Pelatihan Panen Untung Budidaya Jamur Angkatan 16

peserta pelatihan jamur 16BisnisUKM.com kembali menggelar Pelatihan ‘Panen Untung Budidaya Jamur’ di Yogyakarta, Jumat dan Sabtu (28-29 Desember 2012). Pelatihan yang diselenggarakan untuk ke-16 kalinya tersebut merupakan jawaban seiring makin merebaknya tingkat permintaan serta minat masyarakat akan budidaya jamur di berbagai wilayah di tanah air. Selama dua hari, para peserta dibekali dengan materi teori seputar budidaya jamur, peluang usaha budidaya jamur, praktik produksi media tanam (baglog) jamur, serta perlakuan-perlakuan dalam budidayanya.

Pelatihan pada kesempatan tersebut diikuti oleh 5 (lima) orang peserta yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. Kelima orang peserta tersebut adalah Agus Juara (40) asal Wonosobo; Nur’ Aini (54) dan Fariz Firdaus (29) dari Tulungagung; Irwanto (53) dari Surabaya; serta Sugiyo (34) dari Grobogan. Mereka mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang telah dipersiapkan oleh tim training dari bisnisUKM.

materi kelasPada hari pertama pelatihan, Jumat (29/12), para peserta memperoleh materi teori (kelas) seputar seluk beluk jamur serta tahapan proses budidayanya. Pemateri yang merupakan salah seorang pakar jamur di Yogyakarta menyampaikan secara gamblang hal-hal yang berkaitan dengan budidaya jamur konsumsi, khususnya jamur tiram dan kuping. Selama kurang lebih dua jam, para peserta memperoleh pengetahuan yang membuka ‘pikiran’ mereka tentang pengetahuan jamur beserta hal-hal yang terkait di dalamnya. Sesi tersebut juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk konsultasi atau bertanya langsung kepada pemateri mengenai informasi tentang budidaya jamur.

Setelah ‘mateng’ dengan informasi terkait teorinya, kelima orang peserta kemudian mengikuti praktik produksi media tanam (baglog) serta perlakuan-perlakuan dalam budidaya jamur. Praktik dimulai dari pemilihan bahan baku yang baik dan benar, proses pencampuran bahan baku, memasukkan bahan baku ke dalam media plastik, sampai dengan proses inkubasi masing-masing dijalani peserta secara berurutan. Penyampaian serta komunikasi yang baik dari pemateri membuat seluruh peserta enjoy dan antusias melahap satu persatu tahapan praktik meskipun dalam suasana guyuran hujan.

Sesi terakhir di hari pertama pelatihan peserta diajak mengunjungi Aneka Mesin untuk melihat secara langsung proses pembuatan mesin produksi olahan jamur. Di Aneka Mesin, peserta berkesempatan memperoleh penjelasan terkait mesin-mesin yang berhubungan dengan produksi jamur beserta olahannya, seperti spinner (peniris minyak), press baglog, dan vacuum frying.

mengamati kumbung jamurMemasuki hari kedua pelatihan, Sabtu (29/12), para peserta mengawalinya dengan melahap tambahan informasi teori seputar analisa usaha serta gambaran pasar jamur konsumsi. Pemateri mengkondisikan informasi mengenai gambaran pasar jamur sesuai dengan asal peserta. Masing-masing peserta sharing dengan pemateri mengenai kondisi pasaran jamur di daerahnya seperti apa, kemudian langkah yang kemungkinan bisa dijalankan bagaimana. Sama halnya dengan sesi kelas hari pertama, materi tersebut diapresiasi peserta dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang sekiranya masih ‘mengganjal’ dalam benak mereka.

Setelah sesi kelas itu, peserta selanjutnya diajak untuk mengunjungi petani jamur yang sudah lama menggeluti usaha budidaya jamur konsumsi. Dengan kunjungan itu, peserta bisa melihat lebih riil terkait bentuk rumah jamur (kumbung), penataan rak jamur, macam-macam jamur, proses perlakuan budidaya, dll. Peserta dapat secara langsung bertanya kepada para petani jamur mengenai permasalahan yang sering dihadapi serta bagaimana cara penanggulangannya.

santap aneka olahan jamurRasa penasaran peserta semakin menjadi ketika tim mengajak menikmati aneka olahan jamur. Aneka masakan olahan seperti sate jamur, tongseng jamur, pepes jamur, rendang jamur, jamur bakar, dan lumpia jamur mampu ‘mengoyang lidah’ seluruh peserta pelatihan. Tidak sedikit peserta yang baru tahu jika jamur ternyata bisa diolah menjadi aneka jenis masakan yang lezat.

Kenyang dengan olahan jamurnya, peserta kembali diajak mengunjungi salah seorang petani jamur yang membudidayakan aneka jenis jamur konsumsi, seperti tiram, kuping, lingzhie, shiitake, dll. Rasa penasaran peserta mengenai bentuk dan fisik aneka jenis jamur terjawab ketika mengunjungi petani jamur tersebut. Sesi tersebut merupakan bagian akhir dari pelatihan selama dua hari tersebut. Rasa puas terlihat dari raut muka seluruh peserta pada sesi penutup pelatihan jamur itu. Masing-masing memiliki kesan dan harapan selepas mengikuti pelatihan jamur yang digelar di Yogyakarta tersebut.

berbincang dengan petani jamur“Melalui pelatihan ini saya bisa lebih mendalami dan mempraktekkan langsung sesuai harapan saya sebelum mengikuti pelatihan dan ingin mengembangkan pengolahan terhadap hasil budidaya jamur sendiri dengan memberdayakan ibu-ibu PKK di lingkungan perumahan kami,” ujar Ibu Nur’Aini.

Tim bisnisUKM

 

 

4 thoughts on “Pelatihan Panen Untung Budidaya Jamur Angkatan 16”

    • Terimakasih atas respon yang disampaikan. Informasi katalog dan pricelist Bibit Jamur telah kami kirimkan melalui alamat email Bapak Jahir. Informasi pemesanan bisa menghubungi customer servis kami melalui (0274) 3000-422 atau SMS 081-329-612-111. Semoga bisa membantu dan salam sukses!

      Reply

Leave a Comment