Mahasiswa Jember Buat Kerajinan Daur Ulang Kertas Bernilai Ekonomis!

Mahasiswa pengolah sampah kertasMohammad Masnif (23 tahun) bersama teman-temannya, mengawali gerakan pengelolaan sampah di kampusnya yang diberi nama gerakan bank sampah (Samber Pahala) pada tahun 2015. Sistem kerja gerakan ini adalah mengumpulkan sampah dari pihak kampus maupun mahasiswa yang kebanyakan terdiri dari sampah kertas, koran dan sebagainya.

Dari sampah yang terkumpul kemudian ditimbang, bagi pemberi sampah akan mendapatkan imbalan uang dengan jumlah tertentu sesuai banyaknya sampah yang dikumpulkan. Hasil pengumpulan sampah kertas di lingkungan kampus kemudian mereka jual kembali ke pihak pengepul.

Moshcraft kerajinan daur ulang kertasNamun dalam proses melakukan pengelolaan pengumpulan sampah selama setahun itu mereka merasa bahwa kalau sampah-sampah yang dikumpulkan lalu di jual ke pengepul dirasa nilai ekonomisnya masih kurang.

Lalu mereka berpikir untuk lebih kreatif guna meningkatkan nilai jual sampah, mereka tidak lagi menjual sampah ke pengepul untuk di daur ulang di pabrik pengolahan, tetapi mereka menciptakan satu terobosan baru untuk lebih meningkatkan daur ulang pengelolaan sampah, yakni sampah kertas di olah menjadi produk kerajinan.

Baca Juga Artikel Ini :

Membuat Kerajinan Koran Bekas, Hanya Belajar Dari Internet

Solusi Cerdas Pemanfaatan Koran Bekas Menjadi Aneka Macam Kerajinan

Berbagai jenis kerajinan daur ulang sampah kertas berhasil mereka buat menjadi berbagai macam souvenir. “Kalau modelnya sih banyak, antara lain lampu tidur, tempat pensil, pigura, gantungan kunci, tempat surat undangan pernikahan, miniatur-miniatur, plakat dan lain-lain,” ujar Masnif. Berbagai kerajinan tersebut juga memiliki macam-macam ukuran dan bentuk.

Bisnis kerajinan kertas bekasKerajinan daur ulang sampah ini diberi nama Moshcraft, dari model dan bentuknya, kerajinan ini mereka jual dengan variasi harga, dari yang terkecil seperti gantungan kunci dijual seharga Rp.4.000, tempat pensil Rp.10.000, lampu tidur dari harga Rp.20.000 sampai Rp.50.000, pigura dari harga Rp.10.000 sampai Rp.50.000.

Mereka juga melayani pembuatan kerajinan dengan bentuk-bentuk tertentu, sesuai keinginan para pemesan, tetapi diberlakukan harga khusus, karena terkait tingkat kesulitan dan model yang di inginkan.

Ketika ditanya omzet dari bisnis kerajinan daur ulang kertasnya, Masnif mengatakan cukup lumayan, paling tidak dirinya bersama empat temannya mampu membiayai sendiri uang kuliah mereka dari kerajinan daur ulang kertas, itu pun ditambah dengan uang sewa rumah kos dan untuk biaya hidup sehari-hari.

Manfaatkan Rumah Kos Jadi Tempat Produksi

Proses pengerjaan kerajinan moshcraft daur ulang kertasMasnif bersama empat temannya yang merupakan tim inti dalam melakukan proses produksi kerajinan daur ulang kertas dilakukan di rumah kos mereka, namun jika ada mahasiswa yang kebetulan main kesitu terkadang ikut juga membantu produksi Dalam seharinya 5 sampai 10 kilogram kertas dijadikan berbagai macam kerajinan.

“Kalau pas ada yag pesan atau ada pameran yang butuh banyak produk, kita melibatkan masyarakat sekitar untuk ikut serta membikin,” kata Masnif. Tentunya jasa tenaga kerja yang terlibat akan mereka beri imbalan sesuai hasilnya.

Untuk menciptakan kreasi kerajinan daur ulang kertas, Masnif bersama teman-temannya berangkat dari otodidak, tetapi mereka juga mencari referensi lainnya lewat internet dan video-video tutorial tentang pembuatan kerajinan berbahan kertas untuk menambah wawasan dalam hal memodifikasi produk kerajinan mereka.

Pesanan pun kerap datang dari teman-teman sendiri atau mahasiswa yang minta dibuatkan kerajinan dengan bentuk-bentuk unik sebagai hadiah maupun souvenir. “Sementara ini sih dari teman-teman sendiri, mahasiswa kan sering kasih kado, misalkan wisuda, ulang tahun, pinginnya yang unik dan kebetulan ada kerajinan ini yang notabene tidak mainstream-lah, kebanyakan mereka beli disini,” ujar Mahasiswa fakultas hukum Unej ini.

Tempat pensil dari kertas bekasSelain itu pesanan juga datang untuk souvenir pernikahan atau acara-acara tertentu, mereka kadang di undang juga dalam seminar maupun pelatihan tentang pemanfaatan barang daur ulang. Masnif dan teman-temannya memiliki nama sendiri bagi kreasi kerajinan kertas daur ulangnya, yakni Moshcfrat. Mereka juga mempunyai program pelatihan bagi masyarakat umum yang diberi nama Kelas Kresek (kreasi seni kertas dan koran).

“Jika di undang untuk seminar atau memberikan pelatihan bagaimana pengelolaan sampah yang baik dan benar, itu kita beberapa kali, di kampus pernah, kita juga pernah mengisi pelatihan untuk pasien di rumah sakit, lapas anak dan beberapa tempat lain,” ucap Masnif.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?
Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.
Klik Disini

Melalui usaha kerajinan daur ulang kertas ini Masnif dan teman-temannya juga berharap ada pihak lain baik itu pemerintah maupun swasta yang bisa membantu permodalan ataupun pembinaan serta pemasarannya, karena apa yang di produksinya merupakan bentuk pengembangan dari usaha industri kreatif.

Tak hanya anak-anak muda saja yang mampu membuat kerajinan semacam ini, ibu rumah tangga pun bisa mengerjakannya di waktu luang untuk menambah penghasilan, apalagi kerajinan ini memiliki nilai ekonomis. Sehingga Masnif optimis apa yang dikerjakannya bisa mengangkat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan kertas daur ulang.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Detro)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Jawa Timur

2 Komentar

  1. Mau sekedar saran, bagaimana jika dipasarkan melalui internet ? melalui media2 gratisan untuk jualan di internet ?

Comments are closed.