Ide Bisnis Kreatif Dari Sop Sayuran Instan

Bisnis sop sayuran keringMelihat hasil pertanian berupa sayuran yang sangat melimpah di Desa Nglandiyung Kab. Cianjur yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango membuat Ika Rosmalasari (34) dan Enung Nuraeni (37) sangat bangga. Namun kebanggaan akan hasil pertanian tersebut berubah menjadi keprihatinan ketika melihat sayuran yang  tidak habis terjual yang akhirnya menumpuk dan menjadi sampah.

Dari kondisi itulah akhirnya pada bulan Agustus tahun 2012 mereka bersama dengan sekelompok ibu-ibu dan didampingi petugas dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memunculkan sebuah ide bisnis kreatif. Sayuran yang tidak laku terjual mereka keringkan kemudian mereka inovasi menjadi Sop Sayuran Instan. Dengan begitu sayuran yang biasanya hanya menjadi sampah busuk kini bisa bernilai jual tinggi.

Ide bisnis kreatif itu muncul selain karena melihat banyaknya hasil pertanian yang melimpah, mereka juga ingin membantu masyarakat sekitar TNGGP dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Caranya dengan berkreasi memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di lingkungan sekitarnya menjadi sumber pendapatan atau penghasilan mereka. Dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di desa penyangga diharapkan dapat meminimalisir gangguan dan kerusakan hutan TNGGP.

Mereka berdua bersama kelompok ibu-ibu yang mendeklarasikan dirinya menjadi Kelompok INDUNG (yang berarti Ibu-Ibu dari Desa Nyalindung) berhasil membuat Sop Sayuran Instan, minuman kesehatan “Selmadu” yaitu minuman jus seledri, lemon dan madu yang selain segar, menyehatkan juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Menggunakan modal usaha sebesar Rp 200.000,00 mereka kini bisa mendapatkan omset Rp 1.500.000,00 setiap bulannya. Hanya dengan memanfaatkan sayuran yang tidak habis terjual mereka bisa menghasilkan produk sop sayuran instan dan minuman kesehatan dengan harga jual produk Rp 15.000,00/ cup. Karena masih menggunakan alat yang sederhana, setiap harinya mereka berhasil memproduksi 20-60 cup.

Bisnis kreatif sop sayuran instan dan minuman selmadu memang belum begitu berkembang, mengingat pangsa pasar masih sangat terbatas, oleh karena itu mereka sangat mengharapkan para stakeholders untuk dapat mempromosikan produk tersebut. Mereka juga sangat berharap adanya stakeholders terkait yang dapat membantu kami dalam pengurusan ijin usaha makanan, label halal dan memasukkan produk-produk kami menjadi produk unggulan di supermarket.

Selain pangsa pasar yang masih terbatas, kendala lain yang mereka hadapi dalam menjalankan bisnis tersebut adalah bisnis yang sulit berkembang karena kurangnya tanggung jawab dari masing-masing anggota. Untuk mengatasi hal tersebut mereka selalu melakukan sharing dengan difasilitasi oleh pendamping dari TNGGP dan aparat desa sehingga anggota kelompok dapat tetap solid dan selalu kompak.

Melalui wawancara bersama tim liputan bisnisUKM mereka mengaku senang dan bersyuruk dengan perkembangan bisnisnya. “Kemenangan terbesar dalam bisnis kami yaitu dapat memanfaatkan potensi sumberdaya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi. Selain itu, kami juga sangat bangga, karena kreativitas kami dapat mendatangkan para pengunjung mancanegara untuk dapat berkunjung ke Desa Nyalindung dan melihat produk kami”.

Meskipun keuntungan yang mereka dapatkan belum begitu besar, namun mereka selalu yakin dengan memanfaatkan potensi serta memaksimalkan kreasi dan inovasi, InsyaAllah kesuksesan akan menanti.

Tim Liputan BisnisUKM.

3 Komentar

  1. Mantep ibu-ibu INDUNG inovasi nya keren banget. untuk kemajuan saan ini inovasi ini pasti berkembang dengan pesat, pengen silaturahm alamat nya dmna ya

Comments are closed.