis sampingannya dapat berkembang hingga saat ini, bahkan kini omset yang didapatkan setiap bulannya sudah lebih dari kata cukup.

Dalam menjalankan bisnis fashion online pria miliknya tersebut, Ia dibantu oleh 5 orang karyawan untuk bidang administrasi. Sedangkan dalam proses produksi, Ia menggunakan pihak lain yang memang sudah ahli dibidang produksi. Setiap bulannya Ia mampu menghasilkan kurang lebih 1000 produk berkualitas yang siap untuk dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia, Malaysia dan Singapore.

Untuk terus mengembangkan bisnis online fashion pria tersebut, Ia juga mulai membuka peluang bisnis bagi orang lain yang ingin menjual produk-produknya yaitu dengan sistem reseller. Mulai dari Rp 150.000 per tahun, para reseller bisa memiliki website yang auto update produk baru dan untuk produk habis tidak perlu upload gambar lagi. Produk akan dikirim kepada konsumen dengan nama toko reseller tersebut (sistem dropship). Produk yang hilang dan cacat pun akan diganti dengan produk baru. Sungguh sebuah peluang bisnis yang menggiurkan, tidak beresiko dan hanya membutuhkan modal usaha yang tidak begitu besar.

Meskipun bisnis fashion pria yang Ia jalankan mampu meraih keuntungan besar, namun apapun usaha yang dijalankan pastinya akan mengalami kendala atau hambatan tanpa terkecuali bisnis miliknya tersebut. Ia mengaku kepada tim liputan bahwa kendala yang sering Ia alami dalam menjalankan bisnisnya tersebut adalah ketika beberapa produk dengan jumlah stok banyak yang belum laku terjual maka barang akan menumpuk digudang. “Untuk mengatasi masalah tersebut, biasanya kami akan mengadakan obral besar-besaran”,ungkapnya.

Disamping adanya hambatan yang harus dihadapi, Ia juga merasakan sebuah moment dimana hal itu menjadi kemenangan terbesar baginya dalam menjalankan bisnis yaitu ketika packaging produknya sudah memakai recycle paper. Selain itu, Ia juga bangga ketika bisa menggunakan beberapa persen dari hasil keuntungan usahanya tersebut untuk membantu orang-orang yang membutuhkan seperti korban bencana alam dan untuk pelestarian lingkungan.

“Perlu kita semua ingat bahwa hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam menjalankan bisnis yaitu tetap semangat dan jangan pernah menyerah”, itulah kunci dibalik kesuksesannya yang Ia sampaikan kepada tim liputan di akhir wawancara kami.

Tim Liputan BisnisUKM.