Melepaskan Status Karyawan Kini Dirikan Usaha Jajanan Tradisional Jawa

Danan mematenkan bentuk bulat ampyangnya untuk memberikan deferensiasi. Selain itu, bentuk bulat memungkinkan lebih banyak kacang dari pada gula Jawa, sehingga rasanya tak membuat linu

Mapan sebagai karyawan sebuah perusahaan besar, tak lantas memuaskan hati seorang Alif Danan Faathir. Ia pun rela memutuskan beralih dari status seorang karyawan bergaji jutaan, kini memilih dirikan usaha jajanan tradisional jawa, ampyang.

Bapak satu anak ini memang jempolan dalam hal marketing. Ia tak pernah malu mengaku sebagai sales ampyang. Ia juga gigih mengantar sendiri ampyangnya menggonakan sepeda motor bebek

Ampyang merupakan makanan tradisional jawa yang banyak dijumpai di pasar tradisional maupun warung – warung pedesaan. Tak dipungkiri, keberadaannya kini mulai tergerus zaman. Kini jajanan kekinian mampu menggeser jajanan yang populer pada zamannya dulu. Tumbuhnya moderninasi membawa serta makanan – makanan siap saji, menandingi kudapan tradisional seperti si gula kacang ini.

Namun bagi Danan, ampyang bak permata, barang berharga yang membuatnya ikhlas meninggalkan kehidupannya sebagai karyawan. Tak tanggung, ampyang membuat lelaki 31 tahun ini memilih keluar dari perusahaan sekelas Honda Repsol.

Memilih Dirikan Usaha Jajanan Tradisional Jawa

Memilih Resign

Sebelumnya, Danan pernah bekerja sebagai staf marketing di perusahaan farmasi besar, Kalbe Farma. Setahun berselang, ia pun berpindah ke Honda Repsol, sebuah perusahaan otomotif raksasa asal Jepang yang menawarkan gaji cukup besar. “Waktu itu pekerjaan saya terbilang sudah mapan. Gaji sudah cukup, jenjang karir juga bagus,” ungkapnya pada BisnisUKM.com, Rabu (12/10/2016).

Iming – iming gaji dan karir tak menggoyahkan semangat Danan untuk meneruskan usaha ampyang milik neneknya. Jajanan tradisional mungil itu memang tak asing lagi bagi Danan. Sejak kecil ia selalu mencicipi ampyang dan memproduksi ampyang hingga sudah turun temurun dilakukan di keluarganya.

Usaha Keras Sang Sales Ampyang

Ayah dan ibu mertua tengah membantu poduksi Ampyang Khas Jawa. Dalam hal pekerjaan, mereka dan sang istri 100 persen mendukung Danan

Awalnya memang berat bagi Danan untuk memasarkan penganan tradisional jawa tersebut. Pasalnya, ampyang sudah dicap masyarakat sebagai penganan kuno, sederhana dan murah. Makanan yang biasanya dijual di warung – warung kecil. Namun seiring berjalannya waktu, usaha Danan mampu menepis anggapan itu dan sedikit demi sedikit pun usahanya tersebut mulai berhasil.

Kemudian pada saat itu Danan mulai melabeli usahanya dengan nama Ampyang Khas Jawa pada 2012. Sejak saat itu, ia bertekad untuk membuat ampyang bisa lebih dihargai dan dapat diterima semua kalangan masyarakat. Ia pun memulai usahanya dengan militan dan menyebut dirinya sales ampyang.

Dalam sekali produksi, Danan dan keluarga bisa menghabiskan satu kwintal kacang tanah

Merambah Ke Puluhan Toko

Label sales ampyang sengaja ia sematkan untuk menghargai seluruh jirih payahnya. Dibantu mertua dan tetangga, mereka pun membuat sampel untuk ditawarkan ke sejumlah toko oleh – oleh di Solo. Bermodalkan motor bebek, ia pun setiap hari menawarkan ampyang dari rumahnya di Desa Tegalsari, Bejen, Karanganyar, menuju pusat Kota Solo, menempuh jarak sekitar 20 kilometer.

Siapa pun yang menanam pasti menuai. Pepatah itu cocok untuk usaha Danan, karena empat tahun berselang, akhirnya usaha camilan tradisional ini mampu melenggang ke puluhan toko oleh-oleh di Solo, bahkan Yogyakarta. Selain itu, ampyang buatan Danan juga merambah sejumlah toko online dan kerap diminati pelanggan luar Jawa. Dengan usahanya itu semua, ampyang pun berhasil selangkah lebih maju untuk naik kelas.

Berdoa, Berusaha, dan Berpikir

Perjalanan Usaha Jajanan Tradisional Jawa

Dalam perjalanan usahanya, Danan mencoba belajar memecahkan setiap masalah. Berbekal doa, ia pun terus mengantar ampyangnya setiap hari ke puluhan toko. Hati Danan terus menengadah, kakinya terus melangkah, sedangkan pikirannya terus mendedah.

“Permasalahannya banyak, banyak sekali malah. Tapi saya coba berusaha semaksimal mungkin dulu, baru minta bantuan. Bukannya saya sombong, tapi itu untuk belajar diri sendiri,” katanya sambil tersenyum.

Ia benar – benar tidak main – main dengan jalan yang dipilihnya. Apapun resiko diambilnya. Meskipun berbagai kendala terus menghadangnya tak mampu membuatnya gentar. Ia pun terus berupaya untuk membuat ampyangnya semakin dikenal luas dan bisa melebarkan usahanya tersebut.

Kendala Pemasaran

Tak ada usaha yang aman dari yang namanya kendala, sekecil apapun usahanya pasti akan ada cobaan yang akan dihadapinya. Persoalan yang harus ia tangani datang dalam hal pemasaran. Mulai dari mengedukasi masyarakat tentang jajanan tradisional ini, membuat kelas jajanan tradisonal ini naik kelas, dsb.

Danan tahu pasti bahwa dia harus berinovasi agar tujuan melestarikan ampyang dapat tercapai. Ampyang yang sejatinya berbentuk lingkaran gepeng, ia ubah menjadi bulat seutuhnya, dengan alasan agar porsi kacangnya lebih banyak.

Usahanya Kini Diterima Masyarakat

Dan akhirnya usaha itu diterima masyarakat. Ampyangnya pun terbilang lebih gurih dan nikmat, dengan manis yang tak membuat ngilu gigi. Tak lama berselang, ampyang bentuk bulat itu ia patenkan sampai sekarang. Sehingga sekarang ampyangnya ini memiliki ciri khas, dikenal dengan bentuk yang unik yakni bulat utuh.

Lain persoalan, Danan sering merasa sayang bila sisa ampyang yang tak terjual harus dibuang. Tapi bukan owner Ampyang Khas Jawa namanya, kalau tak mampu berinovasi. Danan pun mengakalinya dengan membuat ampyang sisa menjadi sambal pecel kemasan yang tahan jauh lebih lama.

Saat ini Danan menjual ampyangnya dalam dua kemasan. Kemasan kecil berisi 12 biji dia hargai 7.000 rupiah, sedangkan kemasan besar berisi 20 seharga 12.000 rupiah. Untuk sambal kacang ia jual 8.000 rupiah untuk kemasan seperempat kilogram dan 32.000 rupiah untuk kemasan satu kilogram. Omzetnya pun bisa mencapai puluhan juta. 

Tips Membuat Produk Jadi Lebih Menarik

Dengan permasalah yang ada dalam pemasaran tersebut tentu harus terus dicari jalan keluarnya jika ingin usahanya sukses. Maka salah satu cara untuk meningkatkan penjualan dan membuat produknya jadi lebih berkelas dan elegan sehingga menjadi lebih berkelas. Nah salah satu cara yang bisa kamu gunakan dengan menggunakan kemasan dengan desain yang menarik.

Lalu untuk membuat desain yang menarik dan cantik kamu bisa kunjungi di dikemas.com. Berbagai jenis, model, ukuran bisa kamu temukan disana. Keuntungan dengan order di dikemas kamu bisa konsultasi gratis, dapet desain gratis, free ongkir dan masih banyak bonus lannya. Tunggu apalagi, bisa langsung tanya – tanya langsung ke CS nya dulu.

Tertarik Usaha Ini Juga?

Demikian ulasan kisah inspiratif pengusaha jajanan radisional tersebut. Untuk mendapatkan informasi bisnis lainnya kamu bisa cek di website bisnisukm.com. Kamu bisa mendapatkan berbagai jenis artikel mengenai peluang usaha, inspirasi usaha, pemasaran, video bisnis, bisnis online. Dan masih banyak ide – ide usaha menarik lainnya.

Kamu juga bisa cek dan gabung di bisniskuliner.id untuk mendapatkan inspirasi dari video liputan pengusaha sukses yang berhasil team bisnis kuiner temui. Sedikitnya ada 50. Disini kamu juga bakalan dapet 100 lebih video liputan. Mulai dari memulai usaha, lokasi usaha, modal usaha, resep, produksi, manajemen keuangan, strategi pemasaran, manajemen SDM dan pengembangan usaha.

Tim Liputan BisnisUKM

(/Rizki B. P)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Solo Raya

1 thought on “Melepaskan Status Karyawan Kini Dirikan Usaha Jajanan Tradisional Jawa”

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba