Bisnis Variasi Foodcourt Dengan Suasana Alami

bisnis-variasi-foodcourt

Keberadaan foodcourt atau restoran yang memiliki beberapa outlet makanan/menu (seperti kantin) saat ini sudah mulai banyak yang menyukai. Resto ini paling banyak kita temukan kehadirannya di mal – mal kota besar. Namun pada tahap perkembangannya, kehadiran Rumah Makan dengan sistem foodcourt ini sudah mulai dilirik beberapa masyarakat yang ingin membuka usah rumah makan. Alasan membuka dengan sistem foodcourt ini biasanya karena lebih mudah dalam pengadaan menu masakannya. Selain itu, menu yang ditawarkannya pun bervariasi sehingga konsumen akan memiliki banyak pilihan masakan.

Konsumen
Salah satu Rumah Makan yang menggunakan sistem foodcourt ini adalah Joglo Resto yang terletak di Jl. Colombo No.9A Samirono Yogyakarta atau tepatnya di depan GOR UNY. Joglo Resto didirikan pada bulan Juli 2006 yang lalu, hadir dengan konsep alaminya mampu memberikan kenyamanan bagi para konsumen yang rata – rata dari kalangan mahasiswa dan juga orang – orang kantoran, serta masyarakat umum. Keinginan menampilkan suasana yang nyaman dan sejuk bagi pengunjungnya, terbukti dengan konsep interior dan bangunannya yang menonjolkan suasana alam. Sehingga menarik para konsumen untuk makan di foodcourt Joglo Resto.

Kelebihan dan kekurangan bisnis foodcourt
Menurut pihak manajemen Joglo Resto, konsep foodcourt lebih memudahkan konsumen memilih dalam hal menu masakannya. Sehingga pihak Joglo Resto dapat memastikan bahwa pengunjung disini lebih banyak daripada usaha rumah makan biasa. “Keunggulan sistem foodcourt adalah para pemilik outlet tidak perlu repot – repot melakukan promosi dan publikasi, karena itu semua sudah kita lakukan. Sehingga para pemilik outlet hanya fokus pada menu masakan yang menjadi unggulannya saja “Yana Edi Kurniawan sebagai salah satu pihak manajemen Joglo Resto.

Selain itu, keunggulan sistem foodcourt di Joglo Resto ini adalah sistem biaya sewanya mengikuti jumlah pendapatan masing – masing outlet. ” Sistem biaya sewa dengan sistem bagi hasil sebesar 10% ini dirasakan tidak memberatkan outlet. Sehingga jika pada suatu waktu outlet tersebut mengalami penurunan omset, maka biaya sewanya juga mengalami penurunan ” dijelaskan juga oleh Rima. Selain itu juga, pihak manajemen Joglo Resto memberlakukan biaya operasional harian sebesar Rp 40.000 setiap outlet.

Joglo Resto saat ini memiliki sekitar 8 outlet yang berdiri pada lahan seluas 500m2, dimana setiap outletnya memiliki luas sebesar 3x4m2. Dalam manajemen resto, setiap outlet diperbolehkan menawarkan menu yang menjadi keunggulannya. ” Menu yang disarankan adalah menu masakan pada umumnya, karena pengunjung disini rata – rata memilih menu seperti ayam, bebek, seafood dll ” jelas Yana.

Namun pada sistem foodcourt juga memiliki kekurangannya, karena strategi promosi yang kita lakukan tidak bisa bekerja secara maksimal. Hal ini disebabkan dalam rumah makan tersebut, terdapat beberapa outlet lainnya yang juga bisa memperoleh penjualan dari konsumen yang kita ajak. Sehingga dari program yang kita lakukan, kemungkinan untuk meningkatkan penjualan hanya sekitar 40% – 50% saja.

Pemasaran
Sebagai informasi, jumlah pengunjung Joglo Resto setiap harinya berkisar antara 100-200 orang, jika hari libur atau musim liburan bisa mencapai 300 orang setiap harinya. Dengan demikian, setiap outlet yang terdapat di Joglo Resto secara tidak langsung dapat menikmati keuntungan yang didapat. “Karena itu setiap outlet disini tidak perlu repot – repot melakukan promosi atau publikasi untuk mendatangkan pengunjungnya. Sehingga meminimalisir biaya operasional dan kemungkinan adanya kerugian akibat tidak adanya pengunjung juga dapat dihindarkan” ungkapnya.

Selain itu program promosi yang dilakukan pihak manajemen Joglo dalam membantu mengembangkan usaha foodcourt ini adalah dengan mempublikasikan Joglo Resto di media cetak dan stasiun TV Lokal. Manajemen Joglo Resto juga mengadakan kerjasama dengan pihak Enterteinment dalam road show di Jogja untuk mengadakan kegiatan di Joglo Resto.

“Kita selalu mengadakan perubahan dan perbaikan dalam pelayanan kepada konsumen. termasuk salah satunya menghadirkan live musik secara reguler. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik pengunjung yang lebih banyak lagi, sehingga akan membantu outlet yang ada disini ” dijelaskan Yana.

Untuk outlet yang ingin melakukan program promosi, pihak manajemen juga tidak melarangnya. “Kami sangat terbuka dengan para pemilik oulet yang ingin melakukan program promosi atau publikasi yang dilakukan mereka sendiri. Seperti halnya kemarin, Salah satu outlet kami juga melakukan promo dan publikasi melalui televisi lokal, sehingga konsumen akan lebih mengetahui keberadaannya dan produk unggulannya ” diungkapkan Yana.

Pihak manajemen Joglo Resto akan selalu melakukan kontrol terhadap kualitas masakan dari masing – masing outlet. Salah satu bentuk kontroling tersebut adalah dengan selalu memesan masakan secara acak dari setiap outlet secara bergilir, selain itu pihak manajemen juga menerima segala keluhan dan masukan dari para konsumen.

Tips Sukses
Untuk memperbaiki dan mengembangkan Joglo Resto, pihak manajemen selalu mengadakan kegiatan evaluasi setiap bulan yang terdiri dari seluruh karyawan dan owner masing – masing outletnya. ” Dengan diadakannya evaluasi bulanan ini, diharapkan adanya masukan atau evaluasi yang bisa dikembangkan oleh pihak manejemen Joglo Resto ” ujar Yana.

Persiapan yang harus dilakukan bagi anda yang berminat dalam membuka usaha rumah makan melalui sistem foodcourt adalah memiliki menu masakan yang berkualitas. ” Yang perlu diperhatikan jika kita berminat untuk menempati salah satu outlet di Joglo Resto ini adalah memiliki keahlian dalam masakannya. Dalam arti memiliki keunggulan masakan dan dapat menjaga citra rasa masakannya ” jelasnya. Berikut kami berikan contoh analisa ekonomi bisnis variasi foodcourt dengan suasana alami.

Analisa Ekonomi
Biaya Investasi
Pendaftaran Awal           : Rp   950.000
Peralatan                  : Rp 1.500.000
Pembelian Bahan Baku       : Rp 3.000.000
TOTAL                      : Rp 5.450.000

Analisa Laba Rugi Outlet
Omset per Bulan            : Rp 8.800.000
Bahan Baku                 : Rp 3.000.000
Gaji Koki / Dapur          : Rp 1.500.000
Biaya Sewa 10%             : Rp   880.000
Biaya Operasional Harian   : Rp 1.200.000
TOTAL                      : Rp 6.580.000

Laba Bersih per bulan      : Rp 2.220.000

(Sumber:Tim BisnisUKM)
Sumber gambar: Dok. Joglo Resto

7 Comments

  1. oh iya, maaf, dan juga saya sangat perlu informasi nya mengenai tempat2 sewa yg terjangkau oleh saya, dalam arti sewa dalam durasi per-Month saja..

  2. singkat kata saja..
    saya ingin bantuan nya untuk dimana sekira nya tempat yang pas dan prospek nya bagus utk penjualan bakso ?????
    hubungi ponsel saya, saya serius dan terdesak, terimakasih..
    021-98888508

  3. Gimana caranya sewa foodcourt…sewa/thn brp…rencana ingin buka baso bakar…bisa minta info….?

  4. gmn caranya mendapatkan outletnya? apa kita cari tempat sendiri.apak ada suppliernya.
    mohon infonya.thx.

Comments are closed.