Inspirasi Bisnis, Video UKM

Potensi Bisnis UKM di Kabupaten Natuna

potensi-besar-bisnis-ukm-di-kabupaten-natuna

Berada di ujung utara Selat Karimata, sepintas tak banyak yang mengetahui bahwa Kabupaten Natuna termasuk salah satu daerah di Kepulauan Riau, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbatasan langsung dengan Negara Vietnam dan Kamboja, banyak yang mengira kepulauan paling utara ini merupakan bagian dari Malaysia.

Terletak di kawasan jalur pelayaran internasional, Kabupaten Natuna tak hanya menyimpan beragam jenis potensi daerah namun juga memiliki puluhan Industri Kecil Menengah (IKM) yang sekarang ini mulai berkembang cukup pesat.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada Rabu (21/5), Tim liputan BisnisUKM.com berkesempatan untuk mewawancarai Abdul Halim yang cukup aktif menggawangi pertumbuhan UKM di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Ketika ditanya potensi bisnis apa saja yang sekarang ini mulai dikembangkan di Kabupaten Natuna, Abdul mengungkapkan bahwa sektor perikanan masih mendominasi pertumbuhan UKM di daerah tersebut. Bahkan dari sekian banyak potensi yang ada di Kabupaten Natuna, sumber daya perikanan laut menjadi produk komoditas yang paling unggul.

Potensi Daerah di Kabupaten Natuna

Di Kabupaten Natuna sendiri, sektor perikanan yang dikembangkan mulai dari bisnis budidaya ikan hingga industri pengolahan perikanan tangkap yang belakangan ini diolah menjadi beragam jenis produk olahan ikan.

“Produk yang kita olah yaitu dari potensi perikanan dan hasil alam. Seperti hasil perikanan misalnya pengolahan ikan asin, ada beberapa jenis seperti misalnya membuat long ikan asin. Selain itu kita juga membuat terasi, serta fermentasi untuk bikin kecap yang sudah kita pelajari dari Dinas Provinsi. Kita juga ada untuk filet, surimi, serta produk lainnya tergantung pesanan dari tetangga,” papar Abdul kepada tim BisnisUKM.com.

Disamping mengoptimalkan potensi perikanan, UKM Kabupaten Natuna juga mulai melirik program kecupukan gizi di daerah tersebut. “Kita ingin punya program organik dan jangan makan bahan kimia, ujarnya.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Abdul dan UKM Natuna telah memiliki program yang fokus mengangkat masalah perbaikan gizi di Kabupaten Natuna. “Kita melihat program kecenderungan masalah gizi, pertama peternakan sapi dan penggemukan, susu sapi serta perkembangbiakan sapi untuk jangka panjang. Sedangkan untuk pembibitan buah kita mulai kembangkan seperti durian musangking, kemudian durian serawak, dan varietas durian unggul lainnya yang ada di seluruh Pulau Tujuh,” ungkap Abdul.

Kendala Memajukan UKM di Kabupaten Natuna

Meski tak mudah bagi Abdul Halim untuk bisa memajukan UKM di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Namun Ia bersama rekan-rekannya masih tetap optimis bila UKM di Kabupaten Natuna bisa bersaing menghadapi pasar bebas di tahun 2015.

“Selama ini kendala yang kita hadapi lebih ke masalah mesin, kemasan produk, dan SDM. Rekan-rekan di Natuna masih banyak yang belum mengerti tentang bisnis, mereka masih awam jadi susah memahami apa sebenarnya bisnis,” terang pengusaha dari Kepulauan Riau tersebut.

Kendala lainnya yang dihadapi pelaku usaha di Natuna adalah kurangnya pasokan listrik di daerah tersebut. “Kekurangan kita disini pasokan listrik, kita takut trouble di alat mesin. Mengingat harga alat mesin sangat mahal, ketika listrik tidak cukup kita takut mesin akan rusak,” kata Abdul.

Karenanya Abdul berharap agar kedepannya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bisa memberikan perhatian lebih bagi pelaku UKM di Kabupaten Natuna sehingga pertumbuhan bisnis di kepulauan paling utara ini tak kalah bersaing dengan UKM di daerah lain.

Tim Liputan BisnisUKM