Usaha Furniture Anak, Modal Kreatifitas Untungnya Tak Terbatas

furniture anakMembidik pangsa pasar anak-anak dalam menjalankan sebuah usaha, ternyata memang tak pernah ada matinya. Berbagai macam keperluan anak menjadi prioritas utama bagi sebagian besar orang tua, sehingga tidak heran bila mereka rela menyisihkan budget khusus untuk memenuhi kebutuhan putra-putrinya. Salah satunya saja seperti memenuhi kebutuhan furniture anak yang memiliki nilai fungsional, aman serta nyaman bagi putra-putri kesayangan mereka.

Bila selama ini perabot untuk anak terlihat sangat membosankan berbahan baku besi dan kayu dengan desain yang sangat klasik, maka sekarang ini muncul inovasi baru dari para produsen furniture anak yang menawarkan desain perabot khusus dengan warna-warna cerah dan aneka bentuk yang menarik sesuai dengan kegemaran para anak. Sebut saja seperti bentuk lingkaran, persegi, bentuk hewan (jerapah, kura-kura, gajah, dll), tumbuhan (bunga, rerumputan, pohon, dll), mobil, kartun atau karakter-karakter yang sedang booming saat ini, serta bentuk abstrak seperti awan, gelembung, dan lain sebagainya.

Konsumen
Pada dasarnya hampir setiap balita maupun anak-anak bisa Anda bidik sebagai pangsa pasar yang cukup potensial. Bahkan belakangan ini konsumen yang dibidik pelaku usaha furniture anak tidak hanya dari kalangan rumah tangga (retail) saja, namun juga melayani pemesanan grosir untuk keperluan playgroup, TK (Taman Kanak-kanak), LSM (Lembaga Sosial Masyarakat), sekolah-sekolah, maupun instansi pemerintah.

Info Bisnis

Peluang usaha furniture anak mulai booming di tahun 2009, dan sampai hari ini perkembangannya masih sangat pesat. Beberapa furniture yang diminati konsumen antara lain ranjang bayi, tempat tiduk anak, lemari, meja dan kursi, sofa kecil, serta rak susun, yang semuanya dikreasikan dalam bentuk dan model sesuai dengan hobi mereka, atau tokoh kartun yang mereka senangi. Melihat prospek bisnis furniture anak semakin hari semakin bersinar terang, tidak ada salahnya bila Anda menjadikan peluang bisnis tersebut untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya.

Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis furniture anak. Berikut ini kami informasikan cara membuat tempat tidur anak yang bisa Anda coba sekarang juga.

Cara Membuat Tempat Tidur Karakter

Bahan
Kayu mahoni 5 batang (5 x 8 x 500 cm)
Dempul 0,1 kg
Cat water based (berbahan air) 0,5-1 kg
Vernish water based (berbahan air) 0,5-1 kg
Amplas untuk nomor 400-1.000

Peralatan
Gergaji
Palu
Bor listrik
Kape (alat untuk meratakan dempul)
Kompresor
Spray gun (penyemprot)
Kuas

Cara Membuat :

  1. Buatlah desain produk, sketsa dibuat dengan kertas dalam berbagai perspektif (sudut).
  2. Bahan baku utamanya kayu mahoni yang dipotong-potong menggunakan gergaji sesuai dengan pola dan dihaluskan dengan amplas.
  3. Setelah permukaan halus, lakukan perakitan dengan memberikan lem kayu pada tiap sisi yang akan direkatkan, kemudian paku pada beberapa titik.
  4. Agar aman bagi anak, jangan menggunakan paku namun menggunakan potongan kayu yang dibuat silinder. Lubangi kedua bagian yang akand irekaktkan, kemudian masukan potongan kayu berbentuk silinder di antaranya, dan kencangkan dengan palu.
  5. Setelah perakitan selesai, tutupi titik paku dengan dempul. Lalu keringkan 1-2 jam, dan haluskan dengan amplas.
  6. Terakhir, lakukan pengecatan menggunakan spray gun dan mesin kompresor. Produk pun siap untuk dipasarkan.

Kelebihan Bisnisusaha furniture

Perkembangan usaha furniture anak diperkirakan akan semakin berkembang pesat di tahun-tahun yang akan datang. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingkat kelahiran anak di Indonesia yang cukup tinggi yaitu mencapai 18% per tahun, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan anak yang terus meningkat tajam, serta munculnya toko peralatan anak atau baby store di berbagai penjuru nusantara. Tentunya keadaan tersebut memberikan peluang baru bagi para produsen furniture anak, sehingga mereka memiliki pangsa pasar yang semakin luas dan prospek bisnisnya semakin hari semakin cerah.

Kekurangan Bisnis
Selain besarnya prospek bisnis yang dijanjikan, ada beberapa kendala usaha yang sering didahapi para pelaku usaha. Misalnya saja seperti kurangnya kegiatan promosi dan sosialisasi, sehingga sampai hari ini masih belum banyak orang tua yang mengetahui keberadaan bisnis furniture anak. Kendala lainnya yaitu masalah harga beli bahan baku yang cenderung kurang stabil atau seringkali naik turun, sehingga para pelaku usaha harus pintar-pintar dalam menentukan harga jual di pasaran. Sedangkan kendala yang ketiga timbul dari sarana ekspedisi atau proses pengiriman barang yang sering terlambat. Hal ini tentunya sangat merugikan para pelaku usaha, sehingga kepercayaan konsumen sempat menurun dikarenakan pesanan mereka belum sampai ke tempat tujuan.

Strategi Pemasaran

Untuk mendukung strategi pemasaran bisnis furniture anak, bisa Anda mulai dengan cara membuka showroom atau bengkel produksi untuk menarik minat konsumen. Biasanya calon konsumen lebih senang bila mereka bisa memilih langsung bahan yang akan digunakan, melihat langsung proses produksinya, dan memesan produk furniture anak sesuai dengan hobi dan minat sang buah hati. Anda juga bisa meningkatkan omset penjualan dengan cara menggandeng para agen maupun reseller untuk membantu memasarkan produk Anda. Semakin banyak jumlah agen yang Anda miliki, maka semakin besar pula omset penjualan yang bisa Anda dapatkan.

Selanjutnya, untuk strategi promosi bisa Anda jalankan melalui berbagai macam event pameran yang diadakan di dalam dan di luar kota. Ketika mengikuti pameran, tak jarang para pelaku usaha mendapatkan konsumen dari berbagai kalangan masyarakat, serta rekanan bisnis baru untuk memperluas jaringan pemasaran. Tidaklah heran bila event pameran menjadi salah satu ajang bagi para produsen furniture anak untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Bahkan, Anda juga bisa mempromosikannya melalui media online untuk menjangkau konsumen di berbagai belahan negara. Misalnya saja dengan membuka toko online, melalui  blog, situs jejaring sosial, forum online dan lain sebagainya.

Kunci Sukses
Untuk menjalankan peluang usaha ini, seorang produsen harus memiliki pengetahuan mengenai produk yang aman bagi anak-anak. Dengan begitu, furniture yang diciptakan bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi para konsumennya. Contohnya saja dengan mengurangi tekukan dan sudut, serta memilih bahan baku cat dan vernish yang berbahan dasar air, sehingga bebas dari bahan kimia dan tidak membahayakan kesehatan dan keselamatan konsumennya yang dikhususkan untuk balita dan anak-anak.

Analisa Ekonomi

Modal awal
Sewa tempat per tahun                        Rp 15.000.000,00
Bahan baku                                   Rp  5.000.000,00
Peralatan (gergaji, mesin bubut, palu, tang,
kompresor, spray gun, amplas, mesin las.     Rp  8.000.000,00+
Total                                        Rp 28.000.000,00

Peralatan mengalami penyusutan sebagai berikut :
1/48 bulan x Rp 8.000.000,00                 Rp 166.700,00

Biaya operasional per bulan
Bahan baku :
Multipleks 16 mm 120 x 240 cm
(20 lembar x @ Rp 165.000,000)               Rp  3.300.000,00
Kayu mahoni 4 x 6 x 400 cm
(50 batang x @ Rp 40.000,00)                 Rp  2.000.000,00
Cat duco warna water based
(50 liter x @ Rp 120.000,00)                 Rp  6.000.000,00
Vernis water based
(50 liter x @ Rp 120.000,00)                 Rp  6.000.000,00
Amplas halus nomor 400-1.000
(100 lembar x @ Rp 2.500,00)                 Rp    250.000,00
Dempul (3 kg x @ Rp 25.000,00)               Rp     75.000,00+
Total                                        Rp 17.625.000,00

Biaya gaji karyawan
(5 orang x @ Rp 1.000.000)                   Rp  5.000.000,00
Biaya air, listrik, dan telepon              Rp  1.500.000,00
Biaya sewa per bulan (Rp 15 juta/12 bulan)   Rp  1.250.000,00
Biaya promosi (brosur, katalog, kartu nama)  Rp  1.000.000,00
Biaya penyusutan peralatan                   Rp    166.700,00+
Total                                        Rp 26.541.700,00

Omset per bulan
Penjualan furniture rata-rata sebanyak 50 unit :
35 unit x Rp 1.000.000,00                    Rp 35.000.000,00

Laba bersih per bulan
Rp 35.000.000,00 - Rp 26.541.700,00          Rp 8.458.300,00

ROI (Return of Investment)             
(Modal awal : laba bersih per bulan)   =     3,5 bulan

Semoga informasi peluang bisnis jual furniture anak, modal kreatifitas untungnya tak terbatas ini bisa memberikan inspirasi baru bagi para pemula yang tertarik menekuni dunia usaha. Manfaatkan kreatifitas Anda setinggi-tingginya dan dapatkan untung usaha sebanyak-banyaknya. Salam sukses.

Sumber gambar :
1. http://furniture-anak.com/image/bunkbed/bunkbed%20k76.jpg
2. http://furniture-anak.com/image/carbed%20double/carbed%20dc15.jpg

20 Komentar

  1. Blh jg nih bsnis’y kr2 sy bs gbung gak sy nih pak/ibu, o ya pak ada ktlog’y gak

  2. saya siap memasarkan di daerah saya…, peluangnya terbuka lebar karena memang belum ada yang seperti ini..

  3. Kalo Mau memulai usaha di bidang Furniture anak apakah harus kursus dulu…
    ato info ya bgaimana klo mau jadi Resellernya
    email sya
    diduall@gmail.com

  4. boleh donk info nya bagaimana klo ingin menjadi reseller, saya berminat ingin buka usaha furniture

  5. Ide yang brilian, saya berminat menjadi reseller furniture anak.Mohon info, Terimakasih

  6. siang…tertarik jg menjadi reseller….syaratnya apa?ada katalognya?klo ad bisa dikirim ke email saya di nostrum168@gmail.com.makasih

  7. kalo mau gabung jadi reseller bisa ?? caranya gimana ?? tolong email info ke : serba_serbu@yahoo.com

Comments are closed.