Tokoh Pengusaha yang Sukses Dari Bisnis Makanan

Tokoh Pengusaha yang Sukses Dari Bisnis MakananBisnis makanan sampai kapan pun nggak bakal sepi peminatnya. Mulai dari bisnis makanan skala rumahan sampai kelas restoran, hampir semuanya ramai disambangi oleh konsumen. Cita rasa kekayaan kuliner nusantara yang beragam, didukung dengan kebiasaan masyarakat kita yang hobi makan-makan, menjadi kolaborasi manis yang memicu pertumbuhan bisnis makanan di Indonesia semakin menggiurkan.

Nah, buat kamu yang hobi dan lihai dalam mengolah masakan, kamu bisa menjadikan hobi dan keterampilanmu sebagai salah satu ladang bisnis untuk mencari uang. Bahkan tak main-main, jika dikembangkan dengan serius, bisnis makanan bisa menjadikanmu sebagai pengusaha kaya raya.

Seperti kesuksesan yang diraih oleh empat tokoh pengusaha kuliner asli Indonesia ini. Berkat ketekukan dan kerja kerasnya, mereka tak hanya menjadi miliarder tapi juga kiprahnya dikenal hingga mancanegara.

Siapa saja mereka? Simak empat tokoh pengusaha Indonesia yang sukses dari bisnis makanan.

Johnny Andrean Owner J.Co Donuts & Coffee

Siapa yang tak tahu J.Co Donuts & Coffee, gerainya sekarang ini mudah ditemukan di hampir seluruh mall besar di Indonesia. Tapi tak sedikit dari kita yang mengetahui bahwa owner J.Co Donuts & Coffee adalah Johnny Andrean yang sebelumnya terkenal sebagai pengusaha salon.

Mengawali debut karir usahanya dengan membuka bisnis salon, Johnny mulai tertarik bisnis makanan dengan membeli hak waralaba BreadTalk. Tak puas dengan keberhasilan yang telah ia raih, Johnny pun mulai tertantang untuk menekuni bidang usaha baru dengan merintis bisnis kue donat yang kini dikenal masyarakat luas dengan brand J.Co Donuts & Coffee.

Meski sebelumnya telah memiliki nama besar di dunia usaha, namun Johnny tak sungkan untuk survey langsung ke beberapa negara untuk mengetahui standar operasional yang tepat dalam membuat sebuah donat. Kerja kerasnya pun berbuah manis, kini  J.Co Donuts & Coffee berkembang lebih dari 40 gerai yang tersebar di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Hendy Setiono Owner Kebab Turki Baba Rafi

Hendy Setiono owner Kebab Turki Baba RafiTak mau kalah dengan eksistensi donat J.Co, Hendy Setiono yang mencoba memperkenalkan makanan khas Timur Tengah ke lidah masyarakat Indonesia juga mendapatkan sambutan sangat positif dari pasar Indonesia.

Mengawali debut bisnis kebab Turki di tahun 2003, awalnya Hendy menemukan ide bisnis tersebut ketika ia mengunjungi kedua orang tuanya di Qatar. Melihat menu kuliner kebab belum banyak ditemui di Indonesia, Hendy yang saat itu hanya memiliki modal Rp 4 juta mencoba peruntungan untuk mengenalkan makanan tersebut ke masyarakat Indonesia

Tak sia-sia, upaya Hendy pun membuahkan hasil yang manis, citarasa kebab yang kaya rempah-rempah ternyata disukai masyarakat kita. Hingga kini bisnis makanan yang diberi nama Kebab Turki Baba Rafi tersebut telah berkembang menjadi bisnis kemitraan yang memiliki lebih dari 1.200 gerai yang tersebar di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan beberapa negara di Eropa.

Reza Nurhilman Owner Keripik Maicih

Reza Nurhilman Owner Keripik MaicihAwalnya tak ada yang mengira, camilan keripik singkong yang ditaburi bumbu cabe kering ini bakal membuat heboh seluruh lapisan masyarakat. Dengan strategi pemasaran yang unik, Reza berhasil memperkenalkan Keripik Maicih dari kota Bandung ke seluruh wilayah di Indonesia.

Bermula dari resep rahasia yang ia dapatkan dari seorang nenek, Reza yang dulunya hanyalah seorang pemuda tamatan SMA mencoba memasarkan keripik singkong pedas tersebut melalui cuitannya di Twitter. Dengan menawarkan inovasi kepedasan keripik berdasarkan tingkat level, Reza kini sukses menjadi salah satu pengusaha makanan di Indonesia yang meraup omzet miliaran rupiah per tahunnya.

Agus Pramono Owner Ayam Bakar Mas Mono

Agus Pramono owner Ayam Bakar Mas MonoPengusaha makanan olahan ayam yang akrab disapa mas Mono ini mengawali debut karirnya sebagai seorang office boy (OB). Kerasnya hidup menjadi seorang karyawan dengan jabatan kecil pernah ia alami, sampai akhirnya di tahun 2001 ia keluar dari pekerjaannya dan mulai berjualan gorengan keliling. Awalnya suami dari Nunung tersebut mendapatkan banyak kritikan dari keluarga yang menyayangkannya mundur dari pekerjaannya sebagai OB di perkantorang. Tapi ia tak patah semangat, justru Mono membuktikan pada keluarga besarnya.

Suatu hari Mono mendapatkan lapak kosong di seberang Universitas Sahid, tanpa berpikir panjang Mono yang saat itu hanya memiliki modal Rp 500.000 nekat membeli gerobak dan peralatan masak, termasuk lima ekor ayam. Dari situlah Mono mulau menjual ayam bakar yang kini gerainya telah berkembang hingga lebih dari 20 cabang baik di dalam maupun di luar negeri.

Dari keempat kisah pengusaha sukses di atas, kita bisa tahu bahwa untuk bisa meraih sebuah keberhasilan dibutuhkan kerja keras dan tekad yang kuat. Bukan hanya niat dan kemauan saja yang dibutuhkan, tapi juga tekad kuat agar bisa tahan banting menghadapi tantangan ke depan. Semoga bermanfaat dan salam sukses!