Peluang Bisnis

Peluang Binis dari Inovasi Unik Kuliner Pisang Goreng

Ketika anda disodori makanan yang menggunakan cara proses digoreng, tentunya anda akan terbayang dengan minyak yang masih melekat, kolesterol tinggi, makanan tidak menyehatkan. Namun, kini ada inovasi pangan yang sekiranya mengubah image makanan dengan menggunakan cara proses digoreng dari image kelas bawah ke kelas lebih tinggi lagi. Bernama Ery Ashok yang  pada tahun 2004 menggunakan perpaduan antara kemampuan memasak dengan kemajuan teknologi pangan di Indonesia, menemukan sebuah inovasi produk yang dinamakan Ta B’nana.

Konsumen
Konsumen pisang Ta B’nana meliputi semua umur dari mulai anak – anak, remaja sampai orang tua. Namun karena harganya yang lebih mahal dibanding pisang goreng pada umumnya, outlet Ta B’nana lebih sering dikunjungi masyarakat kelas menengah ke atas.

Info Produk
Sebuah nama brand yang menggunakan bahasa awam tetapi sarat makna, Ta  mempunyai arti besar menyadur dari bahasa Jepang, B’nana menyimbolkan sebuah produk yaitu Banana yang disingkat B’, jika digabungkan Ta B’nana mempunyai arti pisang goreng yang besar. Franchise ini menjual jenis makanan berbahan baku pisang yang dibalurkan kedalam tepung crispy sebelum diolah dengan cara digoreng 2 kali dengan minyak non kolesterol, setiap pisang yang diolah harus memenuhi standar minimal ukuran panjang 6 cm dan ketebalan 1 cm, dengan tingkat kematangan pohon yang cukup, sehingga diperoleh Ta B’nana yang tebal, empuk dan manis didalam serta crispy diluar .

Soklat Banget, Murah Banget

Soklat Banget, Murah Banget

Paket mulai dari 3,8 Juta mendapatkan semua perlengkapan lengkap.

Salah satu kelebihan lain dari produk ini adalah ketika menikmati, kita tidak perlu kawatir dengan minyak yang melekat pada makanan akan mengotori tangan, karena dengan sistem penggorengan dua kali,  jumlah minyak yang menempel serta jumlah kolesterol yang terkandung pada pisang akan sangat banyak berkurang.

Franchise yang berpusat di Jakarta tepatnya di Kelapa Gading Permai saat ini telah mempunyai gerai outlet mencapai 30 buah, termasuk kota besar seperti Semarang, Yogyakarta,  Pekanbaru, dan NTB. “Saya paling suka menikmati yang berbentuk kipas, unik bentuknya tapi tetap renyah dan empuk, apalagi kalau tidak terlalu panas, manis pisang lebih terasa” papar salah satu pelanggan setia Ta B’nana.

Gerai Ta B’nana di Yogyakarta yang berlokasi di Jl. Diponegoro dikelola oleh Ny.Siti Maemunah, semenjak buka pada tahun 2007, gerai ini tidak pernah sepi dari pelanggan. Sedikitnya 50-70 sisir pisang habis digunakan untuk membuat sekitar 600 pisang goreng. Satu potong pisang goreng dihargai Rp. 2.000,00.

Siti Maemunah, mengungkapkan Ta B’nana menggunakan pisang kapok untuk pisang goreng crispy-nya. Ternyata, pisang kepok paling cocok untuk diolah jadi pisang goreng. “Kita memilih pisang kepok kuning yang manis, dan mempunyai kadar air yang sedikit. Jadi tidak lembek pisangnya,” papar Siti . Pisang – pisang kepok tersebut didapatkan dari pemasok di Wates. Ny. Siti mengungkapkan pada bulan ke 5 gerainya telah dapat mencapai BEP serta ROI, sehingga bulan berikunya ia dapat menikmati sepenuhnya hasil gerainya.

Kelebihan Usaha
Produk Ta B’nana yang sehat, unik dan renyah belum banyak ditemui di kota Jogja. Hal ini menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi Ny. Siti. Outletnya tidak pernah sepi pelanggan karena mereka tertarik dengan menu pisang goreng yang dikemas dengan bentuk dan rasa yang unik.

Kekurangan Usaha
Selain kelebihan, usaha ini juga memiliki kekurangan usaha. Harganya yang lebih mahal dari pisang goreng biasanya, membuat usaha ini terbatas untuk kalangan menengah ke atas. Masyarakat kalangan bawah sering segan membeli produk tersebut karena harganya yang lebih mahal daripada pisang goreng biasa.

Pemasaran Bisnis Ta B’nana

Pemasaran pisang Ta B’nana menggunakan spanduk dan banner untuk setiap outlet. Selain itu pemasaran juga diperluas dengan membuka kemitraan dengan sistem bisnis waralaba. Mengikuti beberapa pameran franchise juga digunakan produk Ta B’nana untuk memperluas pasar Ta B’nana, karena semakin banyak jumlah franchisor, semakin luas pula pemasaran produk Ta B’nana.

Kunci Sukses
Dalam menjalankan usaha makanan pisang goreng Ta B’nana usahakan untuk memilih lokasi yang strategis, misalnya di pusat perbelanjaan, atau di taman bermain. Selain itu gunakan sarana promosi yang mendukung, pasang banner, spanduk serta gunakan seragam Ta B’nana untuk menarik minat pelanggan.

Analisa Ekonominya

Omset per Hari :
500 peace x 2.000            : Rp   1.000.000

Omset Per Bulan
1.000.000 x 30               : Rp  30.000.000

Pengeluaran per bulan
Crispy + adonan 500 x 600    : Rp    300.000
gas             50 x 600     : Rp     30.000
minyak goreng 4 ltr x @9.000 : Rp     36.000
kardus + plastik 50 x 600    : Rp     30.000
Bahan Baku ( 40% )
350.000 x 30                 : Rp 10.500.000
sewa tempat/bulan            : Rp  3.000.000
Gaji 3 org Pegawai           : Rp  2.700.000
Biaya Lain – lain            : Rp  1.200.000+
TOTAL                        : Rp 17.796.000

Laba Bersih
(rp 30.000.000,00 – Rp 17.796.000,00  = Rp  12.204.000

Bagi Anda yang sedang mencari usaha franchise makanan, Ta B’nana inovasi unik pisang goreng dapat Anda coba. Salam sukses.
(Sumber : Tim BisnisUKM)