umbi talasIsu krisis pangan yang menerpa beberapa negara berkembang, ternyata belakangan ini juga santer beredar di negara kita. Tingginya laju impor beras yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi pasokan bahan pangan di Indonesia, tentunya memicu protes keras dari berbagai kalangan masyarakat. Tidaklah heran bila berkaca dari protes tersebut pemerintah mulai mencanangkan program diversifikasi pangan, agar tidak selamanya bergantung pada beras.

Video Praktisi

Tips Memulai Bisnis Kerajinan

Dengan konsep menggali keaneakaragam pangan lokal sebagai pengganti beras, secara ilmu gizi  tidak ada perbedaan dan pengaruh buruknya jika mengganti beras dengan sumber bahan makanan pokok lain. Salah satunya saja seperti umbi talas yang mulai digadang-gadang masyarakat sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi yang harga jualnya relatif cukup murah jika dikonsumsi sebagai makanan pokok setiap harinya.

Umbi talas atau yang memiliki nama ilmiah Colocasia esculenta L. ini memang sangat potensial jika dijadikan sebagai salah satu sumber karbohidrat murah pengganti nasi. Kandungan proteinnya yang lebih tinggi dari ubi jalar dan singkong, serta kandungan karbohidratnya yang mencapai 77,9 %, mendorong masyarakat kita untuk mulai mengolah umbi talas menjadi beragam jenis olahan makanan. Baik itu diolah menjadi makanan pokok pengganti nasi, maupun diolah menjadi beragam jenis makanan ringan.

Saat ini, di pasaran banyak dijual beragam jenis umbi talas, seperti misalnya talas bogor, talas pandan, talas mentega, talas ketan dan talas loma. Masing-masing talas ini memiliki bentuk dan cita rasa yang berbeda-beda. Bagi Anda yang sampai saat ini masih enggan mengkonsumsi talas karena disinyalir menimbulkan rasa gatal-gatal di tenggorokan. Anda bisa  mereduksi kalsium oksalat yang menimbulkan rasa gatal tersebut dengan melakukan pemasakan hingga benar-benar matang serta merendam talas di dalam larutan asam klorida sebelum dimasak menjadi beragam jenis makanan olahan talas.

Nah, untuk membantu mewujudkan program diversifikasi pangan non-beras, berikut ini kami informasikan salah satu resep nasi rebon talas Bogor yang bisa Anda coba dari dapur rumah Anda untuk mengurangi penggunaan beras setiap harinya.

Nasi Rebon Talas Bogor

Bahan:

  • nasi rebon talas300-400 cc kaldu ayam
  • 2 siung bawang putih, parut
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 2 sendok teh garam
  • 250 gram beras, cuci dan tiriskan
  • 200 gram talas Bogor, potong dadu
  • 2 sendok makan rebon yang utuh, rendam air hangat hingga mengembang dan tiriskan
  • 50 gram sawi hijau, potong kecil

Cara membuat :

  • Didihkan kaldu dengan bawang putih, merica dan garam.
  • Masukkan beras, umbi talas dan ebi. Kemudian aduk hingga kaldu habis terhisap oleh beras. Angkat.
  • Masukkan hasil masakan ke dalam kukusan panas. Beri daun sawi dan aduk hingga rata.
  • Angkat nasi rebon talas Bogor. Sajikan hangat-hangat untuk 4 orang.

Semoga informasi berita bisnis yang mengangkat seputar potensi umbi talas, sumber karbohidrat pengganti nasi bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menjadi salah satu inspirasi bisnis bagi para pemula yan sedang bingung mencari peluang usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber gambar :
1. http://kabartop.com/wp-content/uploads/2012/10/talas-2.jpg
2. http://base.detik.com/static/a/4e292ed3f726cc45ee00af9b/medium/nasi%20rebon%20talas.jpg