usaha-pakaian-anak-banner

Peluang Usaha Pakaian Anak

Produksi Usaha Pakaian Anak

Proses Pembuatan Kaos Anak

Di bawah adalah proses produksi pakaian anak dengan jenis sablon. Yuk simak artikelnya!

1. Proses desain
Lakukan riset pasaran sebelum membuat desain. Buatlah pola baju yang sedang 'in' di masyarakat. Jika sudah, buat desain awal, kamu bisa mencorat-coret di laptop atau kertas terlebih dahulu. Jika baju adalah pesanan, mintalah pendapat dari pelanggan apakah desainnya sudah sesuai. Tips ketika membuat: usahakan bagian leher longgar dan tidak terlalu mepet.
 
2. Proses pemilihan bahan
Karena ada banyak bahan kaos, pilihlah jenis yang mudah menyerap keringat mengingat tingginya aktivitas anak. Misal bahan polyester memang lentur, tetapi tidak bisa digunakan untuk menyerap keringat berlebih, sedangkan cotton combed bahannya lebih dingin dan halus. Combed menyerap keringat dengan baik.

3. Pemilihan ukuran
Rentang usia anak yang sudah memakai kaos rata-rata umur 1 tahun hingga 13 tahun. Nah buat daftar ukuran, mulai untuk rentang usia tersebut dengan ukuran S hingga XXL.

4. Proses Pemotongan Bahan

Saatnya memotong pola bahan baju. Akan lebih cepat jika kamu menggunakan mesin potong kain, apalagi jika kamu butuh memproduksi baju dalam jumlah banyak.
 
5. Saatnya Menjahit Baju
 
Di sini kamu bisa menggunakan mesin jahit otomatis, mesin obras, mesin overdeck (biasanya digunakan untuk menjahit klim pada tepian atau ujung kaos).

6. Finishing
 
Di tahap ini kamu melakukan pengecekan hasil produksi jahitan kaos, pembersihan kaos dari sisa-sisa benang, dan mengecek kualitas baju yang sudah jadi.

7. Tahap Pengemasan
 
Biasanya digunakan kemasan plastik untuk tahap ini karena harganya lebih murah, tapi kamu punya banyak pilihan kemasan: mulai dari tas kertas hingga tas spun. 

Menjadi Grosir Pakaian Anak

1. Pahami Syarat dari Pabrik
Pihak grosir bisa juga menjadi distributor baju anak langsung dari pabrik. Nah kamu harus paham syarat yang diajukan pabrik, berapa biaya yang harus dikeluarkan, minimal pengembalian baju, dan target penjualan dari parbik tersebut. Buat perbandingan antara satu pabrik dan pabrik lain, yang harganya masuk akal di modal kamu. 

2. Siapakan Identitasmu
Jika kamu mau mengambil baju anak dari pabrik, siapakan fotokopi KTP, kartu keluarga, rekening koran selaam 3 bulan, serta kamu harus mengisi formulir yang sudah disiapakan oleh pabrik. 

3. Memilih Model Baju dengan Pasar
Sekalipun murah, kamu harus menyesuaiakn pengambilan baju sesuai dengan model yang sedang terkenal sekarang. Selain itu, pastikan kamu memilih kualitas baju yang baik ya, jangan asal.

4. Jalin Kerja Sama dengan Pedagang Baju
Kalau kamu bertugas sebagai distributor dan grosir, pastikan juga membangun jaringan dengan pedangan baju skala menengah dan skala kecil, seperti reseller. Dengan begitu setiap ada stok baru, kamu bisa langsung menyalurkannya ke pedagang yang lebih kecil. 

5. Pastikan Area Pemasaran
Sebagai tangan kedua dari pabrik, akan lebih baik kalau kamu membuka toko di tempat-tempat yang menjadi titik pencarian para reseller, seperti pasar besar.  
Strategi pemasaran ketika berjualan pakaian anak
KajianPustaka.com

Maaf, Panduan Bisnis Ini Khusus Member Berbayar!

Dapatkan kupas tuntas aneka peluang usaha mulai dari ide bisnis, operasional, pemasaran, SDM, analisa usaha, hingga pengembangan usaha dengan Gabung Menjadi Member.

Selangkah Lagi Untuk Jadi Member!

Silakan Login/Daftar untuk membaca versi lengkap