bumbu-pecel-istimewa-2Pecel merupakan makanan yang cukup digemari oleh masyarakat Jawa. Makanan yang berisi sejumlah sayuran tertentu yang hanya direbus sangatlah nikmat dipadukan dengan bumbu kacang yang begitu enak. Kadang sayuran tersebut hanya dikukus. Cita rasa dari pecel ini sebenarnya terletak pada bumbunya.

Video Praktisi

Tips Memulai Bisnis Kerajinan

Bumbu pecel cukup banyak dijual di berbagai tempat baik pasar tradisional maupun supermarket-supermarket. Tim bisnisukm berhasil menemui salah satu pembuatnya, Caroline Suteja Kumala. Usaha ini awalnya digeluti oleh sang nenek sejak tahun 1960. Dari racikan sang neneklah, bumbu pecel dengan merek “Istimewa” ini cukup dikenal banyak orang.

Ditemui tim bisnisukm dirumahnya, ibu muda ini menceritakan bahwa bumbu pecel buatannya mempunyai keunggulan pada pemilihan bahan bakunya. Kualitas kacang yang sangat baik dan minyak segel bukan curah untuk menggoreng kacang merupakan kuncinya dalam membuat bumbu pecel “Istimewa”. Bahan baku tersebut biasa dibelinya di pasar Beringharjo, Yogyakarta. Bumbu pecel “Istimewa” juga dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet dan penambahan MSG.

Selain menjual bumbu pecel, produk yang ditawarkan ibu Caroline adalah kering kentang, kering teri dan kriptang alias keripik kentang. Juga terdapat bumbu pecel yang dikemas dalam toples bening ukuran 500 gr. Harganya juga bervariasi. Untuk bumbu pecel dengan kemasan plastik 250 gr dijual seharga 6500 rupiah, kering kentang 200 gr seharga 14.000 rupiah, kering teri 200 gr seharga 15.000 rupiah dan kriptang 100 gr dengan harga 7.500 rupiah.

Produksi

Pembuatan bumbu pecel ini sebenarnya cukup sederhana dan tidak terlalu sulit. Kacang digiling namun dipisah dari proses penggilingan bumbunya (tidak dicampur menjadi satu). Setelah itu barulah kacang yang telah digiling tersebut diuleni dengan bumbunya.

Dalam satu hari, kebutuhan kacang untuk membuat bumbu pecel “Istimewa” rata-rata sebanyak 20 kg per hari.

Peralatan yang dibutuhkan juga cukup sederhana dan mudah didapat, seperti mesin penggiling kacang, mesin penggiling bumbu, wajan, serok, irik kayu besar (sebagai tempat untuk meletakkan kacang yang telah digoreng sehingga minyak dapat turun ke bawah) dan beberapa alat masak pada umumnya.

Penjualan

Selain dijual di sekitar daerah Jogja, kebanyakan pembeli bumbu pecel “Istimewa” adalah wisatawan domestik dari Jakarta, Bandung dan Tasikmalaya. Dan hebatnya, para konsumen tersebut mengenal bumbu pecel “Istimewa” hanya dari mulut ke mulut saja.

Banyak dari pelanggannya mengatakan bahwa bumbu pecel “Istimewa” rasanya sangat enak. Dan kompetitor dari produknya ini hanyalah bumbu pecel “Bagindo”.

Hal ini diketahuinya dari pengakuan para pelanggan-pelanggannya. Perbedaannya hanyalah rasa yang kurang pedas pada bumbu pecel buatannya jika dibandingkan dengan bumbu pecel “Bagindo”. Namun menurutnya, soal pedas merupakan persoalan mengenai selera saja. Jadi dalam pemasarannya tidak dirasakan adanya kesulitan dalam menjual bumbu pecel “Istimewa” miliknya.

                              Simulasi Keuntungan

Omset per bulan Penjualan bumbu pecel
kering kentang, kering teri dan kriptang  = Rp.15.000.000

Pengeluaran :
Biaya Bahan baku
Kacang 2 kwintal per 3 minggu             = Rp. 6.700.000
Kentang 50 kg                             = Rp.   300.000
Teri 2 kg                                 = Rp.    50.000
Minyak goreng                             = Rp.   250.000+
Total biaya bahan baku                    = Rp. 7.300.000

Biaya Operasional
Listrik, Air dan telepon                  = Rp 1.000.000
Gaji 2 orang pegawai                      = Rp 1.000.000+
Total biaya operasional                   = Rp 2.000.000

Total pengeluaran                         = Rp 9.300.000 -

Keuntungan rata-rata per bulan            = Rp 5.700.000