Inspirasi Bisnis Mie Pedas: Tidak Turun Pamor Hingga Bertahun-tahun!

Kompasiana.com

Inspirasi bisnis kali ini akan membahas sosok-sosok di balik ketenaran mie pedas di Indonesia.  Tekstur mie kenyal dengan bumbu merah yang menjadi keunggulan utama menarik perhatian banyak masyarakat, terutama kalangan anak muda. Bahkan hingga sepuluh tahun, usaha kuliner ini tidak pernah kehilangan pamor dengan rasa pedas-asinnya. Inovasi nama menu serta level kepedesan yang beragam masih digandrungi oleh banyak orang.

Mengulik tiga tokoh utama dalam bisnis kuliner yang satu ini bisa memberi inspirasi untuk kamu mulai mempertimbangkan mie pedas sebagai usaha rumahan.  Di akhir tulisan ada juga resep-resep mie pedas yang bisa kamu coba. Yuk simak artikelnya!

Pioneer Bisnis Mie Pedas Gemmy (Mie Kober Setan)

Travelingyuk.com

Membahas usaha bisnis mie pedas tidak lengkap rasanya tanpa menyebut sosok yang satu ini.  Aris Ardiansyah atau biasa dipanggil Gemmy adalah pelopor pembuatan mie pedas di Indonesia, lho! Ia terinspirasi membuka usaha mie pedas bersama teman-temannya dari Komunitas Bermain (Kober) yang berdiri di Malang. Sering berkumpul dan berbagi ide, Gemmy dan kawan-kawan berinisiatif  untuk mendirikan Kober Mie Setan pada 2010. Ide utamanya adalah mengubah mie cwiemie, makanan khas Malang ini, menjadi mie pedas. Hingga 2018, Kober Mie Setan telah melebarkan sayapnya ke beberapa kota seperti Surabaya. Gresik, Kediri, Jember hingga Bali. Totalnya, kuliner satu ini telah memiliki 24 cabang.

Sebagai pioneer mie pedas, resiko yang dihadapi Gemmy adalah kemunculan pesaing dengan menu sejenis. Akan tetapi menurut Gemmy, kemunculan kompetitor adalah hal yang biasa. Yang perlu dilakukan oleh pengusaha kuliner untuk  mengikat pelanggan tetap adalah dengan menjaga kualitas makanan. Dedikasi Gemmy untuk melebarkan sayap bisnisnya membuat Mie Kober Setan menjadi salah satu tempat yang direkomenasikan untuk para pemburu mie pedas.  

Inspirasi Bisnis Mie Setan Freddy Abdullah

Kumparan.com

Ragam rasa makanan yang cenderung pedas asin memang banyak dinikmati oleh kalangan muda di Indonesia. Salah satunya mie pedas dengan berbagai level yang semakin banyak dicari. Inspirasi usaha selanjutnya datang dari Freddy Abdullah, pelopor label makanan Mie Setan. Freddy mengenalkan konsep mie dengan tingkat kepedasan yang bisa dirikues oleh konsumen. Demi meningkatkan bisnisnya, Freddy yang saat itu bekerja kantoran memutuskan untuk fokus pada pengembagan usaha mie setan.

Ide awalnya bisnis kuliner ini sederhana saja. Freddy yang saat itu punya spot kongkow bersama teman-temannya merasa tempat tersebut bisa dimanfaatkan sebagai lokasi bisnis. Ia terinspirasi untuk membangun kedai beverages dengan asumsi bahwa banyak orang yang akan membeli minuman dengan berbagai varian yang ditawarkan.  Ternyata usaha kedai tersebut memiliki banyak konsumen, sehingga Freddy memutuskan untuk menambahkan menu Mie Setan dengan beragam rasa pedas.

Agar bisa dinikmati oleh segala kalangan, Freddy memutuskan untuk tidak memberikan standar harga yang terlalu tinggi bagi Mie Setannya. Rata-rata menu di Mie Setan dibanderol Rp.11.000 hingga Rp.16.000 saja. Ragam makanannya pun tidak hanya mie, tetapi juga sushi, chicken katsu, hingga dimsum. Menurut pengakuan Freddy, sehari ia bisa menjual hingga 1000 porsi.

Usaha Mie Gacoan Laris Harris Kristanto

Travel.detik

Pernah melihat antrian panjang para driver GoJek atau Grab di gerai makanan? Jika belum, kamu bisa menengok resto Mie Gacoan. Dijamin penasaran dengan keramaian konsumen yang seperti tidak mengenal hari. Mie Gacoan, dengan mie berlumur bumbu kental dan ditambah merah cabai memang sedang populer. Reviu makanan ini di Instagram hingga Youtube banyak berteberan. Dengan nama-nama unik seperti mie iblis, mie setan, mie angle, hingga minuman es setan, menarik banyak pelanggan untuk mencicipi.

Adalah Harris Kristanto, pemilik resto Mie Gacoan yang memiliki ide mengembangkan bisnis mie pedas. Bersama ketiga temannya, Harris mendirikan usaha ini pertama kali di Malang. Ternyata bisnis ini berkembang pesat dengan pendirian cabang di banyak kota. Para pegawai Mie Gacoan selalu mengedepankan kualitas, pelayanan, dan kebersihan.

Untuk meningkatkan omzet restoran, perusahaan Mie Gacoan menjalin kerjasama dengan jasa pesan antar makanan. Startegi bisnis ini ternyata membantu menggenjot keuntungan hingga 40 sampai 50 persen. Dengan kesuskesaan tersebut, Mie Gacoan memiliki sekitar 20 cabang yang tersebar di Jawa dan Bali.

Apakah cerita ketiga sosok tersebut menginspirasi buatmu? Meskipun ketiga bisnis di atas berbentuk restoran, jangan khawatir untuk memulai usaha mie pedas dari rumah. Kamu bisa memanfatkan jasa pesan antar yang sedang populer. Seperti yang dikatakan oleh Harris Kristanto, revolusi industri makanan yang baru membuat interaksi antara konsumen dengan penjual mengalami perubahan.

Pesan antar makanan bisa jadi peluang bisnis yang menggiurkan jika digarap secara serius. Jangan lupa bahwa model bisnis ini juga membutuhkan standar-standar tertentu. Misal, pengemasan yang unik dan menarik, hingga jaminan kebersihanan makanan yang pelu diperhatikan oleh penjual.

Membuat Mie

Tetapi, sebenarnya sulitkah membuat mie pedas produksi sendiri? Jangan khawatir, kami punya gambaran dasar yang akan membantumu memulai bisnis mie pedas ini. Mari kita mulai dengan pembuatan bahan dasarnya, yaitu mie.

Yang perlu kamu siapkan antara lain:

1. ¼ kilogram tepung terigu protein tinggi

2. 35 gram tepung tapioka atau tepung kanji

3. 1 sendok garam halus

4. 3 telur ayam

5. 1 sendok teh Kaldu ayam

6. Air bersih

Cara membuat:

1. Tepung tapioka dan terigu dicampur dalam satu wadah, tambahkan garam secukupny. Aduk hingga adonan merata.

2. Jika adaonan sudah rata, masukkan telur ayam dan aduk kembali hingga rata.

3. Setelah itu, dengan tetap mengaduk, masukkan air secara perlahan-lahan. Ukur air sesuai dengan kebutuhan ya.

4. Jika sudah tercampur rata seluruhnya, adonan bisa dimasukkan plastik dan didiamkan selama 40 hinga 50 menit.

5. Jika dirasa sudah cukup mengembang, taruh adonan di meja rata dan giling. Kamu bisa menggunakan rolling pin jika punya, jika tidak alat-alat rumah tangga yangs ekiranya lonjong juga bisa dimanfaatkan. Lakukan selama 2 hingga 3 menit hingga ketebelan mie sesuai dengan yang kamu inginkan. Jangan lupa taburi adonan dengan tepung tapioka agar adonan tidak lengket.

6. Jika proses sudah dilakukan, adonan bisa dilipat dan simpan kembali di dalam plastik selama kurang lebih dua puluh menit.

7. Setelah dua puluh menit, ulangi proses di nomor lima hingga adonan terasa kalis dan lembut.

8. Tahap terakhir adalah membagi adonan menjadi empat bagian. Proses pemtoongan adaonan akan lebih mudah dengan alat pembuat mie, namun jika kamu tidak punya, bisa memotongnya tipis-tipis sesuai selera. Jangn lupa dalam proses ini, mie juga tetap ditaburi tapioka agar tidak lengket.

9. Mie jadi dan siap dikreasikan.

Langkah pembuatan mie tersebut bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari ketebalan mie hingga jumlah porsi yang akan dibuat. Untuk pembuatan mie pedas kamu bisa mengikuti resep-resep sederhana di internet. Sesuaikan rasa dengan tren anak muda. Pikirkan juga toping tambahan yang menarikk, seperti dimsum goreng, bakso, sosis, hingga keju leleh. Jangan lupa untuk melakukan riset kecil-kecilan agar produk dan target pasarmu jelas.

Nah itulah sedikit tentang inspirasi bisnis rumahan yang bisa kamu jadikan referensi untuk memulai usaha mie pedas. Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi bisnis untukmu, ya. Jika dirasa tulisan ini bermanfaat, kamu juga bisa membagikannya kepada orang lain agar semakin banyak orang yang mendapat pengetahuan usaha baru.

Jadi, bisnis apa yang ingin kamu mulai nih?

Ikuti terus informasi menarik seputar usaha kuliner lainnya hanya di BisnisUKM.com

Leave a Comment