Bisnis UKM saat ini menerima pemasangan Iklan Baris, informasi selengkapnya, baca Info Iklan

Tips Memilih Waralaba

franschiseBagi anda yang ingin berusaha namun tidak mempunyai modal yang terlalu besar bisnis waralaba bisa jadi merupakan jawabannya. Tentunya tidak sembarang waralaba yang bisa anda pilih. Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, ada kiat-kiat tertentu dalam memilih usaha waralaba yang baik.

Bisnis waralaba yang baik adalah usaha yang dibutuhkan sehari-hari yaitu makanan, minuman, pendidikan, salon, bengkel, bidang ritel. Selain itu, Anang mengatakan ada beberapa daerah yang berpotensi mengembangkan produknya untuk waralaba seperti di Jawa Tengah dan Jogja dengan  makanan dan batik, Bali dengan produk kerajinan kayu dan pakaian.

Anang juga mengingatkan agar para pemodal sebaiknya berhati-hati dalam menentukan mengambil peluang usaha melalui waralaba. Mengingat sekarang ini sering terjadi kerancuan antara waralaba (franchise) dengan business opportunity (BO).

Konsep waralaba yang secara legal dan dalam PP No 42 tahun 2007 dijabarkan bahwa waralaba harus terbukti benar-benar menguntungkan, selain itu proses aplikasi bisnisnya mudah diterapkan dan diajarkan kepada pengambil pewaralaba dan lain-lain. “Franchise itu sudah pasti business opportunity (BO), tetapi BO belum tentu franchise,” kata Anang di acara seminar franchise di JCC, Jakarta, Sabtu (21/6/2008).

Ia juga mencatat ada dua hal yang penting dalam menentukan waralaba diantaranya masalah keteraturan zona wilayah persebaran unit waralaba di setiap daerah. Apakah pihak pemberi waralaba membatasi para pelaku yang bermain di wilayah tertentu atau tidak. Sehingga tidak terjadi persaingan antar sesama pewaralaba.

Nah, berikut ini ada beberapa penuntun sebelum memilih dan mengambil keputusan untuk bergabung dengan waralaba.

  1. Jangan minder saat berhadapan dengan staf  bisnis franchise. Biarpun mereka berhak menyeleksi Anda, sesungguhnya mereka juga membutuhkan Anda. Karena itu manfaatkan sesi-sesi wawancara dengan mereka untuk menggali habis kondisi usaha waralaba. Mereka boleh menggali informasi seputar kepribadian dan kondisi keuangan investor. Anda pun seharusnya bisa menggali berbagai informasi mendalam tentang perusahaan penyelenggara waralaba.
  2. Coba kenali latar belakang perusahaan atau sang pengusaha, bonafiditas, pengalaman, potensi pasar, peta persaingan, serta keunggulan dan keunikan produk atau sistem mereka. Dari serangan balik wawancara itu Anda bisa meraba sikap mereka. Cara dan sikap ketika menjawab pertanyaan bisa Anda jadikan tolak ukur kultur usaha mereka. Semakin mereka terbuka, semakin baik. Semakin mereka misterius dan tertutup, ya semakin buruk. Ingat, kelak Anda harus saling bertukar informasi dengan mereka. Bayangkan dan perkirakan apakah Anda bisa berkomunikasi secara nyaman dengan mereka kelak?
  3. Jangan segan menyelidiki kondisi keuangan pewaralaba. Kinerja mereka di masa lalu bisa menjadi pantulan prospek usaha Anda di masa depan. Pewaralaba yang baik tak akan segan membagi informasi penting ini. Waralaba yang layak pilih adalah perusahaan yang telah menghasilkan untung selama bertahun-tahun, setidaknya lebih dari 3 tahun. Tanyakan pula kinerja cabang atau gerai milik terwaralaba lama. Apakah mereka untung atau malah gulung tikar. Kalau tutup sebabnya apa, begitu pula kalau sukses resepnya apa. Tak ada salahnya kalau Anda mencoba menggali informasi langsung dari terwaralaba lama yang lebih dulu beroperasi.
  4. Pilihlah brand waralaba yang sudah dikenal masyarakat. Sebagian brand waralaba luar negeri tak dikenal di sini. Tapi, kalau nama mereka cukup moncer secara internasional, ya layak dipertimbangkan. Jadi jangan segan menyelidiki reputasi mereka lewat internet atau kenalan di luar negeri.
  5. Bisnis waralaba bukanlah deposito atau obligasi pemerintah yang berbunga tetap. Karena itu, jangan pertaruhkan seluruh kekayaan Anda pada bisnis yang ingin Anda masuki. Sehebat apa pun waralaba yang hendak Anda ikuti, risiko bisnis tetap ada. Soalnya, ada banyak faktor ekonomi yang tidak berada dalam kendali perusahaan atau pelaku ekonomi mana pun, sehebat apa pun sistem dan keunggulan mereka.
  6. Pelajari dan cermati draf kontrak sebaik-baiknya. Jangan terburu-buru menganggukkan kepala dan berjabat tangan tanda sepakat. Ingat, semua kewajiban dan hak Anda tercatat dalam dokumen kontrak. Jadi, jangan sampai kontrak itu hanya merugikan Anda.

Diolah dari berbagai sumber

Sumber gambar: http://vote29.com/myblog/wp-content/uploads/2009/08/franchise_homepage.gif

5 Responses to “Tips Memilih Waralaba”

  1. pligg.com on January 19th, 2009 3:27 pm

    TIPS MEMILIH WARALABA | Informasi Bisnis-Peluang Usaha Kecil Menengah…

    Bagi anda yang ingin berusaha namun tidak mempunyai modal yang terlalu besar bisnis waralaba bisa jadi merupakan jawabannya. Tentunya tidak sembarang waralaba yang bisa anda pilih. Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar, ada ki…

  2. danang on January 28th, 2009 3:04 pm

    Pak, lantas jenis waralaba apa saja untuk kelas pemula?

  3. ratri on February 2nd, 2009 2:58 pm

    saya dengan teman join untuk franchise makanan, setelah membeli paket penjualan dan sudah menentukan tempat berjualan tapi kita belum menemukan karyawan yang tepat karena membuat kue ini memerlukan keterampilan (memutar kue di atas wajan datar), menurut Bapak, apakah kita bisa mengadakan open recruitment tetapi dengan konsekuensi keamanan uang tidak terjamin atau dengan karyawan seadanya namun kurang lihai membuat kue sehingga khawatir pelanggan tidak puas?

    Maaf sebelumnya mbak. Setahu saya kalau franchise yang baik menyediakan pelatihan buat karyawannya, sehingga si franchiosee (pembeli franchise) tidak perlu terjun langsung. Jadi perlu ditanyakan kepada franchisornya (pemilik franchise) tentang fasilitas tersebut. Masalah open recruitment tidak masalah mbak. Yang perlu diingat, gunakan pihak ketiga dalam memilih karyawan dan selalu konsolidasi dengan pihak franchisornya. Salam.

  4. muji on November 22nd, 2009 2:55 pm

    apa ada waralaba yang bugdetnya sekitar rp 3juta?

  5. Annang Mustofa on November 24th, 2009 1:10 am

    Makasih pak atas informasinya.
    Saya juga sangat tertarik mencoba bisnis waralaba, namun ada beberapa masalah. Masalah pertama di masalah permodalan, untuk membeli hak waralaba yang sudah punya nama biasanya membutuhkan modal yang besar. Sementara untuk mengambil modal dari bank saya belum berani, bagaimana pak?

    Terus yang kedua, lumayan banyak sih sebenarnya waralaba yang membutuhkan modal yang tidak besar, namun biasanya prospek ke depannya kurang menjanjikan, jadi timbul keraguan juga kalau mau diambil, bagaimana menurut pendapat bapak?

Komentar untuk “Tips Memilih Waralaba”





(Tuliskan No Telp/HP yang bisa dihubungi)

CommentLuv Enabled