Kisah Sukses Bisnis Ternak Domba Nggak Pake Modal!

Bisnis ternak domba punya peluang yang tentu saja sangat menguntungkan. Ternak domba merupakan salah satu bisnis ternak yang untungnya menggiurkan. Sama halnya dengan kambing, domba memiliki produktivitas yang baik dari segi performanya, hasil produksinya meliputi bulu, daging, susu yang mengandung nilai gizi yang baik dan anakannya serta kotoran yang dapat di jadikan pupuk kandang.

Selain itu domba cenderung tidak memiliki bau yang menyengat seperti kambing, sehingga tidak mengganggu sekitar area kandang domba. Pada dasarnya peternakan adalah bagaimana manajemen cara ternak khususnya domba agar cepat menghasilkan secara efisien dam efektif khususnya untuk pemula. Semakin cepat proses pemeliharaannya maka akan semakin mendapatkan keuntungan yang besar bagi peternak.

Peluang Bisnis Ternak Domba

Begitu juga dengan Muhammad Lukman Hakim, seorang peternak domba asal Bantul, Yogyakarta yang sukses mengembangkan Ternak Barokah menjadi bisnis ternak dengan keuntungan menjanjikan. Ternak Barokah dirintis sebagai bisnis ternak domba sejak tahun 2010. Tepatnya di tahun kedua saat Lukman menjadi mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Modal bisnis ternak domba milik Lukman ini justru bisa dikatakan nol rupiah. Sebab pada mulanya Lukman dimodali beberapa domba oleh kakak tingkat untuk dikembangbiakkan atau istilah lainnya breeding domba.

“Ternak Barokah ini justru udah dimulai sejak saya masih mahasiswa awal. Diajak sama temen, sama kakak tingkat juga buat coba breeding domba. Dimodalin untuk dombanya, kemudian saya coba breeding. Ternyata hasilnya baik dan waktu itu bisa dijual untuk stok hewan qurban pas idul adha. Kemudian berlanjut menjadi jalan karier saya sebagai pengusaha di bidang peternakan,” ujar Lukman.

Awal Mula Memulai Bisnis Ternak Domba

Lukman sudah hampir 10 tahun menekuni bisnis ternak domba. Awalnya Lukman ini hanya mengikuti arus saja dalam merintis bisnis ternak dombanya. Menjalani apa yang ada di depan dan belum punya rencana jangka panjang. Selama punya keyakinan dan niat untuk terus belajar dan berkembang, Lukman yakin hasil yang akan dituai juga akan baik. Hal ini benar terjadi dalam perjalanan bisnis ternak domba milik Lukman hingga bisa besar seperti sekarang. Ternak Barokah sudah berkembang dengan pesat menjadi peternakan domba besar yang jumlah domba ternaknya mencapai ribuan dalam dalam kandang besar dan luas.

Sejak tahun 2010 hingga sekarang, Ternak Barokah bisa berlari dengan cepat di tahun 2017. Setelah sebelumnya berjuang dengan keras untuk bisa mengembangkan bisnis ternak domba menjadi besar seperti sekarang. Diakui oleh Lukman, meski latar pendidikannya adalah bidang peternakan, dalam menjalankan bisnis ternak domba ini tetap perlu guru, mentor, ataupun role mode. Di zaman awal dia menjalankan bisnis ternak domba justru lebih banyak belajar otodidak dan pengalaman sendiri.

Niat untuk terus bertumbuh adalah apa yang benar-benar Lukman yakini dalam menjalankan bisnis ternak domba ini. Meski kendala yang dihadapi tentu saja tidak sedikit, Lukman yakin kalau Ternak Barokah bisa menjadi peternakan besar yang nantinya akan menjadi role mode. Bukan hanya untuk skala lokal saja bahkan mungkin bisa mendunia.

“Kalo kita yang namanya bisnis itu ya tetap perlu guru atau role mode. Dulu saya ya belajar otodidak. Sambil jalan sambil belajar, kalo ada yang kurang ya terus kita perbaiki, kita evaluasi. Jadi bisa dibilang belajarnya tujuh tahun untuk bener-bener bisa paham dari A sampai Z soal bisnis ternak domba. Makanya kalau ada temen-temen yang tertarik buat menekuni ternak domba ya semoga bisa dapet guru atau role model sejak awal. Jadi larinya lebih cepat buat ngembangin bisnisnya,” tambah Lukman.

Pengembangan Bisnis Ternak Domba

Pada mulanya Ternak Barokah memang menyasar pasar untuk kebutuhan stok hewan kurban saja. Tapi seiring berjalannya waktu kemudian berkembang dengan menyasar untuk kebutuhan daging akikah. Setelah itu makin meluas menjadi peternakan domba dengan konsep bisnis mencakup semua lini. Mulai dari breeding domba, penggemukan domba, dan pengembangbiakan domba bunting atau domba induk. Bahkan pemanfaatan kotoran domba untuk menjadi pupuk kandang juga digarap untuk tetap memanfaatkan nilai ekonomis dari ternak domba itu sendiri. Untuk satu karung kotoran domba saja bisa dihargai 15 ribu. Padahal dalam sehari saja untuk 400 ekor domba kotorannya bisa sampai 20-25 karung. Jadi nilai ekonomis dari domba ini memang menguntungkan.

Dalam satu atau dua tahun ke depan Lukman berpandangan bahwa domba ini akan menjadi komoditas yang nilainya tinggi. Kalau sejauh ini kebanyakan domba hanya dijadikan komoditas untuk hewan kurban, ke depannya domba bisa jadi justru akan banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari akikah, konsumsi harian, dan juga komiditas ternak itu sendiri dari domba betina, domba jantan, penggemukan, breeding, sampai indukan domba. Pangsa pasar domba ini tak akan pernah habis seiring kebutuhan konsumsi daging domba tidak pernah berhenti. Misalnya, setiap tahun ada Idul Adha yang tentu orang-orang berkurban hewan ternak salah satunya kambing atau domba. Begitu juga akikah dan konsumsi harian masyarakat.

Selain menjalankan bisnis ternak domba dengan menyasar konsumen akhir, Ternak Barokah juga mengembangkan kosep kemitraan. Di mana Ternak Barokah membuka kesempatan bagi banyak orang yang tertarik untuk menekuni ternak domba. Kemitraan yang sejauh ini dijalankan adalah penggemukan domba betina dan pengembangbiakkan betina bunting atau indukan. Sesuai dengan namanya. Lukman punya tujuan agar Ternak Barokah benar-benar bisa memberi banyak kebermanfaatan dan keberkahan bagi banyak orang.

Harapan ke Depan

Lukman bisa dibilang pada awal-awal menjalankan bisnis hanya mengalir seperti air dengan tujuan menjadi bisnis yang bisa memiliki keberkahan dan kebermanfaatan untuk banyak orang. Tapi lewa pengalamnnya yang sudah hampir genap satu dekade ini, tujuannya semakin jelas. Selain memberi kebermanfaatan tapi juga punya tujuan untuk menjadi peternakan yang menjadi role mode banyak orang. Baik itu para peternak ataupun orang awam yang tertarik untuk menekuni ternak domba. Ke depannya Lukman juga berencana untuk mempeluas bisnisnya dengan menggarap ternak sapi dan kambing. Jadi bukan hanya terbatas pada ternak domba saja. Motivasinya untuk terus mengembangkan bisnis ternak yang dijalani tentu saja dalam rangka mewujudkan tujuannya. Terus belajar supaya makin banyak menebar kebermanfaatan untuk banyak orang.

“Prinsip saya kalo bisnis itu bukan cuma soal cari untung, tapi juga manfaatnya. Makanya selain jual domba ke konsumen akhir, kami juga bikin kemitraan. Istilahnya P to P, dari Petani ke Petani. Makin banyak mitra, makin banyak juga yang dapatkan manfaatnya. Kami juga terbuka untuk berbagi pengalaman soal ternak domba ini,” tutup Lukman.

Itulah kisah bisnis dari Ternak Barokah yang semoga bisa menjadi inspirasi untuk kamu dalam menjalankan bisnis. Bagikan juga tulisan ini ke teman kamu yang lain supaya makin banyak orang yang terdorong untuk memulai bisnis.

Ikuti terus kisah menarik dari perjalanan para pelaku bisnis lainnya hanya di BisnisUKM.com

Leave a Comment