Peluang Bisnis

Mengintip Bisnis Mengolah Sampah Jadi Pupuk Kompos

mengintip-bisnis-mengolah-sampah-jadi-pupuk-kompos

Peluang bisnis mengolah sampah jadi pupuk kompos bisa anda jadikan pilihan usaha lho. Bagaimana penjelasanya? Mari kita simak ulasan berikut ini. Ketika melihat tumpukan sampah daun kering yang berjatuhan di halaman rumah, kebanyakan orang hanya akan membiarkannya terbuang begitu saja tanpa melakukan penanganan apapun. Padahal, dengan pengolahan yang tepat sampah-sampah ini dapat disulap menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk tanaman.

Mengolah Sampah Jadi Pupuk Kompos Bisa Jadi Peluang?

Tidak menutup kemungkinan bila aktivitas mengolah sampah organik bisa menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat karena pupuk kompos masih dibutuhkan para petani di Indonesia.

Tak bisa kita pungkiri bahwa sampai saat ini permasalahan sampah masih menjadi PR besar bagi Bangsa Indonesia. Berbagai macam strategi telah diupayakan oleh pemerintah, lembaga sosial maupun organisasi penggiat lainnya, namun sampai hari ini belum ada solusi efektif yang dihasilkan. Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk mulai berperan aktif mengolah sampah, menjadi salah satu faktor pemicu munculnya berbagai macam bencana yang diakibatkan dari sampah.

Baca Juga Artikel Ini :

Potensi Bisnis Pupuk Cair Organik Dari Hama Keong

Potensi Bisnis Pupuk Kompos Organik

Nah, untuk bisa kantongi pundi-pundi rupiah dari bisnis olahan sampah, tidak ada salahnya bila mulai sekarang Anda mencoba mengolah sampah organik yang ada di sekitar rumah Anda menjadi pupuk kompos untuk mendatangkan keuntungan besar setiap bulan.

Training Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM, BisnisUKM

Target Pasar Bisnis Mengolah Sampah

Berkembangnya sistem pertanian dan pangan organik di berbagai belahan dunia, termasuk salah satunya di Indonesia, ternyata turut meningkatkan jumlah permintaan pupuk organik setiap bulannya. Bahkan beberapa sentra pengembang pertanian organik saat ini menjadi daerah yang membutuhkan pupuk kompos organik dalam jumlah besar.

Umumnya  pupuk kompos organik sendiri dibutuhkan untuk tanaman pangan maupun hortikultura. Menurut hasil penelitian yang dilakukan Puslittanah, lahan sawah di Indonesia terutama di daerah Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, Kalimantan, dan Sulawesi Selatan telah menggunakan pupuk organik secara intens dan kebutuhannya saat ini terus menunjukan peningkatan yang signifikan.

Dengan luas lahan sekitar 5,9 juta ha para petani di daerah tersebut membutuhkan sekitar 3 juta ton pupuk organik, sedangkan untuk lahan tanaman hortikultura dengan luas sekitar 94 ribu ha dibutuhkan pupuk organik sebanyak 190 ribu ton. (Data ini dikutip dari Masyarakat Pertanian Organik Indonesia)

Cara Mengolah Sampah Jadi Pupuk Kompos

bisnis-mengolah-sampah-jadi-pupuk-kompos

Hampir seluruh pupuk kompos diproduksi dari sampah organik. Sampah organik sendiri adalah sampah yang bisa terurai, misalnya saja seperti sampah daun kering, ranting kecil, sampah sayuran dan buah-buahan. Sehingga bisa diartikan pupuk kompos adalah salah satu pupuk organik yang dibuat dari proses pembusukan sampah organik (tumbuhan maupun hewan).

Untuk bisa mengolah sampah menjadi pupuk kompos, ada tiga hal pokok yang wajib Anda persiapkan. Antara lain yaitu bahan baku sampah organik (misalnya seperti daun kering, ranting pohon yang kecil, sayur, ampas pertanian, dan lain-lain), media pengomposan (lobang tanah atau bak), dan yang ketiga adalah alat-alat penunjang.

Apabila ketiga komponen ini telah dipersiapkan, selanjutnya Anda bisa mengikuti beberapa langkah di bawah ini karena pembuatan pupuk kompos terbilang sangat mudah. Bagi Anda yang memiliki modal kecil, tidak perlu khawatir untuk skala bisnis rumahan pembuatan pupuk kompos bisa dilakukan secara manual dengan menggunakan alat sederhana.

Mau Bisnis Pupuk Kompos? Simak Cara Pembuatannya

1. Pengumpulan Sampah

Langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu mengumpulkan sampah organik yang ada di sekitar Anda. Bahan baku kompos bisa diambil dari sisa-sisa tanaman misalnya saja sampah dedaunan kering, ranting kecil, sampah sisa sayur, sisa buah atau kotoran hewan. Masing-masing bahan memiliki kandungan unsur yang berbeda, dan unsur-unsur inilah yang berfungsi sebagai zat hara yang diperlukan tanaman.

Disini yang perlu Anda perhatikan adalah bila sampah yang Anda kumpulkan memiliki ukuran cukup besar, sebaiknya lakukan pemotongan terlebih dahulu menjadi ukuran yang lebih kecil. Langkah ini perlu dilakukan agar bahan baku bisa masuk ke dalam kantong plastik dengan mudah.

2. Memasukan Sampah Ke Tempat Pengomposan

Setelah selesai dipotong menjadi ukuran yang lebih kecil, secara bertahap masukan sampah ke tempat pengomposan. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan kantong plastik, masukkan potongan sampah hingga kurang lebih 10 cm dari dasar kantong. Selanjutnya siramkan larutan promi secara merata, dan masukan kembali selapis sampah sekitar 10 cm lalu siramkan kembali larutan promi. Ulangi langkah tersebut sampai kantong plastik penuh.

3. Proses Inkubasi

Apabila kantong plastik sudah terisi penuh, tutup rapat kantong tersebut untuk proses inkubasi. Biarkan proses ini berlangsung kurang lebih 3 – 6 minggu hingga kompos benar-benar sudah matang.

4. Proses Panen Kompos

Setelah 6 minggu, kompos sudah matang dan bisa langsung digunakan. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ada baiknya bila pupuk kompos dikeringkan, dicacah dan diayak terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Dengan begitu pupuk yang dihasilkan tidak berbau dan bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Keuntungan Bisnis Bisnis Mengolah Sampah

Dengan modal utama berupa sampah organik serta memanfaatkan peralatan sederhana yang ada di rumah, bisa dikatakan peluang bisnis pupuk kompos ini bisa dimulai dengan modal nol rupiah. Tidak hanya itu saja, bisnis rumahan ini juga cukup mudah untuk dijalankan. Anda bisa memanfaatkan sampah dedaunan yang berserakan di halaman kemudian mengolahnya secara manual dengan peralatan yang ada di rumah.

Apalagi saat ini trend pertanian organik di negara kita sedang naik daun, bisa dipastikan bila permintaan pasar domestic terhadap pupuk organik juga ikut meningkat. Bahkan volume permintaannya jauh lebih besar dibandingkan dengan kapasitas produksi pupuk nasional. Tingkat permintaan tersebut diperkirakan semakin tinggi pada tahun-tahun mendatang menyusul kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi 1 juta ton pupuk organik. Dari jumlah tersebut kurang lebih setiap tahunnya terserap 80%.

Kendala Usaha Bisnis Mengolah Sampah

Persaingan usaha pupuk kompos belakangan ini cukup ketat, akan tetapi kondisi tersebut justru mendorong semangat para pelaku bisnis pupuk kompos untuk berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi baru agar bisa memproduksi pupuk kompos dalam waktu yang lebih singkat. Contohnya saja bila dulunya proses produksi bisa memakan waktu 1-2 bulan, sekarang ini banyak pelaku UKM yang mampu membuat pupuk kompos dalam waktu 7-10 hari dengan bantuan mesin tepat guna.

Kendala lain yang dihadapi produsen pupuk kompos di Indonesia yaitu sulitnya mendapatkan sertifikasi kelayakan dari Departemen Pertanian. Tak heran bila sampai hari ini masih banyak produsen yang belum tersertifikasi dan melalui uji laboratorium. Kondisi ini dipicu karena mahalnya biaya untuk mendapatkan sertifikasi. Imbasnya, karena dinilai belum memenuhi standar kualitas produk, harga pupuk organik di pasaran relatif sangat murah yakni sekitar Rp 1.900,00/ kg.

Strategi Pemasaran Bisnis Mengolah Sampah

bisnis-pupuk-kompos

Target konsumen yang disasar pada peluang usaha ini adalah para petani dan pecinta tanaman. Bila di daerah Anda ada kumpulan kelompok tani, Anda bisa coba membuka jaringan komunikasi dengan mereka agar bisa menjadi pemasok pupuk organik di kelompok tani tersebut. Strategi pemasaran ini cukup efektif, karena satu kelompok tani umumnya membawahi beberapa anggota. Jadi, seperti istilah “Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui” ketika Anda berhasil menggandeng satu kelompok tani maka tidak mustahil bila Anda mendapatkan jalan ke puluhan anggotanya yang notabene adalah para petani.

Langkah berikutnya yang bisa Anda jalankan yakni menawarkan langsung ke target kosumen yang dimaksud atau bisa juga menjalin kerjasama dengan para agen, pengecer pupuk dan beberapa toko pertanian yang ada di sekitar Anda. Sistem kerjasama yang Anda tawarkan bisa berupa titip jual (konsinyasi), jual putus, ataupun sistem pre order (ketika ada konsumen yang order pupuk kompos, maka mitra akan memesannya dari Anda). Untuk satu kilogram pupuk kompos biasanya dihargai sekitar Rp 1.000,00 – Rp 1.900,00/ kg, tiap daerahnya berbeda-beda.

Kunci Sukses Bisnis Mengolah Sampah

Yang penting untuk diperhatikan dalam mengembangkan bisnis pupuk kompos antara lain sebagai berikut :

  1. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas, pastikan bahwa pupuk kompos melalui tahap pengeringan, pencacahan dan diayak terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Hal ini penting agar pupuk yang dihasilkan tidak berbau dan tahan lama.
  2. Usahakan agar pupuk kompos yang Anda produksi telah mengantongi sertifikasi kelayakan dari Departemen Pertanian. Untuk mendapatkan sertifikasi kelayakan, Anda bisa mengajukan permohonan ke Departemen Pertanian, sedangkan untuk pengujian produk bisa dilakukan di berbagai lab kimia (contohnya di lab kimia milik universitas). Selanjutnya untuk uji keefektifannya bisa dilakukan di Balai Pertanian daerah setempat dan terakhir mengajukan izin kelayakan jual dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Dengan sertifikasi tersebut tidak menutup kemungkinan bila produk Anda bisa menjangkau pasar nasional dan internasional.
  3. Karena subsidi pemerintah untuk kebutuhan pupuk organik masih cukup terbatas, Anda bisa menggandeng beberapa kelompok tani atau pengelola perkebunan yang setiap membutuhkan pupuk dalam jumlah besar.
  4. Mulai manfaatkan perkembangan teknologi informasi. Tidak ada salahnya bila Anda juga mulai aktif promosi melalui media online. Contohnya saja membuat website toko online untuk mengoptimasi penjualan pupuk organik. Dengan begitu, jangkauan pasar Anda bisa lebih luas lagi dan tidak menutup kemungkinan bisa mendapatkan penawaran ekspor ke luar negeri. Sebab saat ini tidak hanya Indonesia saja yang sedang mengembangkan pertanian organik.

Analisa Ekonomi Bisnis Mengolah Sampah

Asumsi
Produksi pupuk kompos skala rumahan
Bahan baku daun memanfaatkan kering dari lingkungan sekitar
Modal Awal
Kantong dan tali plastik                              Rp   500.000,00
Larutan Premi                                         Rp   500.000,00
Peralatan (cangkul, cetok, ayakan, dll)               Rp   500.000,00+
Total modal                                           Rp 1.500.000,00
Omzet
Hitungan 1 kali produksi pupuk kompos kapasitas 1,5 ton
Harga jual pupuk Rp 10.000,00/ kemasan 10 kg
Penjualan : Rp 10.000,00 x 150 kemasan          =     Rp 1.500.000,00
Biaya operasional
Kantong dan tali plastik                              Rp 200.000,00
Larutan Premi                                         Rp 300.000,00+
Total biaya operasional                               Rp 500.000,00
Laba bersih
Laba bersih = omzet – biaya operasional
Laba bersih : Rp 1.400.000,00 – Rp   400.000,00   =   Rp 1.000.000,00
ROI (Return of Investment)
ROI = Modal awal : laba bersih
ROI = Rp 1.500.000,00 : Rp 1.000.000,00           =   1,5 periode produksi

Semoga informasi peluang bisnis pembuatan pupuk kompos skala rumahan ini bisa menjadi salah satu inspirasi bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara mengolah sampah di sekitar rumah. Dan bagi skala industri, saat ini sudah ada mesin tepat guna yang bisa membantu pelaku usaha untuk mempercepat proses produksi pupuk kompos. Informasi mesin pupuk kompos, KLIK DISINI.

Bagaimana tertarik untuk menkuni bisnis ini? Jadi, tunggu apalagi? Mulai dari yang mudah, mulai dari yang murah, dan mulailah dari sekarang! Karena dari tumpukan sampah pun Anda juga bisa menciptakan kantong pundi-pundi rupiah.

Salam sukses.

Sumber gambar : 
1. https://funwithcomposter.files.wordpress.com/2013/05/dryleaves.jpg
2. http://static.republika.co.id/uploads/images/kanal_slide/pupuk-kompos-_111129162139-790.jpg
3. http://4.bp.blogspot.com/_C84VWaHPwU0/TU-aSYB5zDI/AAAAAAAAAh4/BqIRClX_xPU/s400/spektrum-pupuk-kompos-05.jpg