Video Praktisi

Strategi Pemasaran Konveksi Mbojo Souvenir

Terletak disebuah ruko yang berukuran 3m x 5 m, dan dipenuhi oleh pengunjung yang sedang asyik dengan laptopnya.

Terkesan seperti burjo (warung makan bubur kacang ijo), tapi bukan sembarang burjo, karena pengunjung disini rata – rata memiliki laptop semua.

Sambil melakukan browsing, pengunjung memesan minuman dan makanan yang harganya sangat terjangkau. Ya, itulah B-Hot atau singkatan dari Burjo Hotspot.

Wahyu ( 27th ) yang merupakan salah satu dari pemilik dari B-Hot. Lulusan Teknik Informatika UAD (Univ. Ahmad Dahlan Yogyakarta) ini bersama rekan – rekannya membangun sebuah warung makan yang dapat mengaplikasikan bidang pendidikannya.

“Saya memilih burjo sebagai tempat hotspotan karena aplikasi dari burjo itu praktis dan instan. Tidak perlu repot – repot menyediakan berbagai menu makanan dan minuman. Serta pengelolaannya lebih sederhana ” jelasnya.

Wahyu yang telah menikah bulan Maret 2008 kemarin menuturkan, kendala mendirikan usaha ini pada awalnya adalah mencari karyawan. ” Saya sampai keliling Jogja, dan mendatangi burjo – burjo untuk melihat bagaimana kinerja dari karyawanya. Kebetulan pada sebuah burjo saya mendapatkan salah satu karyawan yang ingin bergabung dengan usaha saya ” kata suami dari Ratna Hastari ini.

Menu minuman yang terdapat di warung makan B-Hot ini antara lain : nasi telor, nasi goreng, mie rebus, mie goreng. Untuk variasi minumannya, Es Teh, Es Jeruk, Susu, Kopi, Kopi Susu dan minuman sachetan lainnya. Jadi praktis, B-Hot sendiri hanya menyediakan nasi putih dan 2 macam lauk pauk ( untuk nasi telornya ). Selebihnya berasal dari makanan instan.

Strategi Pemasaran
Keunggulan dari B-Hot ini adalah letaknya yang strategis di daerah kampus, sehingga dekat dengan lingkungan kost – kostan. Selain itu ruangan yang cukup untuk kapasitas 20 – 30 orang pengunjung ini, berada di ruko yang selalu ramai dikunjungi.

Kegiatan promosi yang dilakukan B-Hot ini terbilang cukup sederhana. Hanya menyebarkan brosur – brosur yang disebar ke daerah kost – kostan di sekitar kampus UPN. Dan juga banyak dibantu oleh para konsumen yang memberikan komentarnya di blog atau milis di internet.

Harga yang diberlakukan B-Hot tidak mahal dan terbilang murah untuk katagori sebuah cafe atau warung makan yang menyediakan fasilitas wifi. Untuk minumannya, warung makan ini mematok harga Rp 1.500 – Rp 3.500 setiap jenis. Sedangkan untuk makanannya dijual dengan harga

Pada pengembangannya B-Hot berencana akan membuka cabang di beberapa titik di Jogja, dengan tetap menggunakan nama B-Hot sebagai brand usahanya. Kini B-Hot telah memiliki pelanggan tetap

B-Hot kini telah diliput oleh berbagai media, antara lain stasiun Trans TV, Majalah Kabare Jogja, Koran Harian Jogja, Majalah Kampus UII, dll. Dengan pelayanan buka 24 jam non stop, saat ini B-Hot telah memiliki pengunjung sebanyak 100 – 150 pengunjung setiap harinya.

Jadi, Warung burjo dengan fasilitas hotspot? kenapa tidak. Anda pun bisa menciptakan peluang usaha yang lebih brilian dari ini, siapa tahu dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Selamat berbisnis.

Analisa Keuangan
Omset penjualan
30 hari x @ 750.000              : Rp 22.500.000

Bahan Baku (30%) : Rp 6.750.000

Laba Kotor : Rp 15.750.000

Biaya Operasional
Langganan Speedy                     : Rp 750.000
Gaji 4org Karyawan                   : Rp 3.000.000
Sewa Tempat : Rp 1.000.000
Biaya Lain – lain : Rp 2.500.000
TOTAL : Rp 7.250.000

Laba bersih : Rp 8.500.000
sumber gambar: http://mwahdini.files.wordpress.com/2008/11/image009.jpg