Menanam Jamur Memetik Untung

jamur

Jamur dikenal sebagai bahan makanan nabati yang memiliki nilai gizi tinggi. Beberapa jenis jamur memiliki khasiat obat. Kandungan protein di dalam jamur berkisar antara 19-35%, lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan protein yang ada pada beras dan gandum.

Konsumen
Target pasarnya yaitu para penggemar kuliner jamur, serta para pelaku bisnis makanan yang menggunakan jamur sebagai bahan baku usaha mereka. Banyaknya usaha makanan yang menggunakan jamur, meningkatkan permintaan masyarakat akan jamur.

Info bisnis
Beberapa sentra jamur di Indonesia ada di Lembang, Cisarua, Solo, Wonosobo, Blitar, dan lain-lain. Diantara jamur konsumsi yang memiliki nilai bisnis tinggi serta luas penggunaannya adalah jamur tiram (shimeji, oyster, mushroom, abalone), jamur kuping (hiratake, lember, jew’s ear fungi, mouleh), dan jamur shiitake (hioko, donko, shiang-gu, Chinese black mushroom).

Jamur payung
Jamur ini disebut Jamur shiitake (Lentinus edodes) dalam bahasa Jepang,  Jamur hioko dalam bahasa Cina dan orang Indonesia sering menyebutnya dengan jamur jengkol. Jamur ini berwarna kuning kecokelatan dengan tudung berdiameter 3-10 cm. Dalam keadaan segar jamur ini sedikit kenyal, tetapi setelah kering menjadi liat. Harganya relatif mahal karena selain rasanya enak jamur ini juga berkhasiat mengobati penyakit kanker dan hepatitis B. Biasanya dijual dalam keadaan segar dan kering.

Jamur kuping (Auricularia polytrica)
Bentuknya mirip daun telinga alias kuping sehingga dinamakan jamur kuping. Teksturnya lunak dan lentur saat masih segar. Warna dan ukurannya bervariasi, tergantung jenisnya. Jamur kuping hitam (black jelly), berwarna agak kemerahan dan berukuran relatif lebar. Jamur kuping agar (white jelly), berwarna putih, ukurannya lebih kecil dan tipis. Lebih sering digunakan dalam masakan Cina.

Selain untuk ramuan makanan, jamur kuping juga digunakan untuk pengobatan misalnya untuk mengobati panas dalam dengan cara merendamnya di dalam air bersih semalaman kemudian air rendamannya diminum. Sebagai makanan olahan kini, jamur kuping sering juga dijumpai dalam bentuk semacam chips atau keripik di pasar-pasar swalayan.

Jamur Tiram (Oyster mushroom)
Jamur tiram memiliki warna tubuh bermacam-macam, diantaranya putih, kecoklat-cokelatan, kemerah-merahan, kekuning-kuningan, dan lain sebagainya tergantung warna tubuh buahnya.

Selain dapat disayur, jamur tiram dapat diolah menjadi keripik, atau kerupuk. Di Eropa dan Amerika, jamur tiram sering dikonsumsi langsung dijadikan semacam sayuran pembuat salad.

Dalam budidaya jamur ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Pemilihan lahan.

Pilih lahan yang memenuhi persyaratan: lahan relatif rata atau datar, ketinggian lokasi budidaya optimal, letak strategis ( kawasan aktif hortikultura, jauh dari kawasan pabrik, jauh dari pusat keramaian kota, jauh dari pencemaran pemukiman)

2. Pemilihan bibit unggul.

Pilih bibit unggul yang teruji baik yaitu perbandingan BER (Rasio Efisiensi Biologis) atau perbandingan berat hasil dengan berat substrat tanaman di atas rata-rata.

  1. Perhitungkan kebutuhan lahan dan bangunan (harus memenuhi syarat dalam bentuk, ukuran, dan kondisi lingkungan).
  2. Pertimbangkan ketersediaan bahan baku.
  3. Pertimbangkan sumber daya manusia atau tenaga kerja yang memenuhi syarat.
  4. Tentukan skala usaha yang disesuaikan dengan jumlah produksi.
  5. Perinci kebutuhan peralatan sehingga mendukung kelancaran proses budidaya.
  6. Rencanakan pembagian organisasi agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara baik, efisien, dan memberikan hasil yang maksimal.

Kelebihan bisnis
Meningkatnya minat masyarakat akan jamur, menjadi peluang besar bagi para petani jamur. Dari mulai jamur segar, sampai berbagai macam menu kuliner jamur seperti jamur crispy, sate jamur, serta keripik jamur banyak dicari para konsumen. Selain itu saat ini sudah banyak kelompok tani budidaya jamur, jadi mempermudah Anda untuk memperoleh bibit atau baglog jamur.

Kekurangan bisnis
Kendala yang sering dialami para petani jamur yaitu perawatan jamur yang sedikit repot dan membutuhkan  kubung yang steril. Jika pertumbuhan jamur kurang diperhatikan, yang akan terjadi yaitu munculnya bibit jamur penyakit maupun hama lainnya yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Disamping itu budidaya jamur juga membutuhkan suhu udara dan kelembapan udara tertentu, sehingga tidak semua daerah cocok digunakan untuk membudidayakan jamur.

Pemasaran
Untuk memasarkan bisnis ini, Anda dapat membuka pelatihan budidaya jamur bagi para pemula. Selain menambahkan income, kegiatan ini juga sebagai sarana pemasaran dari mulut ke mulut. Selanjutnya Anda dapat memasarkan kegiatan budidaya tersebut melalui media cetak maupun media elektronik. Anda juga bisa mengikuti berbagai pameran agribisnis yang sering diadakan pemerintah kota maupun instansi swasta yang ada di kota Anda.

Kunci sukses
Agar bisnis Anda dapat berkembang, jangan hanya membudidayakan jamur saja. Kembangkan bisnis Anda dengan menjual bibit dan baglog jamur, membuka pelatihan budidaya jamur bagi para pemula, atau menjual berbagai produk hasil olahan jamur yang diminati konsumen. Bagi yang berminat dengan peluang usaha ini, berikut kami berikan analisa ekonomi menanam jamur memetik untung.

Analisa Ekonomi
Berikut disajikan gambaran analisa ekonomi budidaya Jamur Shiitake
Biaya Tetap = Rp 7.700. 000 
(Terdiri dari Sewa lahan seluas 2500m2;
pembuatan bangunan pemeliharaan;
pembuatan rak pemeliharaan;
pembelian pompa air,
selang plastik,
emrat,
thermometer ruangan dll; biaya tidak terduga)

Biaya Variabel = Rp 37.950.000
(Terdiri dari pembelian 10.000 buah log/substrat tanaman siap pelihara;
biaya panen dan pasca panen,
biaya tenaga kerja selama 5 bulan,
dan biaya tak terduga)
Total biaya = Rp 7.700. 000 + Rp 37.950.000 = Rp 45.650.000

Pendapatan 
Diasumsikan kegagalan 10% jadi dari 10.000 log /substrat tanaman.
substrat tanaman yang berhasil adalah 9000 log/substrat tanaman.
1 log menghasilkan 400 gram jamur segar.
Harga jual jamur segar = Rp 17.500/kg.
Jadi total pendapatan = 9000 log x 0,4 Kg x Rp 17.500 = Rp 63.000.000.

Keuntungan = Rp 63.000.000- Rp 45.650.000 = Rp 17.350.000.

Sumber gambar: Jamur tiram, http://wwwindofamily.net/bisnis/images/stories/news/jmr.jpg

31 thoughts on “Menanam Jamur Memetik Untung”

  1. sy mw mulai berbisnis jamur…klo mw pesan bibitnya gmn?
    tlg hub. sy di 0856 4666 0030
    ato email yunan.db@gmail.com

  2. Saya memmproduksi jamur tiram,tetapi kesulitan mencari pemasaran daerah solo dan sekitarnya,tolong bantuannya dan hubungi saya di 083869257986

  3. Saya sedang mencari petani jamur kuping (kering) untuk wilayah jogjakarta. Mohon info tempat2 petani jamur kuping apabila ada yang mengetahui tempatnya. Karena petani jamur kuping saat ini sudah susah ditemukan. Thanks.

  4. Di wilayah Cangkringan, Kaliurang, ataupun Pakem (semua di Yogyakarta) ada penyedia bibit jamur tiram dlm bentuk baglog. Dan baglog ini bisa dibawa keluar kota spt yg pernah dilakukan teman saya membawa bibit2 tersebut ke Jepara.

Comments are closed.

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba