Inspirasi Bisnis

Manisnya Bisnis Makanan Mochi Es Krim

Bisnis Es krim Mochi BandungBerawal dari rasa bosan dan jenuh yang dirasakan oleh Suci Agung (29) pada saat menjadi seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta, menumbuhkan niatnya untuk membuka sebuah bisnis makanan sendiri. Dilatarbelakangi dari keahlian dan pengalaman kerja yang didapatkan selama 10 tahun bekerja, semakin membulatkan niatnya untuk memulai usaha makanan sendiri lebih khususnya produk yang dihasilkan adalah mochi es krim.

bisnis makanan yang mulai dijalankannya sejak 24 Desember 2013 sampai dengan saat ini dirintis menggunakan uang pesangon sebagai modal usahanya. Dalam menjalankan usahanya tersebut, Ia terispirasi dari banyaknya kalangan muda di Indonesia yang telah sukses merintis sebuah usaha dan membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat di sekitarnya. Hal itulah yang membuatnya termotivasi untuk membuat usaha sendiri. “Namun, keluarga terutama anak dan istri saya yang selalu memberikan support menjadi motivasi utama bagi saya”,ungkapnya.

Modal usaha yang tidak terlalu besar yaitu Rp 4 juta, mampu membuatnya mengahasilkan produk yang sangat khas di daerah Sukabumi yaitu kue mochi.  Untuk mengangkat kue mochi agar lebih berkelas dan berbeda dengan kue mochi pada umumnya akhirnya Ia memodifikasi isi kue mochi dengan kacang, es krim dan aneka rasa lainnya. Hasilnya pun cukup mencengangkan, produk buatannya bisa diterima dengan baik oleh semua kalangan masyarakat dan omzetnya sekarang sudah mencapai Rp 10.000.000,00 – Rp 15.000.000,00 per bulan.

Ia menjual kue mochi dengan harga pasaran mulai dari Rp 5.000,00 – Rp 6.000,00/ pcs. Sedangkan untuk harga reseller dan agen Ia memberikan harga khusus yang bisa memberikan keuntungan. Dari bisnis makanan kue mochi tersebut, Ia berhasil menciptakan 20 varian rasa seperti Vanilla, choco, strawberry, anggur, leci, orange, mango, durian, banana, green tea, taro, tiramisu, mocca, oreo, rumraisin, chocochips, choconuts, bubble gum, cheese dan kuromochi dengan begitu pelanggan memiliki banyak pilihan rasa yang diinginkannya.

Dalam proses produksi, sampai dengan saat ini masih dikerjakannya sendiri dengan dibantu oleh istrinya. Pekerja yang membantunya hanya sebatas di bagian operasional di luar kegiatan produksi saja sehingga kapasitas produksi masih cukup terbatas yaitu sekitar 200 – 500 pcs/ hari. Dengan mengandalkan bahan baku dari dalam negeri seperti tepung ketan, gula pasir lokal, dan pewarna makanan lokal, serta ice cream powder lokal yang berkualitas, Ia mampu menghasilkan produk yang berkualitas pula meskipun jangkauan pemasaran baru sebatas wilayah Indonesia.

Menerapkan Sistem Pre Order Untuk Bisnis Kue Mochi

Awal mulanya Ia hanya menjual produknya kepada teman dan juga kerabatnya dalam jumlah yang sedikit, kemudian Ia mencoba untuk memasarkan produknya melalui media online dengan membuat web gratis. Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata  produk yang dihasilkannya tersebut mendapatkan respon yang sangat positif dari banyak orang dengan semakin meningkatnya permintaan produk.

Permintaan produk yang terus meningkat membuatnya merasa kuwalahan sehingga Ia memutuskan untuk menjual produk kue mochi hanya untuk reseller atau agen saja. Akhirnya, Ia pun menyusun sebuah ketentuan bagi reseller untuk memudahkannya mengatur orderan reseller, yaitu dengan sistem : Minimal order, Sistem pra order (po) minimal 4 hari sebelum pengantaran dan sistem pembayaran 50% uang dimuka.

Menjalankan sebuah usaha tentunya tidak luput dari kendala maupun hambatan, begitu juga dengan usaha makanan yang dijalankannya. Beberapa kendala yang dihadapi tersebut diantaranya seperti susahnya mendapat karyawan yang kompeten dalam bidang produksi serta tempat produksi yang kecil membuat produksi harian mochi es krim terbatas.

Tidak hanya itu saja, bahan produksi yang didapat bukan dari agen resmi juga membuat proses produksi membutuhkan modal besar.Terbatasnya media pengantar produk keluar kota atau pulau, kurangnya dukungan dari pemerintah setempat dan sulitnya proses pengurusan ijin usaha juga turut menjadi penghambat dalam usaha tersebut.

Meskipun demikian, Ia tetap berharap kepada pemerintah agar nantinya bisa lebih memperhatikan para pelaku bisnis ukm baik itu tentang pengurusan perizinan atau memperbanyak pengetahuan untuk bisnis berupa seminar gratis. Menurutnya bisnis ukm adalah salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan untuk membantu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, dengan begitu angka pengangguran dan kejahatan bisa berkurang.

Menjalankan bisnis makanan selain memberikan banyak keuntungan juga memberikan sebuah kepuasan dan kemenangan tersendiri bagi para pelaku usahanya. Ia mengungkapkan bahwa “Dengan usaha makanan ini saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mampu meningkatkan nilai jual kue mochi yang awalnya hanya sebagai makanan tradisional, sekarang sudah menjadi salah satu makanan modern dengan nilai jual yang lebih tinggi”.

Hal penting yang harus diingat dalam menjalankan sebuah usaha adalah jalani usaha dengan penuh semangat, selalu berdo’a, mulai dengan keahlian dan kegemaran yang kita miliki dan yang pasti jangan pernah lupa untuk bersedekah.

Tim Bisnis UKM.