pengusaha suksesSiapa sangka bila tas rajut dengan merek “Dowa” buatan Godean, Yogyakarta berhasil menembus pasar internasional hingga daratan Eropa dan Amerika. Seorang wanita bernama Delia Murwihartini adalah sosok dibalik kesuksesan tas lokal ini masuk ke pasar global. Memulai usahanya pada tahun 1989, ibu dua anak ini hanya bermodalkan gunting, jarum, dan mesin jahit untuk memproduksi tas rajut. Setiap minggunya kurang lebih 10 hingga 15 tas berhasil diproduksi Delia, dan dipasarkannya secara langsung dari satu wisma ke wisma lainnya di sekitar kampung Prawirotaman, Yogyakarta.

Video Praktisi

Strategi Pemasaran Menjalankan Usaha Konveksi

Melihat produk buatan Delia yang sangat unik dan asli buatan tangan, respon para konsumen khususnya turis dari luar negeri pun cukup bagus. Bahkan ada salah seorang turis asing dari Swedia yang memesan tas hingga US$ 6000 dalam sebulan, dan Delia mendapatkan keuntungan 40% dari harga jual tas yang ditawarkan. Momentum inilah yang membuat alumni lulusan UGM ini semakin yakin bila produk buatannya cukup potensial untuk dipasarkan di pasar internasional.

Perjalanan Sukses di Mancanegara

Setelah berhasil mengerjakan pesanan tas dari turis Swedia, pada tahun 1990 Delia mencoba masuk ke pasar Eropa dengan mendatangi Departemen Perdagangan untuk memperoleh data calon konsumen yang dapat Ia bidik. Bermodalkan data calon konsumen yang Ia peroleh, Delia mulai menjaring konsumen dengan cara mengirimkan katalog produknya atau datang langsung ke calon konsumen yang ada di Eropa untuk mempresentasikan produk tas buatannya. Kerja keras wanita kelahiran 18 Mei 1961 ini ternyata tidak sia-sia, sepulangnya Delia ke Indonesia banyak orderan yang mulai berdatangan. Hingga akhirnya pada tahun 1994 Ia mendirikan sebuah pabrik guna memenuhi semua permintaan konsumen.tas rajut

Keberhasilan Delia memasarkan produk tas buatannya di pasar Eropa ternyata belum membuat wanita cantik ini merasa puas. Selanjutnya dengan cara yang sama Ia mulai mencoba masuk di pasar Amerika, dan ternyata respon konsumen sangatlah bagus. Bahkan Delia mendapatkan partner bisnis di Amerika, dan memutuskan untuk mematenkan produk tas buatannya dengan merek The Sak pada tahun 1998. Tidak berhenti disitu saja, pada tahun yang sama Delia juga mematenkan produk tasnya di pasar Eropa dengan merek The Read’s. Sedangkan untuk pasar dalam negeri, Delia mematenkan produk tasnya dengan merek Dowa yang diambil dari bahasa Sansekerta dan memiliki arti doa. Karena berkat doalah, Delia mampu melewati segala kesulitan dalam membangun bisnis hingga berhasil mencapai puncak kesuksesannya.

Kini dengan merek The Sak, produk tas Delia berhasil terpajang di Fifth Avenue, New York, dan beredar luas di pasaran Eropa di bawah bendera The Read’s. Berkat doa dan kerja keras Delia yang merintis usahanya dari nol, kini tas Dowa asli Godean bisa eksis di pasar internasional dengan beragam merek yang telah dipatenkan. Semoga kisah sukses tas dowa menembus pasar internasional ini, dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca bahwa segala sesuatu yang dimulai dari nol bukan berarti hasilnya juga nol. Kisah pengusaha yang sukses seperti Delia menjadi salah satu bukti nyata bahwa kesuksesan dapat dimulai dari yang paling kecil, dimulai dari yang paling mudah, dan dimulai dari sekarang. Ayo Berbisnis!!!

sumber gambar : http://www.indonesian-products.biz/foto/yogyakarta/dowa/DowaHanandyUtama-4.jpg dan http://weekend.kontan.co.id/wp-content/uploads/2009/11/tasrajutandowa_dokdowa.jpg