Inspirasi Bisnis

Pengusaha Muda Ini Terpaksa Jadi Juragan Cendol Setelah Ayahnya Tiada

Pengusaha Muda Ini Terpaksa Jadi Juragan Cendol Setelah Ayahnya TiadaTerlahir di keluarga yang serba berkecukupan, awalnya Danu Sofwan tak pernah menyangka hidupnya yang mewah akan berubah 360 derajat setelah bisnis ayahnya mengalami kebangkrutan di tahun 2005. Saat itu Danu yang masih berusia 18 tahun terpaksa harus bisa bertahan menghadapi berbagai cobaan, karena dua tahun setelah jatuh bangkrut, sang ayah meninggal dunia.

Tak hanya mencoba tegar menghadapi cobaan hidup, anak ketiga dari empat bersaudara ini pun harus rela menjadi tulang punggung keluarga menggantikan peran sang ayah yang telah tiada. Berbekal ijazah SMA, Danu yang dulunya terbiasa hidup manja mencoba peruntungan di bisnis sepatu. Namun nasib naas kembali ia terima, usaha tersebut harus ditutup karena pemuda ganteng ini tertipu rekan bisnisnya.

Tak menyerah dengan keadaan pahit yang terus menimpanya, kali ini Danu tertarik mencoba bisnis es cendol. Ide bisnis tersebut diperoleh Danu setelah dirinya membaca sebuah artikel di situs CNN yang mengungkapkan fakta bahwa cendol masuk dalam salah satu minuman terlezat di dunia.

Menyadari cendol merupakan salah satu potensi minuman tradisional Indonesia, bermodalkan uang sisa kebutuhan hidup sehari-hari sebesar Rp 30 ribu, Danu menyempatkan diri untuk mencari resep cendol terlezat di sepanjang jalan Pantura. Untuk menghemat ongkos, kala itu Danu rela menumpang mobil pengangkut sayur dan tidur di mushola untuk bisa menemukan resep cendol yang cocok.

“Saya ini berangkat dari bawah dan sering diremehkan, jadinya saya ingin mengangkat cendol yang tadinya diremehkan bisa terangkat derajatnya,” ujarnya dikutip dari Swa.co.id.

Danu segera beraksi dengan menjumpai para pedagang cendol di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa, demi mencari resep cendol yang cocok. Ketika itu, ia hanya mengantongi Rp 30 ribu untuk membiayai perjalanannya. Agar menghemat ongkos, ia menumpang mobil pengangkut sayur-sayuran dan tidur di mushola sebelum akhirnya menemukan racikan cendol yang cocok di Pekalongan.

Modal Rp 500 ribu Jadi Baginda Randol Beromzet Miliaran

Ketika memutuskan serius menekuni bisnis es cendol, saat itu uang sisa di dompet Danu tinggal Rp 500 ribu. Padahal untuk membuat satu buah gerai es cendol dibutuhkan modal hingga jutaan rupiah. Pengusaha muda kelahiran Tasikmalaya, 20 Agustus 1987 ini pun tak kehilangan akal, untuk mewujudkan gerai es cendol yang Ia impikan, dia menjajal profesi lain seperti kuli pasir, pengamen, sampai menjadi seorang sopir untuk menutupi kekurangan biaya modal usaha.

Dari situlah Danu menciptakan inovasi rasa cendol yang unik dan beda, dengan membuat cendol yang lebih kenyal dan mengubah santan dengan susu. Langkah Danu untuk mengangkat citra cendol yang awalnya minuman tradisional menjadi minuman berkelas, mendapat respon positif dari masyarakat luas. Dengan menggunakan kemasan cup plastik bersablon, Danu mengembangkan bisnis es cendol tersebut dengan merek Randol alias Radja Cendol.

Untuk menarik rasa penasaran calon pelanggan, Danu juga menambahkan sekitar 15 menu varian es cendol dengan nama-nama yang lucu. Contohnya seperti Si Andol (isi astor cendol), Sundel Bolong (tiramisu pake cendol boleh dong). Alpundol (alpukat cendol), Kejendol (keju en cendol), dan lain sebagainya. Tak seperti pedagang cendol lainnya, Danu sengaja membidik kalangan anak muda dan membuka gerai Randol di pusat keramaian.

Mulai Kembangkan Randol Jadi Bisnis Franchise

Melihat respon pasar yang sangat bagus, Danu pun mulai tertarik mengembangkan bisnis cendol miliknya dengan sistem kemitraan. Di bawah naungan PT JHD Randol Visi Utama, Radja Cendol (Randol) yang beroperasi sejak tahun 2014 ini menawarkan sistem franchise dengan biaya kemitraan sekitar Rp 10 juta.

Gayung pun bersambut, tak butuh waktu lama bagi Danu untuk membesarkan bisnis franchise Randol. Kini Randol telah berkembang mencapai 780 unit yang tersebar di seluruh Nusantara. Dari bisnis es cendol yang ia rintis, sekarang Danu yang menduduki jabatan sebagai Baginda Randol ini berhasil meraup omzet miliaran rupiah setiap tahunnya.

Kerja keras, kemauan dan keberanian Danu Sofwan untuk kembali bangkit, menjadikan dirinya sebagai salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia.