Inspirasi Bisnis

Telecenter, Media Alternatif Pengembangan Bisnis Pedesaan

telecenterPada era globalisasi ini ada kemiskinan baru yang muncul, yakni kemiskinan informasi. Tidak dapat dipungkiri, sesungguhnya mulai zaman batu informasi merupakan kunci untuk menentukan yang survive atau tidak. Dan kini di Indonesia dengan teknologi informasi yang baru dan mulai berkembang, masalahnya bergeser menjadi masalah “kemiskinan akses” terutama dirasakan pada daerah-daerah terpencil atau pedesaan.Teknologi informasi dan kesempatan untuk bertukar informasi adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kita dalam segala macam hal, misalnya kalau kita bangun pagi, bagaimana anda tahu itu jam berapa? Tentunya dari jam tangan atau weker anda. Namun kita dapat men-set jam tangan kita itu dari sumber informasi yang lain, contohnya radio atau televisi, nah itu berarti kita sudah menggunakan teknologi informasi. Contoh lain, kalau petani ingin mencari langganan baru atau harga yang lebih baik untuk produknya, bagaiman caranya?. Networking (jaringan manusia) adalah salah satu solusi, dan makin luas networknya, makin baik kesempatannya untuk mengatasi kebutuhan atau masalah kita.

Lalu bagaimana cara kita untuk mendapatkan networking seluruh masyarakat atau bahkan seluruh dunia? Melalui media internetlah solusinya. Lewat internet kita dapat berpartisipasi dan berkontribusi tanpa birokrasi dan dengan biaya yang relatif murah. Lewat telecenter, media alternatif pengembangan bisnis pedesaan yang bersistem komunikasi 2 arah inilah nantinya para usaha tani, pedagang atau siapa saja yang ingin mengiformasikan usaha dan kebutuhannya. Dan informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh  dengan cepat dan mudah.

Apa itu telecenter ? Adalah tempat/ media mengakses informasi, berkomunikasi, mendapatkan layanan sosial/ekonomi dengan menggunakan sarana teknologi informasi komunikasi (TIK) berupa komputer dan sambungan internet. Merupakan program pengembangan komunitas lokal yang pendiriannya di daerah pedesaan, dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Maksud dan tujuan didirikannya Telecenter adalah:

  1. Memberdayakan masyarakat dengan kemudahan akses terhadap informasi dasar seperti informasi pasar, pertanian, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lain-lain.
  2. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal mengakses informasi penggunaan komputer, manajemen telecenter dan lain-lain melalui pelatihan-pelatihan.
  3. Mendorong masyarakat untuk meningkatkan perekonomian setempat dengan kegiatan pembangunan komunitas melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
  4. Mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihkan terkait untuk membangun komunitas lokal.

Pengembangan Program Telecenter

Pemerintah melalui Bappenas bekerjasama dengan UNDP (United Nations Development Program) akan membangun sekitar 1.000 pusat pengelola data elektronik (telecenter) di seluruh Indonesia hingga lima tahun kedepan.(Jakarta, CyberNews).

Sementara ini telecenter yang sudah dibangun dibeberapa kota :

  1. Telecenter e-Pabelan
  2. Telecenter Semeru
  3. Telecenter Muneng
  4. Telecenter Gorontalo
  5. Telecenter Kendari
  6. Telecenter Dongala

“Telecenter sebagai pusat informasi berbasis internet diharapkan dapat memberdayakan masyarakat miskin di daerah-daerah tertinggal,” kata Direktur Proyek Partnership for e-Prosperity for the Poor (Pe-PP), Bappenas, Agung Hardjono, kepada pers.

Menurut Agung, fokus proyek Pe-PP adalah masyarakat miskin yang memiliki aktivitas ekonomi antara lain, petani, nelayan, pedagang, perajin.

“Pembangunan telecenter nantinya dapat mengidentifikasi potensi, kondisi, dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat memberikan layanan yang optimal sesuai dengan kebutuhan spesifik pengguna,” kata Agung. (ant/Cn08)” (Suara Merdeka.com)

BAPPENAS-UNDP dalam salah satu programnya untuk mengurangi kemiskinan yaitu dengan memanfaatkan teknologi telecenter ini.

Pendidikan Network (Telecenter) sangat mendukung inisiatif BAPPENAS-UNDP  ini, dalam mengatasi kemiskinan, anak-anak di Indonesia mampu belajar mengenai komputer, dapat mengakses internet dan berpartisipasi dalam pengembangan pendidikan dan negara kita.

Dan kini, kendala yang dihadapi bukanlah masalah teknologi. SDM di telecenter-telecenter yang pandai dan berdedikasi untuk rakyatnya ini masih minim. Banyak orang Indonesia sudah pandai mengimplementasikan teknologi, tetapi tanpa SDM yang “Terlatih Khusus” dan sangat bermutu  dan mampu mengurus kebutuhan-kebutuhan rakyat dipedesaan, akan berdampak telecenter yang kurang berjalan maksimal.

Diolah dari http://telecenter.cyberdesa.com/

Sumber gambar : http://tchibrid.files.wordpress.com/2010/02/57telecenter.jpg