Kiat Sukses Menangkap Peluang Bisnis Katering Makanan

Memanfaatkan peluang bisnis katering makanan saat bulan ramadan bukan ide yang buruk. Ramadan memang identik dengan makanan takjil untuk berbuka puasa. Sehingga kebanyakan orang memanfaatkan bulan ramadan untuk berjualan makanan khas ramadan. Namun yang perlu kamu tahu menggeluti bisnis makanan memang tidak ada matinya.

Apalagi selama bulan ramadan pasti banyak yang melakukan aksi bagi-bagi makanan takjil. Biasanya orang akan kerepotan jika harus mengolah makanan sendiri dalam jumlah banyak. Sehingga memilih cara praktis dengan cara memesan makanan dari katering. Maka memilih bisnis katering makanan tentu sangat cocok dengan moment tersebut.

Bisnis Katering Makanan

Memilih bisnis katering makanan ide yang cukup menarik untuk kamu jalankan. Terutama dibulan ramadan seperti sekarang. Selain menghasilkan keuntungan yang tinggi. Makanan juga menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang. Jadi, dimanapun, kapanpun, kita membutuhkan makanan sebagai sumber pokok kehidupan.

Sebagai pemula pasti ingin memulai bisnis yang mudah dijalankan. Namun setiap bisnis tentunya memiliki resiko masing-masing. Saat kamu memutuskan memilih bisnis katering berarti harus siap dengan resiko yang akan dihadapi. Salah satunya membutuhkan ketekunan dan keuletan yang tinggi. Maka dari itu perlu pertimbangan dan persiapan sebelum memulainya.

Karena yang menjadi pertimbangan utama dalam menekuni bisnis ini adalah cita rasa. Apabila makanan kita sudah sesuai dengan selera konsumen, maka dijamin pesanan pun akan terus mengalir. Memang ini tidak dijamin seratus persen, karena ada juga konsumen yang selain mencari selera makan yang pas, tetapi juga mencari tempat yang sesuai.

Persiapan Memulai Bisnis katering Makanan

Menyiapkan Mental

Salah satu bidang yang bisa digeluti dari bisnis makanan adalah usaha katering. Ketika kita ingin memulai bisnis dalam bidang katering ini. Maka yang pertama kali harus dipersiapkan adalah mental kamu. Karena untuk menghalang berbagai hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan memadamkan perang batin antara berkeinginan dan keraguan adalah langkah pertama yang harus diatasi.

Setelah sekiranya beban mental sudah teratasi, maka hal berikutnya adalah masalah operasional. Dalam masalah operasional ini yang harus diperhatikan adalah pertimbangan kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu.

Menguasai Berbagai Masakan

Misalnya untuk bisnis katering, paling tidak yang dibutuhkan adalah mengerti tentang masakan. Namun untuk menjadi pengusaha katering juga tidak harus menjadi ahli masak dulu, tapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, sementara untuk tenaga ahli yang bisa memasak kita bisa melakukan perekrutan.

Sarana dan Prasarana

Persiapan berikutnya adalah tersedianya sarana dan prasarana. Tersedianya sarana dan prasaran tersebut bukan berarti harus menjadi miliknya, tetapi bisa diperoleh dari meminjam atau menyewa. Kalau harus menunggu sampai perlengkapan dimiliki dulu, sampai kapan harus memulai usaha, kecuali memang tersedia dana yang cukup untuk investasi ke bisnis katering untuk jangka panjang.

Modal Bisnis

Setelah kelengkapan operasional terpenuhi, maka perlu diperhitungkan kemungkinan penggunaan modal kerja. Jika kamu mampu membangun relasi luas, kebutuhan modal kerja bisa tidak terlalu menyerap dana secara keseluruhan. Kebutuhan pembelian bahan baku misalnya, apabila sudah mempunyai langganan dan pemasok tetap, bisa diharapkan dapat dirundingkan cara-cara pembayaran secara mundur.

Untuk menanggulangi pembelian tunai, bisa diharapkan dana dari uang muka pemesanan. Kekurangan peralatan bisa disewa dengan pembayaran di belakang, hanya cukup menyelesaikan uang mukanya saja. Untuk seterusnya, kekurangan dana yang tidak mungkin bisa diundurkan, bagaimanapun juga harus tetap disediakan. Untuk mengetahui kebutuhan dan kekurangan dana secara tepat, maka harus disusun aliran dana yang rapi dan rasional, bertolak pada harga pasar.

Lokasi Bisnis

Hal lain yang harus diperhatikan adalah lokasi bisnis. Perusahaan katering, mengingat sifat pekerjaannya adalah memburu pasar dimanapun juga. Maka lokasi bisnis memang tidak harus mempertimbangkan yang strategis. Usaha katering dapat dioperasikan di mana saja.

Sementara dapat memanfaatkan ruangan dari bagian rumah pribadi kamu. Tetapi untuk dapur, diusahakan paling tidak ada jalan yang dapat dilewati mobil. Sebab kalau usaha berkembang, kendaraan inilah yang akan merupakan alternatif pengangkutan.

Peluang Bisnis katering

Konsumen

Katering biasanya dibutuhkan pada berbagai acara seperti pesta perkawinan, seminar, acara keagamaan, dan lain sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut membutuhkan makanan dalam jumlah banyak.

Pada kegiatan-kegiatan tersebut, biasanya pihak penyelenggara menyewa jasa catering untuk menyiapkan makanan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu karyawan kantor, dan mahasiswa yang tinggal di kost juga sering menggunakan jasa catering untuk memberikan layanan nasi box setiap harinya.

Kelebihan Bisnis

Bisnis makanan tidak memiliki batas akhir, karena sampai kapanpun bisnis ini akan dibutuhkan oleh konsumen. Selain itu banyaknya wanita yang lebih memilih bekerja, menjadi peluang dan keuntungan bagi pelaku bisnis ini. Karena sekarang para ibu rumah tangga ketika memiliki hajatan atau acara tertentu, lebih senang memilih memesan makanan katering dibandingkan harus repot – repot memasak sendiri.

Kekurangan Bisnis

Cukup banyak pelaku bisnis yang menggeluti bisnis ini, sehingga persaingan pun cukup ketat. Untuk memenangkan pemasaran, para pelaku bisnis catering harus mengeluarkan biaya lebih untuk kegiatan promosi.

Pemasaran

Selanjutnya adalah masalah pemasaran, yang merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Sudah menjadi kelaziman bahwa usaha katering bekerja berdasarkan pesanan. Kegiatan produksi dimulai apabila pesanan telah diterima. Maka, tanpa pesanan, kegiatan produksi perusahaan katering tidak bekerja. Untuk meningkatkan pesanan, dapat dicoba dengan membagikan brosur atau pamflet ke kantor–kantor, atau perusahaan weding organizer.

Sehingga kamu dapat menjalin kerjasama, ketika perusahaan – perusahaan tersebut membutuhkan jasa catering. Selain itu kamu juga bisa mempromosikan catering kamu dengan memasang iklan di media cetak, seperti surat kabar harian atau majalah.

Berikan pula potongan harga atau penawaran dengan harga khusus, agar konsumen lebih tertarik dengan catering kamu dibandingkan catering lainnya. Bisa pula mempromosikan dengan member tanda nama catering kamu di setiap tissue, box nasi, piring, dan peralatan makan lainnya agar semakin banyak orang yang mengenal catering kamu.

Kunci sukses

Kiat sukses membuka bisnis katering terletak pada kualitas kelezatan makanan yang ditawarkan kepada konsumen. Selain itu banyaknya variasi masakan yang ditawarkan perusahaan catering, juga menjadi salah satu daya tarik bagi para konsumen. Semakin lengkap menu yang ditawarkan, semakin besar pula peluang pasar bisnis ini.

Selain itu kebersihan makanan dan peralatan yang digunakan, juga memunculkan penilaian tersendiri bagi para konsumen. Oleh karena itu selalu perhatikan kebersihan produk maupun alat dalam keadaan apapun.

Analisa Ekonomi
Estimasi 1x pesanan minimal :
Partai kecil 20 box per@ 7.000 (isi 5 macam makanan dan minum) 
Partai besar 100 box per@ 15.500 (isi nasi lauk, sayur, sambal, lalapan)

Pemasukan
Snack : 40 x Rp 8.500            = Rp    340.000
Nasi box : 200 x Rp 15.500       = Rp  3.000.000 +
Total perhari                    = Rp  3.340.000 
Total perbulan Rp 3.340.000 x 25 = Rp 83.500.000 

Pengeluaran
Belanja bahan baku snack       
Air mineral isi 48    Rp    28.000
Tahu bakso 40 biji    Rp    60.000
Arem ayam  40 biji    Rp    80.000
Kacang     40 biji    Rp    40.000
Risol      40 biji    Rp    40.000
Kemasan    40 lembar  Rp    20.000
Total perhari         Rp   268.000 
Total perbulan        Rp 6.700.000

Belanja bahan baku nasi box  
1 kg ayam bisa jadi 12 potong   
Beras 20kg                         Rp    220.000
Ayam  17kg @Rp 35.000              Rp    595.000
Sayur                              Rp    200.000
Lalapan                            Rp     50.000
Bumbu (Tomat, cabai, gula, garam)  Rp    100.000
Kemasan uk 12x16 isi 100 @Rp65.000 Rp    130.000
Transportasi                       Rp    100.000
Total perhari                      Rp  1.395.000
Total perbulan                     Rp 34.875.000
Total keseluruhan pengeluaran      Rp 41.575.000

Keuntungan
Laba bersih  = Rp 83.500.000 - Rp 41.575.000 = Rp 41.925.000

Kita cukupkan dulu pembahasan kita tentang peluang bisnis katering makanan yang bisa kamu jadikan referensi maupun gambaran untuk memulai bisnis. Semnoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Ikuti terus informasi menarik seputar usaha kuliner lainnya hanya di BisnisUKM.com

30 thoughts on “Kiat Sukses Menangkap Peluang Bisnis Katering Makanan”

  1. salam kenal, saya minta bantuan untuk langkah awal catering untuk kantoran bagaimana caranya untuk saya bisa menawarkan jasa cateringan saya kepada kantor tersebut. bolehkah saya hanya memberikan proposal kepada bagian HRDnya saja.terima kasih atas bantuannya

    Reply
  2. salam kenal….saya berencana membuka usaha catering tetapi bagaimana cara memulainya, terutama cara mencari pelanggan. catering yang akan saya buka adalah untuk catering rumah tangga yang sasarannya ibu-ibu pekerja. Mohon penjelasannya ya, terima kasih.

    Reply
  3. Salam hormat,
    Saat ini saya sangat berminat untuk usaha catering.
    Tetapi saya belum tahu caranya. Saya hobby memasak. Saya juga belum tahu pasar saya. Bagaimana cara2/trik agar bisa menjalani hobby saya ini menjadi sumber pemasukan?
    Terima kasih sebelumnya atas informasi maupun jawaban yg akan disampaikan.

    Salam
    Titi

    Reply
  4. Salam kenal, saya sangat berminat untuk membuka usaha catering tapi pemasarannya untuk perkantoran. Saya ingin tahu caranya untuk menghitung biaya perorang/perbox. Dan bagaimana langkah awal agar bisa catering saya masuk ke perkantoran?? Mohon penjelasannya, karena saya sangat berminat untuk memulai usaha ini.
    Terima kasih.

    Reply
  5. Saya ada penawaran, untuk catering dg harga Rp 100,000/orang makan tiga kali sehari, jumlah pekerja 600 orang apakah profit?, mohon penjelasan dan caranya

    Reply

Leave a Comment