Perak Kotagede Warisan Luhur Budaya dan Realitanya

gambar-perak-kotagedeKeberadaan perajin perak muncul seiring dengan lahirnya Mataram, juga tak luput dari peran Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) yang masuk ke Yogyakarta sekitar abad ke-16 silam. Waktu itu, banyak pedagang VOC yang memesan alat-alat rumah tangga dari emas, perak, tembaga, dan kuningan ke penduduk setempat. Semenjak memasuki wilayah Kotagede, para wisatawan sudah bisa menikmati berbagai kerajinan perak di galeri atau showroom dari yang besar seperti Tom Silver, HS Silver, sampai yang kecil-kecil di teras depan rumah penduduk dengan jenis dan harga yang beraneka ragam.
Kerajinan perak kotagede merupakan warisan luhur budaya turun temurun. Pada awalnya kerajinan kotagede berupa emas, perak dan tembaga. Namun seiring waktu, kerajinan peraklah yang paling diminati. Sehingga para pengrajin lebih banyak memilih untuk mengolah perak hingga sekarang.

Bahan Baku
Bahan baku kerajinan perak Kota Gede ada 2 yaitu lembaran perak yang biasa disebut Gilapan dan benang-benang perak yang biasanya disebut Trap atau Filigran. Dalam setiap proses pembuatannya, ternyata tidak sepenuhnya berbahan dasar perak murni melainkan ada pencampuran dengan tembaga. Seratus persen perak dicampur dengan tembaga 7,5%. Sebab kalau perak murni terlalu lembek dan kurang kuat untuk dijadikan barang kerajinan, oleh karenanya dicampur tembaga sebagai pengerasnya.

Produk
Sedikitnya ada empat jenis tipe produk yang dijual, yakni filigri (teksturnya berlubang-lubang), tatak ukir (teskturnya menonjol), casting (dibuat dari cetakan), dan jenis handmade (lebih banyak ketelitian tangan, seperti cincin dan kalung). Secara umum hasil kerajinan perak di kota ini terbagi dalam 4 jenis, yaitu aneka perhiasan (kalung, gelang, cincin, anting), miniatur seperti kapal dan candi, dekorasi atau hiasan dinding dan aneka kerajinan lainnya.

Keunggulan
Pengrajin perak di Kotagede terkenal dengan produknya yang unik, halus dan telaten dalam menggarap produk peraknya sehingga menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Perak kotagede merupakan souvenir yang sangat berharga dan koleksi yang bisa diwariskan antar generasi.

Harga
Harga jual kerajinan perak Kotagede bervariasi, mulai yang termurah bros rata-rata Rp 10 ribu, cincin perak mulai harga Rp 100 ribu, miniatur becak Rp 250 ribu, miniatur andhong Rp 200 ribu hingga miniatur kapal layar, perlengkapan makan, dan miniatur Candi Borobudur yang kesemuanya bisa mencapai harga hingga Rp 30 juta tergantung tingkat kerumitan dan banyaknya bahan baku yang digunakan.

Problematika

Kawasan Kotagede telah berkembang pesat menjadi magnet tersendiri bagi kunjungan wisata domestik dan manca di Yogyakarta. Selain memiliki nilai historis yang kental, Kotagede identik dengan kerajinan peraknya yang telah mendunia.
Perak kotagede banyak diminati oleh turis mancanegara. Turis mancanegara memang menjadi tumpuan utama para perajin perak Kotagede karena dari mereka pula para pembeli (buyer) asing pun berdatangan memborong produk perak Kotagede. Apalagi, minat masyarakat lokal terhadap perak masih minim. Masyarakat lebih tertarik dengan emas karena dinilai lebih bergengsi. Sejak dulu pasar lokal hanya terbatas pada Bali dan Jakarta. Pasar lokal hanya memegang 20 persen penjualan produk. Sisanya 80 persen dipegang oleh pasar ekspor dan turis asing yang datang ke Yogyakarta.

Saat ini pasar kerajinan perak dirasakan sepi semenjak peristiwa gempa bumi pada 27 Mei 2006 yang membuat para pengrajin perak skala rumah tangga terpaksa menghentikan produksinya, kemudian disusul dengan datangnya krisis ekonomi global yang melanda dunia dan berdampak pada penurunan daya beli.

Selain itu, sepinya pesanan kerajinan perak ini juga dipengaruhi oleh naiknya harga bahan baku perak. Kenaikan harga bahan baku perak ini tak diimbangi dengan kemampuan daya beli perajin sehingga berakibat pada turunnya produksi perak di Kotagede. Dengan naiknya bahan baku perak menyebabkan ongkos produksi pun naik dan akhirnya harga barang pun menjadi naik. Harga bahan perak memang kini meningkat drastis. Semula berkisar 400 ribu rupiah per kilogramnya, dalam enam bulan saja melonjak menjadi 3 juta rupiah, bahkan tak lama berselang sempat menembus harga 6.5 juta rupiah, dan turun lagi di kisaran 4 jutaan rupiah per kilogramnya hingga kini. Selain itu, saat ini mutu dan desain perak Kota Gede kalah bersaing dengan Thailand, Vietnam dan India.

Melihat realita yang terjadi ini maka sangat disayangkan apabila kerajinan perak yang menjadi heritage Kotagede Yogyakarta yang telah mendunia ini lambat laun akan semakin terpuruk. Oleh karena itu dukungan dari pemerintah dan semua pihak sangat diperlukan dalam rangka memajukan kembali kerajinan perak kotagede.

Langkah awal yang perlu dibenahi adalah masalah mutu dan desain dari produk kerajinan perak itu sendiri. Mutu produk yang baik dan terjaga akan meningkatkan daya saing perak kota gede dengan perak luar negeri. Kemudian lebih lanjut akan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen untuk memilih dan membeli produk perak kotagede. Selain itu ajang promosi melalui keikutsertaan dalam berbagai pameran baik lokal, nasional, maupun international serta promosi online akan membantu menggeliatkan kembali kejayaan industri perak. Terakhir, ini merupakan hal yang terlihat simple namun berarti besar, yaitu kesadaran masyarakat untuk mencintai produksi dalam negeri dalam hal ini perak kotagede.
Dari berbagai sumber.

Sumber gambar: http://lh5.ggpht.com

15 thoughts on “Perak Kotagede Warisan Luhur Budaya dan Realitanya”

  1. Keren…Bangga dong sebagai warga negara Indonesia,khususnya orang Jogja,
    Produk warganya dikenal di manca negara…

    Reply
  2. bapak widodo..

    kalau harga bahan baku silver dari kalimantan itu bisa nyambung hubungi saya segera. +60167525802…
    kami butuh bahan tersebut di malaysia.

    Reply
  3. kami memerlukan bahan baku silver sama ada bar/dust/nugget purity bermula 99.17 ke atas dan terbaik.
    Harga bergantung kepada kualitas silver.
    10kg ke 20kg untuk permulaan sebgai ujian kualitas standard silver. sekiranya menepati kualitas target permintaan kami sekitar 200kg perminggu atau 1 ton perbulan.
    Hubungi kami melalui email megansys@yaoo.com atau HP +60167525802.

    Reply
  4. Kepada saudara widodo yang mau jual perak kalimantan,klo harga bersaing bisa hub saya di 081377026381.bunyamin .abun silver bandung.saya tunggu secepatnya

    Reply
  5. Saya ingin info bisnis pijat dan sekiranya ada yg menerima untuk bergabung krn saya pingin terjun k bisnis ini.

    Reply
    • Untuk Bapak WIDODO, mohon dapat diberi penawaran ke widoyo_tim@yahoo.com atau hp 087860316971. Segera, terima kasih.

      Reply

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba