Usia 21 Tahun, Jody Raup Omzet Rp 35 Juta Dari Bisnis Kue Sus Kering

Jody Baharizki Owner Emmh Snack

Mengawali usahanya di tahun 2015, mulanya Jody mendapatkan ide bisnis kue sus kering ini setelah ia jalan-jalan di pasar Jatinegara.

Hidup merantau di Ibu Kota Jakarta sebagai seorang mahasiswa, agaknya tak membuat Jody Baharizki kesulitan menatap masa depan. Meski saat ini ia masih berstatus sebagai mahasiswa semester 7 di salah satu universitas kenamaan di Jakarta, namun passion yang ia miliki khususnya di dunia entrepreneur justru menuntunnya menjadi pengusaha sukses dengan omzet Rp 35 juta/ bulan meski usianya masih 21 tahun.

Mengawali usahanya di tahun 2015, mulanya Jody mendapatkan ide bisnis kue sus kering ini setelah ia jalan-jalan di pasar Jatinegara.

“Saat saya jalan-jalan ke pasar Jatinegara untuk membeli camilan lebaran, saya melihat banyak jenis snack yang enak dengan kemasan kiloan. Disana saya kepikiran untuk mencoba memberikan nilai jual untuk produk tersebut. Akhirnya saya memilih kue sus kering yang juga menjadi favorit saya sejak kecil,” ungkapnya ketika ditemui di rumah produksinya di Sidoarjo.

Sepulangnya dari Jatinegara, Jody mulai bereksperimen dengan 1 bal kue sus kering. Ia mencoba menambahkan beberapa variasi rasa untuk kue sus kering yang dibelinya di pasar tersebut, dan ia tawarkan ke orang-orang di sekitarnya.

“Saat memberi tester ke orang-orang, kebanyakan reaksi mereka adalah “Emm” “Emmh” “yummm” “enakkk” dari situ saya berpikir dan akhirnya ketemu satu merk “Emmh! Snack” yang berarti snack enak. Kami juga memiliki tagline “Nikmat mana yang aku desahkan” yang semakin mempertajam betapa nikmatnya kue sus kering ini,” tutur Jody.

Tak Jadikan Kuliah Sebagai Penghambat Usaha

Omzet puluhan juta dari bisnis kue sus kering

Dibandrol dengan harga Rp 15.000/ pack, Emmh! Snack memiliki 4 varian rasa yaitu Polos original, Pedas, Coklat isi, dan Manis susu.

Meski tidaklah mudah menjalankan usaha sembari kuliah, tapi Jody tak pernah menjadikannya sebagai penghambat laju bisnisnya. Apalagi Ia harus tinggal di Jakarta untuk menyelesaikan study kuliahnya sedangkan proses produksi bisnis kue sus kering home made ini dilakukan di rumahnya yang berada di Sidoarjo.

“Kendala saya saat ini adalah pada waktu. Apalagi saat ini saya memasuki kuliah semester akhir. Tapi itu tidak saya jadikan alasan yang menghambat perkembangan Emmh! Snack. Saya saat ini di Jakarta dan produksi ada di Sidoarjo. Jadi saya buat sistem kerja tim agar produksi dan pengiriman bisa tetap jalan di Sidoarjo, sedangkan untuk marketing masih saya pegang sendiri,” jelas mahasiswa jurusan Sistem Informasi di Universitas Mercubuana Jakarta ini.

Baca Juga Artikel Ini :
Bisnis Sampingan Kue Kering yang Berawal Dari Hobi
Temukan Passion di Usia Senja, Oma Ina Ciptakan Kue Dari Umbi Garut

Selain masalah pembagian waktu untuk bisnis dan kuliah, Jody juga bercerita bahwa sampai saat ini Ia masih kesulitan untuk mencukupi ketersediaan stok barang. Karena sampai hari ini kapasitas produksi kue sus kering home made baru bisa 100 pack/ hari, sedangkan permintaan agen dan reseller semakin meningkat.

“Kami sering kualahan memenuhi permintaan pasar sehingga kedepan kita ingin menambah kapasitas produksi yang InsyaAllah di tahun 2017 ini sudah bisa stabil memenuhi permintaan,” imbuh pengusaha muda asli Sidoarjo ini.

Gabungkan Keahlian di Bidang IT Dengan Passion Entrepreneur

Emmh! Snack aktif promosi online

Pemasaran online memang sangat efektif, hanya dalam waktu kurang dari setahun Emmh! Snack sudah memiliki 6 Agen dan puluhan Reseller di seluruh Indonesia.

Berbekal keahliannya di bidang IT sesuai dengan jurusan pendidikan yang ia geluti saat ini, Jody mencoba memadupadankannya untuk pengembangan bisnis kue sus kering home made yang ia jalankan. Ia pun membuat sebuah website untuk memasarkan Emmh! Snack dan aktif memanfaatkan sosial media sebagai lapak promosi bisnisnya.

“Pemasaran online memang sangat efektif, hanya dalam waktu kurang dari setahun Emmh! Snack sudah memiliki 6 Agen dan puluhan Reseller di seluruh Indonesia. Kami tidak melayani penjualan eceran. semua pembelian bisa dicari di Agen dan Reseller terdekat di kota kalian. Bisa dicek langsung di website emmhsnack.com atau instagram @emmh.snack,” ucapnya sembari promosi.

Dibandrol dengan harga Rp 15.000/ pack, Emmh! Snack memiliki 4 varian rasa yaitu Polos original, Pedas, Coklat isi, dan Manis susu. Setiap bulannya Jody bisa menjual lebih dari 1.800 pack untuk agen ditambah orderan dari puluhan reseller Emmh! Snack yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Pertengahan Januari 2017, kami akan launching 2 rasa baru yang banyak diminta para konsumen yaitu Greentea dan Strawberry. Jika saat ini banyak pembuat sus kering yang hanya memiliki rasa original dan coklat saja, sus kering home made Emmh! Snack menjadi pioner sus kering berbagai rasa,” jawab Jody ketika ditanya kelebihan produknya dibandingkan pemain lain.

Kendati sus kering Emmh! Snack merupakan produk home made tanpa bahan pengawet, tapi Jody menegaskan produk ini bisa tahan hingga 6 bulan sejak produksi dan pengemasan. “Kami menggunakan kemasan foil yang aman dan praktis untuk dibawa kemana-mana,” jawab Jody.

Kedepannya, ia berharap bisnis kue sus kering ini tidak hanya menghasilkan omzet ratusan juta bagi dirinya, tapi juga memberikan kesuksesan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. “Intinya bisnis Emmh! Snack tidak tentang keuntungan semata. Tapi bisa bermanfaat untuk sekitar,” pungkasnya.

Informasi selengkapnya mengenai “Emmh! Snack” dapat Anda akses dengan cara,

KLIK DISINI

Tim Liputan BisnisUKM