Jejaring Usaha Jadi Kunci Untuk UMKM Bertahan

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah UMKM Indonesia mencapai angka 64 juta pada 2020. Dengan jumlah yang besar di atas, UMKM menjadi salah satu penopang ekonomi nasional dengan kontribusi 60 persen dari pertumbuhan nasional Indonesia. Meskipun begitu, sektor ini juga terpukul sepanjang pandemi, yang diakibatkan rantai suplai dan permintaan produk tidak seimbang. Solusi untuk mengatasi keterpurukan UMKM adalah dengan membentuk jejaring usaha

Jejaring usaha menjadi cara bagi UMKM untuk kembali mengoptimalkan potensinya di atas. Dalam hal ini, jejaring usaha bisa dimaknai sebagai hubungan saling menguntungkan antar pelaku UMKM. Membangun sinergi antara UMKM, pihak swasta, dan juga pemerintah menjadi fokus utama KemenkopUKM pada tahun 2021.

Pencapaian akhir dari terbangunnya jaringan adalah terbentuk satu ikatan kerja sama di bidang usaha yang sama agar dapat memberi hasil yang lebih baik. Seperti dilansir dari Investor Daily, lima tujuan dari membentuk jaringan:

a. Membangun kesadaran masyarakat terhadap eksistensi UMKM

b. Menumbuhkan minat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan UMKM

c. Meningkatkan mutu yang relevan dengan dinamika perkembangan kebutuhan masyarakat yang tinggi

d. Terus merancang program yang inovatif, meningkatkan mutu layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar

e. Menyatukan potensi dan kemampuan individu, kelompok, maupun seluruh jajaran organisasi UMKM, agar tercipta peningkatan kemampuan di setiap jenjang organisasi UMKM secara menyeluruh.

Jejaring Usaha Jadi Kunci Untuk UMKM Bertahan

Manfaat Untukmu Jika Ingin Membangun Jejaring Bisnis

Jaringan bisnis menjadi tempat pertemuan bagi bisnis mikro hingga penguasaha besar. Apa yang kamu dapatkan dari membangun jejaring bisnis? Simak beberapa manfaat yang akan kamu dapatkan di bawah ini:

a. Kontak klien yang lebih luas: kemungkinan kamu untuk bertemu klien yang potensial lebih besar. Komunitas  atau organisasi akan membantumu menambah referensi klien juga. Dengan begitu jumlah persaingan akan berkurang.

b. Kamu akan mendapatkan informasi terbaru: banyak skema bisnis baru yang bermunculan. Sebagai pelaku UMKM, kamu harus bisa menyesuaikan perubahan-perubahan tersebut. Melalui komunitas atau organisasi, maka kamu akan mendapatkan saluran informasi bisnis paling update.

c. Berbagi pengetahuan dan pengalaman: kamu kesulitan memasarkan produkmu? Atau justru kesulitan dalam menentukan analisis modalnya? Tenang, banyak anggota dalam jejaring bisnis yang akan menjawab pertanyaanmu. Akan banyak pelaku UMKM yang lebih senior, sehingga mereka bisa membantu dengan dasar pengalaman usaha mereka.

d. Akses bantuan pemerintah: ingin mudah mengakses bantuan pemerintah? Ada dua skema bantuan yang bisa kamu lakukan: mengajukan pribadi atas nama komunitas atau organisasi, dan kedua membangun kerja sama organisasi/komunitas dengan pemerintah.

Selain bantuan pembiayaan, komunitas/asosiasi/organiasai yang aktif akan mendapat tawarkan kerja sama di bidang pelatihan pelaku UMKM. Pelatihan ini bisa digunakan untuk bekal menguatkan usaha. Kalau kamu tergabung, maka kases pelatihan akan lebih mudah.

e. Pemecahan masalah: solusi ketika kamu mengalami kesulitan keuangan tidak hanya bantuan pemerintah, tapi bantuan investor atau pemodal lain. Anggota komunitas dan organisasi akan dapat membuka saluran jaringan.

Cara Bergabung ke Komunitas atau Organisasi

1. Amati Beberapa Komunitas

Sayangnya tidak semua komunitas/organisasi/asosiasi aktif dalam melaksanakan programnya, atau minimal memberikan dorongan bagi anggota-anggota di dalamnya. Kamu harus melakukan seleksi, misal dengan melihat rekam jejaknya, bagaimana koneksinya dengabn program pemerintah, hingga seberapa aktif kegiatan dari komunitas/organisasi/asosiasi tersebut.

Cara paling mudah adalah melihat aktivitas di website atau akun sosial media. Bagi asosiasi yang melakukan update berita setiap hari, maka dapat dilihat komitmennya terhadap para pelaku usaha. Pastikan juga kamu melihat visi misi asosiasi/komunitas/organisasi, sehingga organisasi yang kamu ikuti sesuai dengan harapanmu.

2. Datangi Event Bisnis

Mendatangi event bisnis adalah cara paling cepat untuk berkenalan dengan orang-orang baru dan menjalin koneksi jejaring bisnis. Kamu bisa mendatangani event seminar, workshop, atau temu komunitas. Dari sini biasanya kamu akan mendapatkan informasi tentang pameran.

Mengikuti kompetisi atau pagelaran festival juga bisa jadi alterntif untuk berkenalan. Dengan begitu kamu akan mendapatkan dua keuntungan, pertama kamu bisa mendapatkan relasi dan kedua kamu juga bisa mendapatkan konsumen.

3. Aktifkan Media Sosialmu

Akun asosiasi/komunitas/organiasai bisnis biasanya meembuat akun media sosial untuk mempertahankan jejaring bisnisnya. Kamu selaku pelaku usaha, wajib untuk menggunakan platform digital. Semakin aktif akunmu, maka akan mudah untuk mengakrabkan diri dengan anggota-anggota komunitas. Media sosial juga bisa kamu gunakan sebagai rebranding bisnis, dari situ pihak lain dapat menilai kredibilitas bisnismu.

Pengembangan dari jejaring usaha adalah dengan melaksanakan program kerja, hingga mengadakan diskusi interaktif. Lewat berbagai program kerja yang ditawarkan oleh jejaring usaha, maka akan muncul jaringan kerja yang kokoh, dinamis, dan berkesinambungan.

Dari artikel di atas, kamu dapat melihat pentingnya membangun jejaring usaha kan? Sedikit tips agar kamu dapat beradapatasi dengan komunitas, pastikan kamu aktif baik media sosial hingga usahamu sedniri.

Kalau kamu rasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa membagikannya dengan teman-teman yang lain ya. Dengan begitu akan semakin banyak UMKM yang #NaikKelas!

Ikuti terus informasi menarik seputar usaha kuliner lainnya hanya di BisnisUKM.com

Leave a Comment