Manisnya Gula Aren di Bulan Ramadhan

gula-arenTidak terasa sebentar lagi bulan Ramadhan akan datang. Bulan yang dinanti – nantikan oleh umat islam di seluruh dunia sebagai bulan yang penuh dengan maghfiroh dan keberkahan. Keberkahan itu juga dirasakan oleh para pembuat gula aren/gula jawa/gula merah. Permintaan gula Aren di dalam negeri per bulannya mencapai 120 ton dan tidak jarang akan melonjak hingga 180 ton pada bulan puasa.

Hal ini dirasakan sangat manis bagi para pembuat gula aren. Secara nasional gula aren berpotensi menjadi salah satu komoditas substitusi gula pasir andalan di dalam negeri di samping dapat berperan untuk menekan ketergantungan terhadap impor gula. Betapa nikmatnya makanan khas Ramadhan seperti kolak, bubur kacang hijau, candil dan jajanan lainnya yang dibuat menggunakan gula aren. Memang makanan berbuka puasa identik dengan yang manis – manis. Hal ini berhubungan dengan kalori yang terkandung didalam makanan manis tersebut yang dibutuhkan untuk mengembalikan energi atau kebugaran tubuh setelah berpuasa. Selama ini kita hanya menikmati lezatnya makanan – makanan yang dibuat dengan gula aren, namun taukah anda bagaimana cara membuatnya?

Bahan baku pembuatan gula aren diperoleh dari sari gula atau yang sering disebut sebagai nira, yaitu tangkai bunga jantan yang dapat disadap ketika tanaman aren berumur lima tahun dengan puncak produksi pada umur 15-20 tahun. Kucuran nira biasanya ditampung dalam bumbung (batang bambu sepanjang satu meter) dan proses penampungan dapat berlangsung hingga tiga bulan terus menerus tanpa henti. Setiap pohon dapat menghasilkan 10-15 liter nira per hari dengan dua kali penyadapan yaitu pada waktu pagi dan sore hari.  Untuk mencegah nira mengalami peragian, maka ke dalam bumbung bambu tersebut ditambahkan laru atau kawao yang berfungsi sebagai pengawet alami. Nira yang telah mengalami fermentasi tidak dapat dibuat gula.Gula aren adalah produk hasil pemekatan nira aren dengan panas (pemasakan) sampai kadar air yang sangat rendah (<6%). Pembuatan gula aren ini juga mudah dan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan yang sederhana.

BAHAN
a Nira aren
b Kapur sirih

CARA PEMBUATAN

a.Penyaringan.
Setelah nira disadap kemudian nira kelapa atau legen disaring dengan kain saring, atau saringan halus dari anyaman kawat tahan karat agar bersih,   terlepas dari   kotoran seperti lebah, daun kering dan kotoran lainnya. Hasil penyaringan disebut nira  bersih.

b.Pemasakan
1) Nira ditambah dengan kapur sirih sebanyak 1% dari volume nira (setiap 1 liter nira ditambah dengan 10 gram kapur sirih), kemudian dididihkan di dalam wajan sambil  diaduk-aduk. Pemanasan ini akan menyebabkan kotoran-kotoran halus akan mengapung bersama busa. Busa dan kotoran ini kemudian dibuang.
2) Setelah cairan nira tinggal 1/5 volume nira sebelumnya, nira disaring kembali, dan didinginkan semalam. Endapan yang terbentuk dibuang.
3) Nira yang telah diendapkan tersebut kembali dipanaskan sambil diaduk sehingga volumenya menjadi 8% volume semula. Cairan ini disebut dengan sirup kental.
4) Api dimatikan, dan sirup kental didiamkan selama 5 menit.
Gula aren sudah terbentuk bila nira menjadi pekat, berat ketika diaduk dan kalau di ciduk dari wajan dan dituangkan kembali adukan akan putus-putus. Dan kalau   tuangkan ke dalam air dingin, cairan pekat ini akan membentuk benang yang tidak putus-putus. Kalau sudah begitu, adonan diangkat dari tungku dan di cetak.

c.Pencetakan.
Sirup kental dituangkan ke dalam cetakan sampai terisi 1/3 bagian. Setelah agak dingin, sirup kental dituangkan lagi sampai penuh, dan gula ditunggu   sampai   mengeras dan dingin. Cetakan yang digunakan biasanya  terbuat dari tempurung berupa lingkaran atau kadang dari bambu yang dipotong-potong, paralon, atau kotak-kotak yang terbuat dari kayu.

d.Pengemasan.
Setelah gula dingin dan mengeras kemudian gula dikeluarkan dari cetakan dan dikemas di dalam wadah tertutup sehingga terhindar dari uap air. Gula dikemas   dengan   cara membungkusnya dengan daun pisang kering, daun aren atau bisa juga menggunakan plastik terutama untuk gula yang berbentuk balok. Gula aren terkemas ini  disimpan ditempat yang kering, tidak panas, dan terhindar dari benturan.

Manfaat Gula Aren
• Gula aren dipakai sebagai bahan pembantu untuk menimbulkan warna, memperkuat ketahanan warna dari pewarna alami.
• Warna cokelatnya ternyata adalah kandungan serat makanan yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Bagus untuk mengobati batuk demam
• Terdapat senyawa – senyawa yang berfungsi menghambat penyerapan kolesterol disaluran pencernaan.
• Baik untuk Terapi Asthma, Kurang darah/Anemia, Lepra/kusta, & untuk mempercepat pertumbuhan Anak.
• Bagus utuk makanan awal bagi orang yang terkena penyakit typhus.
• Sangat bagus bagi orang yang ingin menurunkan BP, mengurangi panas Pankreas, menguatkan Jantung, membantu pertumbuhan gigi kuat.
• Mempunyai khasiat Seperti Madu.

(Sumber gambar: http://www.infowonosobo.com/image/1230097517.jpg)

7 thoughts on “Manisnya Gula Aren di Bulan Ramadhan”

  1. saya mencari rekanan untuk pembiayaan dalam bisnis gula aren saya bisa memasok gula aren dalam partai besar tapi gak ada modal tolong infonya

    Reply
  2. mhn penjelasan samakan gula aren dengan gula siwalan atau legen? gimana cara membedakan jika sudah jadi gula padat?

    Reply
  3. Adakah produsen gula aren yang berdekatan dengan Cirebon. Saya berminat untuk memasarkan produknya ke pasar-pasar di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
    HP. saya (flexi) : 0231 3393098

    Reply
  4. sangat bagus

    Jawab:

    Terimakasih telah mengunjungi virtual office kami http://www.bisnisukm.com

    Salam sukses
    Terimakasih

    Reply

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba