Aktivitas, Galeri Foto

Pelatihan Budidaya dan Produksi Media Tanam Jamur

Praktik pelubangan dan Pemasangan cincinUntuk kedua belas kalinya, Lantabura Media (LM) kembali menyelenggarakan pelatihan jamur yang bertajuk ‘Panen Untung Budidaya Jamur’. Berbeda dari pelatihan sebelumnya, kali ini sesi pelatihan hanya dilangsungkan selama satu hari, Sabtu (10/3). Kendati waktu pelatihan lebih pendek, namun tidak mengurangi bobot materi yang diberikan, baik yang disampaikan trainer maupun kegiatan pendukung lainnya. Selama sehari penuh, peserta memperoleh materi terkait pengenalan seluk beluk jamur, proses budidaya jamur tiram, dan praktik produksi media tanam/ baglog jamur.

Pelatihan kali ini diikuti oleh 3 orang peserta, yaitu I Ketut Sudhita Riyasa (59) asal Semarang, Nova Mardiana (23) dan Fitrianto MT (21) asal Pontianak Kalimantan Barat. Dua kakak beradik Nova dan Fitrianto mengakui bahwa di lokasi tempat tinggalnya (Pontianak), jamur belum banyak dikembangkan, sehingga harga jamur masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, mereka berharap dalam pelatihan kali ini, bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya agar nanti bisa diaplikasikan di wilayah Pontianak. Sementara Bapak Ketut yang sudah memiliki usaha budidaya jamur mengakui jika selama ini produksi jamurnya belum bisa maksimal. Sehingga keikutsertaan beliau dalam pelatihan kali ini tidak lain ingin mengetahui secara pasti permasalahan apa saja yang membuat usahanya tersebut belum bisa berkembang maksimal.

Materi Kelas JamurPada sesi materi pertama yang dilangsungkan di kantor Lantabura Media, peserta mendapat penjelasan tentang seluk beluk jamur dan budidayanya. Selama kurang lebih 3 jam, pemateri ‘membius’ para peserta pelatihan dengan berbagai hal terkait dengan budidaya jamur. Tidak ketinggalan, peserta juga terlibat aktif mengajukan berbagai pertanyaan sekiranya materi yang disampaikan belum dimengerti. Setelah memperoleh teori secara lengkap, peserta kemudian diajak menikmati aneka olahan jamur yang nikmat dan lezat. Sate jamur, tongseng jamur, pepes jamur, rendang jamur, lumpia jamur, dll mampu ‘mengoyang lidah’ ketiga orang peserta pelatihan.

Kenyang dengan santap siang aneka olahan jamur, peserta melanjutkan sesi pelatihan dengan praktik produksi media tanam/ baglog jamur. Runtutan tahapan dari mulai pemilihan bahan baku sampai dengan proses inkubasi dijalani peserta dengan penuh semangat. Tidak ketinggalan, penjelasan mengenai alat yang digunakan serta cara membuatnya juga disampaikan pada sesi tersebut. Rasa penasaran peserta dengan materi kelas yang disampaikan pada sesi materi pagi, terjawab dengan gambaran nyata yang didapatnya ketika praktik langsung.

Mengunjungi Petani jamurSesi siang hari tersebut dilanjutkan dengan mengunjungi salah seorang petani jamur yang sukses membudidayakan aneka jenis jamur dalam satu area lokasi. Di tempat itu, peserta bisa memperoleh gambaran secara nyata mengenai bentuk rumah/ kumbung jamur dan perlakuan budidaya untuk beragam jenis jamur, seperti Jamur Tiram, Jamur Kuping, Shiitake, Ling Zhie, dll. Tidak hanya di satu tempat, kunjungan juga dilakukan ke salah seorang petani jamur yang sudah menerapkan proses penyiraman otomatis dalam pembudidayaan jamurnya. Dengan sistem tersebut, maka petani jamur tidak direpotkan dengan penyiraman secara manual, karena alatnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Peserta pelatihan jamurDi akhir sesi pelatihan, masing-masing peserta mengungkapkan harapan mereka selepas mengikuti serangkaian materi dari pagi hingga sore hari tersebut. “Dengan mengikuti pelatihan ini, saya memperoleh banyak sekali tambahan wawasan terkait pembudidayaan jamur, semoga ini bisa berguna bagi usaha saya (budidaya jamur) ke depannya,” ujar Pak Ketut. Sementara Nova dan Fitrianto kompak ke depannya bisa berbisnis seperti halnya pengusaha jamur lainnya, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan di wilayahnya.

Tim bisnisUKM

SHARE YUK!