5 Pesan Daniel Mananta “Ubah Mental Cincai” Pengusaha Muda

5 Pesan Daniel Mananta Di usianya yang masih cukup muda, presenter yang kini juga tengah menggeluti bisnis fashion, Daniel Mananta ternyata tak hanya sukses di dunia hiburan saja. Kiprahnya yang kini menjadi CEO dan pendiri brand fashion “Damn I Love” Indonesia ini berhasil mencuri perhatian pasar lokal dan internasional.

Pria yang akrab dipanggil Daniel ini mencoba menyalurkan rasa cintanya terhadap Indonesia, melalui brand fashion yang ia ciptakan. Terbukti, kreativitas yang ia tuangkan pada dunia bisnis yang ia geluti saat ini mendapatkan apresiasi yang sangat bagus dari kalangan masyarakat luas.

Daniel mengungkapkan bahwa sekarang ini sudah saatnya generasi muda untuk all out ketika hendak terjun di dunia usaha. Sudah bukan jamannya pengusaha muda Indonesia bermental cincai. “Mental cincai, mental kompromi, itu yang harus diubah dari mindset kita,” kata Daniel dalam konferensi pers The Big Start Indonesia.

Berikut adalah 5 pesan Daniel Mananta buat kamu para pengusaha muda, untuk ubah mental cincai yang ada pada dirimu.

Pertama,

Menurut Daniel, salah satu kekurangan pengusaha muda Indonesia adalah implementasi ide cemerlang yang kurang maksimal, sehingga hasil yang didapat juga setengah-setengah. Contohnya banyak produk keren buatan anak bangsa yang tampilan casing (kemasannya) kurang menarik, alhasil tenggelam di pasar.

Kedua,

Pengusaha muda Indonesia juga harus punya mental untuk berani bermimpi setinggi langit dan berani bersaing dengan banyak kompetitor, termasuk menghadapi pesaing dari luar negeri. Sayangnya kebanyakan orang Indonesia tidak percaya diri, sehingga potensi yang ada hanya akan terkubur tanpa ada yang tahu kekuatan mereka.

Ketiga,

Jangan sepelekan internet, karena pengusaha muda Indonesia bisa bersaing secara global dengan bantuan internet. Melalui internet, Daniel kini telah berhasil mengirimkan produk Damn! I Love Indonesia ke berbegai negara. Internet memudahkannya jangkau pasar yang lebih luas. “Jadi gue percaya diri banget sebagai anak muda bisa berkompetisi dengan market global,” kata Daniel.

Keempat,

Segera beraksi dan jangan terlalu banyak menganalisa. Boleh-boleh saja melakukan survey terlebih dahulu sebelum terjun di dunia usaha, tapi jangan sampai kamu terlalu banyak menganalisa sehingga aksi yang harusnya segera dimulai justru hanya terus ditunda sampai akhirnya dibatalkan. “Buat riset sederhana dan lakukan saja dulu,” imbuhnya.

Kelima,

Sebagai pengusaha, kegagalan memang menjadi risiko. Tapi kamu harus bisa melihatnya dari segi positif sebagai calon pengusaha sukses, karena gagal bisa dijadikan pembelajaran. Kalau tidak mau gagal, tentu kita juga tidak pernah bisa belajar.

So, tunggu apalagi? Kalau Daniel Mananta bisa, kamu pun juga bisa! Mulailah dari langkah kecilmu untuk rengkuh kesuksesanmu. Salam sukses!

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba