Manajemen UKM

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Kerajinan Tangan?

tips bisnis kerajinan tanganDari sekian banyak industri kreatif yang berkembang di Indonesia, bisnis kerajinan tangan merupakan salah satu bidang usaha yang tak pernah ada matinya. Meski produk kerajinan bukan menjadi barang kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, namun seiring dengan meningkatnya daya beli konsumen di negara kita, sekarang ini produk kerajinan tangan laris manis diserbu konsumen dari berbagai jenis kalangan masyarakat. Tak heran bila belakangan ini pertumbuhan bisnis kerajinan tangan juga mulai mewabah di berbagai penjuru daerah.

Nah, untuk menjawab kesulitan para pemula yang tertarik terjun di bisnis kerajinan tangan. Kali ini saya (Ajeng Galih Sitoresmi) selaku penggagas komunitas Poyeng dan pemilik workshop Poyeng Knit Shop, akan memaparkan bagaimana cara memulai bisnis kerajinan tangan?

Saya menganggap ada dua jenis pebisnis kerajinan (craft). Yang pertama yaitu pebisnis craft yang membuat barang secara masal, dan yang kedua adalah pebisnis “craft indie”.

Yang dimaksudkan dengan pebisnis craft masal bisa dibilang adalah mereka yang mengutamakan profit dan penjualan yang banyak dalam sistem kerjanya. Biasanya melibatkan modal besar, membuat dengan mesin, dan berusaha sebisa mungkin melakukan efisiensi bahan dan mutu.

Sedangkan pebisnis craft indie biasanya menyeimbangkan idealisme dan kebutuhan mencari profit. Crafter yang satu ini lebih menyukai membuat kerajinan secara manual dan personal, termasuk dalam pemilihan model dan bahan pun sesuai keinginan hati. Dan biasanya memiliki strategi sendiri dalam memasarkan produknya.

Kita adalah Pebisnis Craft Indie

Ada dua cara yang ditempuh pebisnis craft indie dalam berjualan, yakni membuat berdasarkan pesanan atau membuat sesuai keinginan sendiri lalu kemudian dilaunching pada tanggal tertentu yang sudah diberitahukan sebelumnya kepada para pelanggannya.

Dari pengalaman teman-teman yang sharing di bisnisUKM.com, tampaknya kesulitan yang mereka hadapi adalah membuat craft sesuai keinginan hati sambil tetap mengerjakan kerajinan yang telah dipesan oleh calon konsumen. Keterbatasan waktu merupakan masalah utamanya. Jadi, apabila Anda ingin memproduksi produk kerajinan secara rutin, mau tak mau Anda harus membatasi penerimaan pesanan agar ada waktu membuat produk rutinmu, atau membagi tugas dengan rekan kerja.

Strategi Pemasaran Bisnis Kerajinan Tangan

Untuk tempat memasarkan produk kerajinan, cobalah dengan menggunakan media jejaring sosial semaksimal mungkin. Tapi tidak perlu memakai semuanya sekaligus, cukup satu atau dua tapi harus konsisten bisa mengelolanya secara rutin. Apakah itu via Facebook page dan blog sebagai pendukung, atau berjualan hanya via instagram pun bisa laris kok. Tetapkan juga satu cara tetap yang dipakai untuk menghubungimu, apakah order via email, atau via sms/bbm dan pisahkan dari nomor pribadimu. Namun, saya sarankan jangan memakai facebook profile untuk berjualan, selain pelanggan repot karena harus add dulu dan repot mengelolanya, juga menyalahi peraturan dari facebook sendiri.

Kelebihan dari berbisnis secara online adalah menghilangkan batas wilayah dari calon pelanggan yang mungkin bisa Anda raih. Dengan presentasi yang baik dan konsistensi, pelanggan akan datang dengan sendirinya. Jadi pastikan foto produk yang di-upload sama bagusnya dengan produk asli jika dilihat langsung. Dan berikan pelayanan terbaik untuk pelangganmu (jangan pernah marah atau mengeluh secara langsung maupun secara tertulis kepada pelanggan).

Pastikan juga Anda menghargai karyamu. Artinya jangan terlalu murah memberi harga karena produk handmade beda dengan buatan mesin, jangan takut jika ada yang menganggapnya kemahalan sepanjang Anda merasa harganya sudah sesuai. Tapi pastikan juga kualitas craft-mu sudah semaksimal mungkin sesuai dengan harga yang Anda tentukan.

Contohnya : Poyeng dulu juga dimulai dari facebook page dan blog (memakai email sebagai penghubung dengan pelanggan), lalu akhirnya setelah mampu, lanjut ke membuat website dan workshop offline. Sampai sekarang pun Poyeng hanya membuat kerajinan rajut dari pesanan saja. Dan baru merencanakan menambah divisi untuk rajutan yang tinggal beli karena sudah ada asisten yang bisa membantu menghandle pesanan.

Inti dari berbisnis craft indie adalah tetap berbisnis dengan senang. Membuat craft dari dalam hati dengan kualitas seperti untuk dipakai sendiri tanpa kehilangan idealisme dengan memperoleh profit sebagai ‘bensin’ yang menjaga bisnis tetap berjalan. Jadi tetap semangat berkarya dan tetap bersikap profesional yah, karena selain berperan sebagai crafter, kita juga seorang pebisnis.

Semoga bisa membantu.

ajeng galih sitoresmi expert bisnisukm.com
Ajeng Galih Sitoresmi

Establishing Business

Poyeng Knit Shop – Workshop dan Komunitas Rajut

Dunia rajut bukanlah hal yang asing bagi Ajeng Galih Sitoresmi. Beliau yang menggemari rajut sejak duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama tersebut dikenal sebagai penggagas Komunitas Poyeng, yang mewadahi para penghobi rajut di Yogyakarta. Berawal dari hobi inilah beliau yang pernah mengenyam studi komunikasi di UGM menemukan passion dalam bidang bisnis yang sekarang ditekuni.

Sumber gambar : http://www.familyholiday.net/wp-content/uploads/2013/04/Homemade-Craft-Gift-Ideas-For-Mothers-Day_40.jpg