Peluang Bisnis, Peluang Usaha

Tertarik Bisnis Bumbu Masak? Ini Dia Analisa Usahanya!

tertarik-bisnis-bumbu-masak-ini-dia-analisa-usahanya!

Bisnis bumbu masak menjadi satu bukti baru bahwa segala sesuatu bisa jadi peluang usaha, jika kita jeli dalam melihat kebutuhan masyarakat sekitar. Banyak para ibu serta pelaku bisnis makanan yang selalu menggunakan bumbu masakan dalam setiap menu yang mereka sajikan. Namun tidak semua konsumen ternyata bisa membuat bumbu masakan untuk resep yang ingin mereka masak, selain itu banyak pula konsumen yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak dengan membuat bumbu secara manual menggunakan ulek maupun di blender.

Keadaaan ini ternyata dijadikan beberapa orang sebagai peluang usaha dengan prospek yang sangat besar dan menggiurkan. Saat ini membuka usaha bumbu masakan yang langsung bisa dipakai untuk memasak atau yang sering disebut dengan bumbu instan, memang berpeluang besar untuk meraup keuntungan. Banyaknya minat konsumen ini karena dinilai penggunaan bumbu instan yang lebih praktis dan mudah, rasanya pun  yang enak dan sesuai menjadikan kepuasan akan bumbu instan ini. Peminatnya yang cukup banyak baik dari konsumen individu maupun industri yang menggunakan bumbu masakan instan menjadi keuntungan besar bagi usaha ini.

Analisa Usaha Bisnis Bumbu Masak

Peluang usaha bisnis bumbu masakan, dijadikan sebagai salah satu pilihan usaha modal kecil yang dapat anda coba. Dengan semakin banyak pelaku bisnis makanan, maka semakin banyak pula permintaan bumbu masakan instan yang diminta pasar. Para pebisnis makanan tersebut tentunya sangat membutuhkan bumbu dapur instant sebagai perasa makanan karena dinilai mudah dan praktis.

Namun menjalankan sebuah bisnis pastinya akan ada berbagai resiko yang dihadapi masing-masing. Tidak perlu khawatir dengan adanya berbagai hamabatan tersebut. Berikut ini adalah analisa usahanya dilihat dari berbagai aspek, diantaranya adalah :

1. Konsumen Bisnis Bumbu Masak

Penjual bumbu masakan instan banyak dicari para ibu rumah tangga, remaja putri, serta para pelaku usaha makanan yang membutuhkan bumbu instan untuk mempermudah proses produksi usahanya. Kemudahan yang diperoleh dengan adanya produk bumbu masakan instan ternyata disambut positif oleh para masyarakat, baik masyarakat kalangan menengah maupun masyarakat kalangan atas tertarik dengan penawaran bumbu masakan tersebut.

2. Keuntungan Bisnis Bumbu Masak

Bumbu masak ini sudah banyak dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia. Tentunya hal ini akan mempermudah untuk menawarkan produk yang satu ini. Selain itu peluang pasar usaha bumbu masakan masih sangat luas, banyaknya pelaku usaha yang terjun pada bisnis makanan menjadi target pasar empuk bagi pelaku bisnis bumbu masakan. Untuk mempromosikannya pun cukup mudah, anda bisa menjualnya dengan cara menitipkan pada toko-toko atau warung-warung terdekat yang ada dipasaran.

3. Kekurangan Bisnis Bumbu Masak

Setiap usaha memiliki resiko yang menjadi kekurangan dari usaha tersebut, salah satu kekurangan usaha ini yaitu harga bahan baku yang tidak stabil dan cenderung lebih sering harganya naik. Selain itu jika harganya naik, biasanya bahan baku tersebut susah untuk dicari jika ada pun kualitasnya tidak terlalu bagus. Di samping itu, terkadang produk bumbu yang dibuat kadaluarsa sebelum waktunya. Biasanya disebabkan proses produksi yang kurang steril, maupun bahan baku yang kurang bagus. Sehingga juga akan memperpendek masa tahan bumbu masak ini.

4. Pemasaran Bisnis Bumbu Masak

Untuk pemasaran bumbu masakan bisa dilakukan dengan menitipkan di toko – toko yang ada di kota Anda, untuk menjangkau konsumen akhir yang biasanya dari konsumen rumahan. Sedangkan untuk menjangkau konsumen industri, dapat dicoba bekerjasama dengan beberapa pelaku usaha makanan seperti usaha restoran, katering, serta produsen camilan yang membutuhkan bumbu perasa untuk produknya.Selain itu promosi juga bisa dilakukan dengan memasang iklan di media cetak, media elektronik, samapi media online untuk memperluas jangkauan pasar.

tertarik-bisnis-bumbu-masak-ini-dia-analisa-usahanya

5. Kunci Sukses Bisnis Bumbu Masak

Agar usaha Anda dapat berkembang, sebaiknya untuk produksi pilihlah bahan baku yang masih segar dan berkualitas tinggi. Sehingga cita rasa bumbu yang dihasilkan sama dengan bumbu yang baru saja dihaluskan. Tentu dengan memilih bahan baku yang segar dan berkualitas akan mampu meningkatkan nilai jual. Hal itu pula yang bisa anda jadikan keunggulan dari bisnis anda dengan menawarkan produk yang dapat terjamin kualitasnya. Hal tersebut akan membuat bisnis bumbu masak anda memiliki citra yang bagus dimata masyarakat.

Selain itu jaga proses produksi agar selalu dalam keadaan higienis, sehingga keawetan bumbu bisa menajdi lebih lama. Untuk kemasan, pilihlah kemasan yang menarik namun juga sehat bagi para konsumen.

6. Analisa Modal Usaha

Untuk memulai bisnis ini juga tidak diperlukan modal yang terlalu besar, namun mampu menghasilkan keuntungan hingga 50 % dari omset. Berikut adalah analisa modal usahanya.

Analisa Usaha
Contoh usaha membuat bumbu nasi goreng :
Modal awal
Blender 1 buah                Rp 400.000,00
Baskom 2 buah @ 20.000,00     Rp  40.000,00
Timbangan digital 1 buah      Rp 400.000,00
Stapler                       Rp  30.000,00+
Total                         Rp 870.000,00
( Penyusutan alat selama pemakaian 1 tahun
 = 1/12 x Rp 870.000,00 = Rp 72.500,00 )

Biaya Operasional
Bahan baku bumbu nasi goreng untuk 900 kemasan :
Bawang merah dan putih 5 kg x 15.000,00  Rp   75.000,00
Ketumbar ½ kg x Rp 20.000,00             Rp   10.000,00
Garam 1 kg x 8.000,00                    Rp    8.000,00
Cabe merah 5 kg x 20.000,00              Rp  100.000,00
Merica halus ½ kg x 60.000,00            Rp   30.000,00
Tomat 3kg x @ 7.000,00                   Rp   21.000,00
Minyak goreng 10 kg x @ Rp 10.000,00     Rp 100.000,00+
Total                                    Rp 344.000,00

Keperluan operasional
Plastik                            Rp  50.000,00
Stiker / brand                     Rp  50.000,00
Transportasi                       Rp 100.000,00
Listrik                            Rp 100.000,00
Biaya penyusutan alat              Rp  72.500,00+
Total                              Rp 372.500,00
Total biaya operasional
Rp 344.000,00 + Rp 372.500,00  =   Rp 716.500,00
Omset per bulan
30 bungkus / hari x Rp 1.800,00 x 30 hari = Rp 1.620.000,00
Laba bersih
Rp 1.620.000,00 - Rp 716.500,00    =   Rp 903.500,00

( Sumber analisa ekonomi : Tabloid Peluang Usaha Edisi 01 – VI – Oktober 2010 )