Desa Wisata Mulai Berkembang di Pulau Bali

wisata di baliMengupas sisi keindahan Pulau Bali memang tak akan pernah ada habisnya. Indahnya pesona alam di Pulau Bali seakan menjadi magnet bagi para wisatawan lokal maupun internasional untuk mengunjungi sederet lokasi wisata di Pulau Bali.

Selain pantai Kuta dan Sanur yang pesonanya telah diakui mata dunia, sekarang ini sejumlah pedesaan di Pulau Bali telah disulap menjadi kawasan desa wisata yang menawarkan paket wisata menarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut. Tingginya kekayaan alam dan kuatnya warisan budaya yang melekat di kalangan masyarakat, menjadi daya tarik bagi sejumlah wisatawan untuk mengenal lebih dekat setiap sudut Pulau Bali.

Bahkan, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, hampir seluruh daerah pedesaan di Provinsi tersebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan desa wisata. Namun, gagasan tersebut tentunya juga harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat setempat untuk mempersiapkan segala fasilitas pendukung, sumber daya manusia yang memadai, dan sejumlah paket pelayanan menarik yang ditawarkan kepada setiap wisatawan.

Saat ini, sedikitnya sudah ada tujuh desa wisata mulai berkembang di Pulau Bali. Sebut saja seperti Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Desa Wisata Jasri yang terdapat di Kabupaten Karangasem, Desa Wisata Budakeling yang juga terletak di Kabupaten Karangasem, Desa Wisata Bedulu di Kabupaten Gianyar, Desa Wisata Blimbingsari yang berlokasi di Kabupaten Jembrana, Desa Wisata Pancasari yang masuk ke Kabupaten Jembrana, serta Desa Wisata Pinge yang memanfaatkan lahan di Kabupaten Tabanan.

Setiap kawasan tersebut tentunya memiliki keunggulan masing-masing, seperti misalnya Desa Wisata Penglipuran yang populer dengan deretan rumah tradisional khas Bali yang tertata rapi dan sampai saat ini masih terpelihara dengan sangat baik. Desa Wisata Jasri terkenal dengan budaya Perang Apiatau Terteran, yang merupakan salah satu tradisi kuno masyarakat Bali sebagai rangkaian upacara peringatan Hari Raya Nyepi. Atau bisa juga mengunjungi Desa Wisata Pancasari yang unggul dengan hasil buminya berupa sayur-sayuran seperti kentang, kubis, wortel, serta paprika.

Dengan menggarap seluruh daerah pedesaan di Pulai Bali sebagai kawasan desa wisata, pemerintah setempat ingin memeratakan perekonomian masyarakat agar daerah wisata di Pulau Bali tidak hanya terpusat di daerah kota saja.

kuliner khas bali

Desa Wisata Turut Populerkan Kuliner Bali

Disamping menawarkan panorama alam dan budaya tradisional setiap desa, Pemerintah Provinsi Bali juga ingin mempopulerkan kuliner daerahnya di mata dunia. Tak kalah beragam dengan tradisi adat yang mereka miliki, aneka macam kuliner bali juga menawarkan citarasa yang tiada duanya.

Misalnya saja seperti kuliner khas Bali yang digemari wisatawan lokal maupun mancanegara antara lain ayam dan bebek betutu, sate lilit, entil, mengguh kedongkol, siobak khe lok, serombotan, jukut ares, bubuh injin, dan lain sebagainya.

Ramainya jumlah wisatawan yang berbondong-bondong datang ke kawasan desa wisata Pulau Bali, tentunya menjadi salah satu ajang bagi masyarakat setempat untuk mulai memperkenalkan kuliner khas Provinsi Bali ke khalayak ramai. Bahkan, di Daerah Ubud Bali terdapat paket wisata di sejumlah cottage atau restoran yang memberikan fasilitas cooking class (kursus memasak singkat) bagi para konsumennya yang tertarik mempelajari kuliner Bali.

Terbukti, program tersebut cukup efektif untuk memperkenalkan aneka macam kuliner Bali di kalangan masyarakat luas dan mendapatkan respon yang cukup positif dari wisatawan lokal maupun internasional yang berkunjung di kawasan desa wisata tersebut.

Melihat begitu banyaknnya potensi bisnis yang tersebar di Provinsi Bali, semoga kedepannya perekonomian masyarakat setempat bisa lebih meningkat dan kesejahteraan warganya bisa merata dari penjuru kota hingga ke pelosok-pelosok desa. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber gambar :
1. http://4.bp.blogspot.com/_AvCI9AdGdE8/TMYDjz3McHI/AAAAAAAAA7c/2uPAncSzGIk/s1600/tamanayun5.JPG
2. http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/news/sate%20lilit%20ayam.jpg

1 Komentar

Comments are closed.