Kemasan Ramah Lingkungan Curi Perhatian Para Pelanggan

kemasan ramah lingkunganMaraknya isu global warming di berbagai belahan dunia, secara tidak langsung turut mempengaruhi pola hidup masyarakat di negara kita. Bahkan di Indonesia sendiri, sekarang ini produk-produk ramah lingkungan mendapatkan tempat tersendiri di hati para pelanggan. Tak heran bila belakangan ini banyak pelaku usaha yang memanfaatkan isu global warming untuk mencuri perhatian para pelanggan.

Salah satunya saja seperti Teh Kotak dan Ades (air mineral dalam kemasan) yang sengaja memilih kemasan produk ramah lingkungan untuk mengajak para pelanggannya lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan sekaligus sebagai alat promosi untuk meningkatkan penjualan produk minuman kemasan tersebut.

Strategi kampanye go green di lakukan produsen air minum kemasan Ades dengan cara memperkenalkan jargon baru mereka “Pilih, Minum dan Remukkan”. Meski sampai saat ini Ades masih menggunakan kemasan botol plastik, namun sekarang ini air mineral dalam kemasan yang dikeluarkan oleh Coca-Cola Amatil Indonesia ini menggunakan bahan kemasan yang ramah lingkungan sehingga lebih mudah diremukkan atau dihancurkan setelah digunakan.

Melalui gerakan “Pilih, Minum dan Remukkan” yang dikampanyekan Ades, Coca-Cola Amatil Indonesia selaku distributor Ades berharap bisa ikut mengurangi penggunaan botol kemasan produk hingga 8%. Terbukti, dengan jargon barunya “Pilih, Minum dan Remukkan” sekarang ini kepedulian masyarakat untuk meremukkan botol minuman semakin besar. Tidak hanya itu saja, dari inovasi barunya, Ades mampu mencuri perhatian pelanggan untuk lebih memilih Ades dibandingkan merek yang lain.

Selain Ades, ada juga Teh Kotak buatan PT. Ultra Jaya yang sengaja menghadirkan desain kemasan produk ramah lingkungan untuk menarik simpati dari para pelanggan. Bila Ades memilih botol plastik ramah lingkungan sebagai kemasan produknya, maka Teh Kotak menggunakan kemasan karton ramah lingkungan yang diproduksi dari material kayu ramah lingkungan. Yang dimaksud material kayu ramah lingkungan yaitu kayu yang diambil dari hutan legal dengan prosedur resmi tebang pilih serta tanpa mengabaikan proses reboisasi.

Untuk bisa mengantongi sertifikasi FSC (lembaga internasional yang fokus mengawasi pengelolaan dan pemanfaatan hutan secara bertanggung jawab), produsen Teh Kotak menggandeng SIG Combibloc yang dikenal sebagai produsen kemasan karton multilapis dengan teknologi aseptic yang bermarkas di Linnich, Jerman. Kemasan karton ini diproduksi dari material kayu di hutan pinus kawasan Skandinavia untuk menghasilkan kemasan karton berkualitas dan juga ramah lingkungan.

Kepedulian Ades maupun Teh Kotak dalam mengkampanyekan go green, semoga bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menjaga pelestarian lingkungan di sekitarnya. Jika alam bisa bersahabat maka masyarakat pun bisa hidup dengan selamat. Salam sukses!
Jabat Kaban

Jabat Kaban, ST

Serius menekuni bisnis sejak kuliah semester 6 di Universitas Brawijaya Malang, dengan bisnis pertamanya adalah perakitan komputer. Sejak itu jatuh bangun menjalankan berbagai macam bisnis pernah dialami (lebih dari 20 jenis). Puncaknya di tahun 2006 ketika bisnis-bisnis tersebut berjatuhan, mengalami kerugian hingga milyaran Rupiah. Setelah itu berbagai upaya dilakukan untuk bisa bangkit, salah satunya dengan mempelajari bagaimana berbisnis dengan menggunakan teknologi internet. Dimulai dari berjualan e-Book, menjadi broker toko tenda sampai membantu pemasaran mesin-mesin pertanian.

Establishing Business :

1. PT. KHALIFAH NIAGA LANTABURA

Aneka Mesin : Produksi Mesin Rekayasa Teknologi Tepat Guna.

www.anekamesin.com, www.anekaindustri.com (2007 – Now)

2. PT. LANTABURA MEDIA

Sumber gambar : http://photo.kontan.co.id/photo/2012/04/18/11740218p.jpg

1 Komentar

Comments are closed.