Bisnis Keju Rumahan Sekaligus Berdayakan Ibu Rumah Tangga

Bisnis keju rumahan memang menarik untuk dikembangkan, apalagi untuk kalangan womanpreneur yang bisa mengembangkan bisnis sembari menjalani aktivitas lain. Siapa sih yang nggak kenal sama keju? Produk olahan dari susu ini sangat populer di dunia termasuk di Indonesia. Penggemar dari olahan keju ini juga beragam, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Ciri khas dari keju ini citasaranya gurih serta mengandung vitamin A, B12, dan C, kalsium, seng, fosfor, zat besi, kalium. Konsumsi keju di Indonesia terus meningkat, seiring makin banyaknya makanan yang menggunakan keju sebagai bahan bakunya. Mulai dari aneka kue, berbagai minuman, sampai makanan berat seperti ayam geprek mozarella.

Meski bukan  makanan asli Indonesia, tapi kepopuleran keju di Indonesia sudah dikenal sejak lama. Berbagai makanan tradisional pun seringkali menggunakan tambahan keju untuk memperkaya dan menambah kenikmatan rasanya. Begitu juga dengan pelaku bisnis kuliner seperti kafe atau restoran modern dan sejenisnya, keju menjadi bahan makanan yang wajib tersedia. Alasannya karena sebagian besar menu makanan di sana pastinya menggunakan produk keju sebagai bahan pembuatan berbagai menu yang ditawarkan. Dengan melihat begitu diperlukannya produk keju di pasaran, maka peluang bisnisnya juga makin terbuka lebar. Termasuk untuk bisnis keju rumahan.

Kalau selama ini mungkin masih banyak orang yang mengenal keju dari produk industri perusahaan multinasional atau produk pabrikan bahkan hasil impor, sebenarnya ada juga produk keju yang dihasilkan oleh industri rumah tangga atau dikenal juga dengan sebutan keju homemade. Bisnis keju rumahan justru dari segi hasil produk bisa dikatakan lebih berkualitas. Karena jumlah produksinya sedikit, jadi bahan yang digunakan sesuai takaran keju yang sempurna. Hal ini diakui oleh Ruri dan Cahya selaku pengelola Rumah Keju Jogja bahwa keju yang selama ini kita kenal itu keju olahan, bukan keju asli. Keju itu terbuat dari 99,9% susu, ditambah bakteri baik, enzim rennet, dan garam. Sementara keju olahan itu paling tinggi hanya 16% untuk kandungan susunya.

Peluang Bisnis Keju Rumahan

Sebenarnya dengan perkembangan dan pergeseran selera di pasar saat ini, suplai keju yang ada di pasar kurang mampu memenuhi seluruh kebutuhan. Ragam yang masih terbatas membuat peluang bisnis keju rumahan masih sangat besar. Apalagi dengan tren bisnis kuliner yang sudah bergantung pada keju sebagai bahan baku pembuatan menu makanan yang ditawarkan. Sekarang juga makin banyak pelaku bisnis kuliner yang membutuhkan keju dengan spesifikasi khusus yang bersifat natural dan alami. Jadi, pasar dari bisnis keju rumahan ini tentu saja punya prospek yang cerah. Beberapa keju komersial dari pabrik-pabrik besar cenderung menggunakan bahan tambahan macam pewarna, tepung hingga pengawet dalam memproduksi keju. Sementara keju murni terutama mengandalkan faktor alam dalam mendukung hasil produksi adalah keju kualitas terbaik.

Sejalan dengan Rumah Keju Jogja yang bisa dibilang sebagai bisnis keju rumahan atau home made ini juga ingin menyasar pasar yang memang membutuhkan keju alami berkualitas. Sebelum tumbuh menjadi bisnis keju rumahan, Rumah Keju Jogja pada awlanya adalah komunitas orang-orang yang tertarik untuk belajar membuat keju. Ada 120 orang yang tergabung pada tahun 2017 diawali dengan mengadakan workshop keju home made. Setelah pelatihan pertama kemudian mengerucut menjadi 50 orang dan pada akhirnya tersisa 20 orang yang secara konsisten belajar dan saling bertukar pikiran untuk mengembangkan Rumah Keju Jogja. Di tahun 2018 itulah Rumah Keju Jogja berjalan untuk menjadi bisnis berbasis sociopreneur dengan tujuan menguatkan ketahanan pangan lokal.

“Rumah Keju Jogja ini tujuannya nggak cuma profit oriented, tapi juga inginnya berdampak ke orang-orang dan lingkungan sekitar. Mulai dari membantu dari sisi pengetahuan atau edukasi sampai pemberdayaan dan nantinya berujung pada kemandirian finansial. Secara bertahap mulai dari anggota komunitas, kemudian ke para peternak, dan kemudian ke lini lainnya termasuk orang awam untuk diajak mengenal keju dan bagaimana menjadikannya sebagai produk yang bernilai sekaligus peluang usaha” ujar Ruri selaku ketua dari Rumah Keju Jogja.

Mengembangkan Bisnis Keju Rumahan

Sesuai dengan tujuan awal dari dibentuknya Rumah Keju Jogja, bisnis keju rumahan yang satu ini memang ingin memberikan dampak yang baik ke lebih banyak orang. Bukan sebatas anggota saja. Tapi juga para peternak sapi dan juga kambing yang diajak untuk bermitra sebagai pemasok susu untuk bahan baku utama pembuatan keju. Berlokasi di Sleman, Yogyakarta, Rumah Keju Jogja menjalin kerjasama dengan para peternak sapi dan kambing di kawasan kaki gunung merapi. Untuk menghasilkan keju alami yang berkualitas memang memerlukan susu yang juga berkualitas.

“Selama ini mungkin kita itu misleading soal keju ya. Keju yang kita konsumsi itu bukan keju yang sebenarnya, tapi itu adalah keju olahan. Dari hal ini kita belajar bahwa keju itu dibuat dari 99,9% susu, ditambah bakteri baik, enzim rennet, dan garam. Sementara untuk keju olahan kandungan susunya paling tinggi hanya 16%. Pengetahuan kita kurang tepat, padahal susu sapi melimpah, apalagi di lereng merapi ini dimana sapi diberi pakan hijauan yang menghasilkan susu sapi yang berkualitas,” tambah Cahya.

Sudah berjalan kurang lebih selama dua tahun, bisnis keju rumahan Rumah Keju Jogja atau Kejugja ini sudah memiliki produk keju berkualitas sebanyak sembilan jenis. Keju yang diproduksi juga dibagi menjadi dua jenis berdasarkan proses pengolahannya. Pertama adalah fresh cheese yang diproduksi tanpa memerlukan waktu lama. Kemudian yang kedua adalah aging cheese yang butuh waktu lebih dari satu bulan untuk proses pembuatannya. Sembilan jenis keju yang diproduksi bisnis keju rumahan Kejugja ini adalah mozarella, cheddar, cream cheese, riccotta, halloumi, feta, goat halloumi, brie, dan gouda cheese.

“Kalau anggota aktif Rumah Keju Jogja itu fokus di produksi kejunya. Sedangkan untuk yang lain fokus di pengolahan keju menjadi makanan siap konsumsi. Mulai dari stik mozarella, bakpia, castengel, lasagna, dan makanan lainnya. Inilah yang bentuk usaha kami untuk menjadi bisnis yang juga berbasis sociopreneur. Memberdayakan untuk mencapai kemandirian,” ucap Cahya.

Harapan ke Depan

Ke depannya Rumah Keju Jogja punya rencana untuk memberikan dampak baik ke lebih banyak orang. Fokus mereka adalah untuk edukasi bahwa dari bisnis keju rumahan seseorang bisa mencapai kemandirian dan membantu banyak lini dalam jalinan kemitraan. Mulai dari peternak sampai penyalur akhir skala rumahan. Kejugja juga Lebih ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sumberdaya lokal untuk membuat produk keju yang berkualitas.

Selain punya visi dan misi yang jelas, Kejugja pada dasarnya juga sudah punya ciri khas dan value yang kuat untuk produk-produk keju yang dihasilkan. Sejak dari awal, Kejugja sudah menerapkan sustainable. Susu sudah beli dengan harga yang wajar dari peternak. Proses produksi hanya dengan bahan alami, tidak memakai bahan chemical. Diolah secara artisan dan handmade.

Itulah kisah perjalanan bisnis Rumah Keju Jogja @rumahkejujogja yang semoga bisa menjadi inspirasi untuk kamu dalam menjalankan bisnis. Bagikan juga tulisan ini ke teman kamu yang lain supaya makin banyak orang yang terdorong untuk memulai bisnis.

Ikuti terus kisah menarik dari perjalanan para pelaku bisnis lainnya hanya di BisnisUKM.com

Apakah kamu tertarik untuk mencoba bisnis keju rumahan?

Leave a Comment