Gudeg merupakan salah satu dari oleh – oleh khas Jogja. Gudeg Jogja memang terkenal ke seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Salah satu Gudeg yang terkenal adalah Gudeg Yu Narni. Gudeg jenis gudeg kendil ini memang memiliki citra rasa yang berbeda, sehingga tidak heran jika pada musim liburan banyak wisatawan yang berkunjung ke outletnya.Gudeg Yu Narni telah mengalami masa regenerasi dari sebelumnya. Pada awal mulanya gudeg ini merupakan gudeg gendong yang dibawakan oleh Mbah Wito atau yang dulu terkenal sebagai Lurah Wito di daerah Jogoyudan (Timur Tugu Jogja). Ibu Wito ini berkeliling setiap harinya untuk menjajakan gudeg buatan sendiri. Dengan rasa yang khas, gudeg ini mulai banyak disukai oleh masyarakat Jogja.
Kini Gudeg tersebut telah berada ditangan Sunarni ( pemilik Gudeg Yu Narni ). Dengan mengembangkan usahanya, gudeg Yu Narni kini telah memiliki pelanggan dari beberapa instansi dan wisatawan luar kota, bahkan mancanegara.
” Dulu saya bekerja dengan suami, dibantu oleh 1 orang pembantu. Mulai masak jam 3 pagi dan jam 5 gudeg ini saya jual di warung sebelah utara tugu ” kenang Yu Narni. Usaha rumah makan gudeg ini sudah berjalan hingga 32 tahun, sehingga pelanggannya mulai banyak.
Keunggulan dari gudeg Yu Narni adalah rasa dari gudegnya tidak terlalu manis, ada rasa asinnya sedikit serta menjaga kebersihan dan pelayanan konsumen. “Saya tuh paling gak seneng jika pelanggan kami kecewa. Sehingga saya sangat mementingkan kepuasan dari pelanggan ” ujarnya ketika diwawancarai di tempat tinggalnya di daerah karangasem Jl. Kaliurang Yogya.
Kepedulian Yu Narni terhadap pelanggannya pun ditunjukan dengan selalu membuka usahanya walau keadaan apapun. Meskipun hujan, ada hajatan, atau apapun Yu Narni berusaha untuk membuka usahnya, sehingga pelanggan tidak merasa kecewa karena usahanya tidak berjualan.
Untuk memproses maskan gudeg ini, Yu Narni mengeluarkan dana untuk membeli nangka muda Rp 250.000 per hari, Ayam Rp 400.000 per hari, Tempe Rp 30.000 , Telur Rp 600.000. ” Telur kadang kala saya sering kehabisan, walaupun sudah saya tambah menjadi 1 000 btr namun tetap permintaannya sangat banyak ” ujar Ibu yang memiliki 3 anak ini.
Gudeg Yu Narni kini memiliki 4 outlet yang tersebar di Jogja, yakni di Jl. Kaliurang KM 4 karangasem ( sebelah timur MM UGM, dekat selokan mataram ) sebagai pusat usahanya dan juga sebagai tempat tinggal, Outlet kedua berada Jl. Monjali, yang kini dikelola oleh menantunya dari anak pertamanya, Outlet ketiga berada di sebelah Utara Tugu Jogja, di depan pool taxi, dekat pasar kranggan, sedangkan outlet terakhir berada di Tawangsari Jl. Kaliurang KM 5,5.
” Saya berkeinginan agar anak dan keturunan saya mewarisi usaha saya ini. Kini baru anak pertama saya dan istrinya yang mengelola di Jalan Monjali. Namun untuk kedepannya, saya berharap putri saya yang terakhir dapat mengembangkan usaha ini. Jika memang ingin membuka ke luar kota pun tetap saya dukung ” Jelasnya
Analisa Keuangan
Omset per hari
Hari Libur 500 org x 15.000 : Rp 7.500.000
Hari Biasa 100 org x 15.000 : Rp 1.500.000
Rata – rata omset / bln : Rp 67.500.000
Bahan Baku (40%) : Rp 27.000.000
Laba Kotor : Rp 40.500.000
Biaya Operasional Per Bulan
Gaji Karyawan 14 org : Rp 10.500.000
Overhead : Rp 2.500.000
Biaya Lain – lain : Rp 5.500.000 +
TOTAL Rp 18.500.000
Laba Bersih : Rp 22.000.000
sumber gambar: radio.spin.net.id





kirimin resep gudegnya dong
gudeg is my favourite food
hummm… gudeg ga akan pernah mati
bagi2 resep kunci rasanya dunkkk
matur suwun
bu,saya tertarik untuk usaha ini,boleh kasih tahu resep gudeg yang ibu jual sehari2.maturnuwun
Gimana caranya sy ingin belajar membuka usaha gudeg,anda bisa membantu sy dalam membuka usaha ini maturnuwun.
bu boleh saya minta resep bumbu rahasianya,saya tertarik untuk usaha rumah makan gudeg
Waw..ketemu lagi dengan resep GUDEG. Gudeg boleh hanya punya satu nama thok, tetapi soal selera dan resep sangat beragam. Monggi Ibu, boleh lah ntar kalau singgah ke Jogja, bisa di ICIP-ICIP resep GUDEG RODA. Soalnya, gudeg yg satu ini adl resep kerabat nDalem Kraton yg go public, coz selama ini disimpan saja “diperpustakaan”. Padahal dulu kala menjadi menu favorit keluarga Kasultanan Yogya. Gudegnya memang lain dari yg lain, selera lidah Jakarta dan Surabaya yg kagak suka manis-manis banget tentu masuk. Gudegnya juga bunder kayak roda, unik dan aneh, tapi mak nyuss. :mrgreen:
salam gudeg
bu, tolong kasih tahu bumbu bumbu rahasianya krn saya tertarik mau usaha gudeg jogja, maturnuwun sanget.
bu tolong kasih rahasia bumbu bumbunya untuk seluruh masakan yang dijual oleh ibu.maturnuwun sanget
sangat menolong bagi yang ingin usaha gudeg terutama analisa keuangannya dan jam kerjanya. thx