Punya Ribuan Mitra dari Budidaya Lobster Air Tawar yang Menggiurkan!

Budidaya lobster air tawar menjadi peluang di dunia bisnis perikanan dan pertanian yang sangat menjanjikan. Kalau kita tarik jauh ke belakang, tren jenis hewan air pasti berawal dari hobiest atau peliharaan hias. Kemudian seiring berjalannya waktu dari hobiest akan dibudidayakan hingga menjadi komoditas. Seperti halnya budidaya lobster air tawar yang pada mulanya baru masuk ke ranah hobiest atau peliharaan hias. Tapi sekarang ini budidaya lobster air tawar sudah berkembang ke penciptaak komoditas bahkan sampai konsumsi.

Lobster Air Tawar

Berbeda halnya dengan lobster laut yang sampai saat ini memang lebih sulit dibudidayakan padahal permintaan pasar untuk konsumsi sangat besar. Maka dari itulah untuk menyuplai kebutuhan pasar diperlukan pengembangan budidaya lobster air tawar sebagai subtitusi lobster laut. Kalau dari kaca mata konsumsi, kandungan protein pada lobster air tawar lebih tinggi dan kolesterol lebih rendah dari lobster laut. Begitu juga kalau dilihat dari segi harga, lobster air tawar jauh lebih terjangkau dibandingkan lobster laut. Ciri yang paling membedakan antara keduanya dari fisik adalah lobster laut memiliki 5 pasang kaki. Sedangkan lobster air tawar ini hanya memiliki 4 pasang kaki, yang mana kaki ke-5 berbentuk capit.

Jenis lobster air tawar itu sangat beragam, tapi yang paling banyak dibudidaya saat ini adalah jenis Red Claw. Rasanya lebih enak dengan ciri-ciri yang sangat khas pada capitnya yang berwarna merah, khususnya untuk jenis lobster jantan. Bobot maksimal lobster jenis ini bisa mencapai 800 gram dan bisa bertahan hidup sampai 5 tahun. Lobster air tawar mulai dikenal masyarakat Indonesia sejak tahun 2000. Lobster ini berasal dari Australia tepatnya Queensland. Awalnya lobster ini memang baru dijadikan sebagai hiasan di aquarium. Tapi karena manfaat dan rasa gurih yang tidak jauh berbeda dengan lobster laut, maka lobster ini sekarang jadi komoditas konsumsi.

Budidaya Lobster Air Tawar

Peluang budidaya lobster air tawar ini dimanfaatkan betul oleh Gemma Farm. Bisnis yang sudah ditekuni oleh Gema Paku Bumi sejak tahun 2010 ini telah menjalin kemitraan dengan lebih dari seribu petani budidaya lobster air tawar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Peternakan yang berlokasi di Klaten Jawa Tengah ini selain punya tujuan bisnis juga ingin menjadikan lobster air tawar sebagai komoditas besar di Indonesia. Kalau kita lihat sekarang lobster itu merupakan salah satu jenis hewan konsumsi premium di mana segmen pasarnya menengah ke atas. Sajian lobster kebanyakan ditemui di resto bintang lima, resort di kawasan wisata, atau hotel-hotel kelas atas. Maka dari itu Gemma Farm punya tujuan besar untuk menjadikan budidya lobster air tawar sebagai komoditas hingga bisa masuk ke pasar tradisional dan bisa dikonsumsi masyarakat secara luas.

“Sebelum ke lobster ini saya justru awalnya di bidang perikanan air tawar secara umum seperti lele, nila, gurameh. Tapi jenis ikan tersebut sudah jadi komoditas sehingga harga, pasokan, dan lainnya itu sudah diatur oleh pasar dan pemerintah, jadi peluangnya tidak terlalu luas. Kemudian saya riset ternyata ada satu jenis yang belum jadi komoditas yaitu lobster air tawar yang awalnya jadi peliharaan atau hias yang sekarang juga bisa jadi konsumsi. Dari situlah saya manfaatkan peluang untuk belajar budidayanya,” terang Gema.

Awal Mula Mencoba Budidaya Lobster

Lobster air tawar untuk saat ini belum menjadi komoditas besar maka dari itu sebagai upaya mewujudkan swasembada lobster Gemma Farm tidak hanya fokus pada bisnis B2C saja. Tapi justru menguatkan pada hulu untuk bisa memproduksi induk-induk lobster air tawar berkualitas supaya bisa dibudidayakan dengan hasil yang baik. Awalnya Gemma Farm juga belum memahami betul bagaimana SOP yang tepat dalam membudidatakan lobster air tawar. Tapi seiring berjalannya waktu, mulai bisa dianalisa treatment seperti apa saja yang bisa mendorong keberhasilan budidaya lobster air tawar.

Jadi sekarang ini Gemma Farm juga menjadi salah satu penggerak dalam menumbuhkan minat masyarakat secara luas untuk mengenal dan tertarik mencoba budidaya lobster air tawar. Selain menjual hasil ternak ke konsumen, Gemma Farm juga gencar dalam menjalin kemitraan untuk menumbuhkan para peternak lobster di seluruh wilayah di Indonesia. Sampai saat ini sudah ada 1.900 mitra yang dibentuk dan tersebar di seluruh Indonesia. Hasil indukan dari Gemma Farm minimal ada sepuluh ribu induk yang disebar ke para mitra.

“Lobster air tawar itu banyak yang butuh, tapi untuk pembudidayaan belum banyak dan memang belum jadi komoditas. Makanya kami ingin mengembangkan budidaya ini bersama-sama agar lobster air tawar bisa menjadi komoditas dan bisa masuk ke pasar tradisional sehingga masyarakat luas bisa menikmati lobster. Sejauh ini kami juga sering sharing atau kunjungan ke beberaa Desa Kelurahan, Dinas Perikanan, dan Sekolah yang punya kejuruan Pertanian dan Perikkanan untuk berbagai pengalaman soal budidaya lobster ikan air tawar. Begitu juga dengan workshop-workshop lainnya,” tambah Gema.

Tantangan yang Dihadapi

Sudah sepuluh tahun Gema Paku Bumi menekuni bisnis lobster air tawar. Kalau ursan jatuh bangun atau tantangan yang dihadapi pasti sudah banyak. Tapi menurutnya tantangan terbesarnya justru di awal merintis karena belum banyak para pelaku budidayanya jadi masih jarang yang bisa diajak diskusi.

“Tantangan yang paling besar ya justru pas awal memulai itu. Kami belajar cari tau bagaimana pemijahan lobster, cara penetasan telurnya, perawatan dan pembesarannya supaya bisa tumbuh baik dengan referensi yang masih terbatas. Jumlah lobster air tawar kalau dibilang juga masih sedikit, belum jadi komoditas. Faktornya ya karena pelakunya juga masih sedikit. Maka dari itu dari pengalaman kami ini ya pengennya justru dibagi ke luar biar masyarakat umum juga bisa kenal dan tertarik sama budidaya ini,” terang Gema.

Untuk memulai budidaya lobster air tawar sekarang ini lebih mudah karena Gemma Farm sendiri membuka pintunya lebar-lebar bagi siapa saja yang tertarik dan mau belajar. Menurut Gema modal awalnya tidak harus besar dengan membuat media kolam sampai puluhan. Justu ketika akan merintis harus dimulai dari skala kecil dengan meminimalkan aset permodalam untuk menekan risiko kerugian.

“Kalo mau mulai caranya meminimalkan aset atau permodalan. Contoh dari medianya dulu, pakai yang seadanya. Bisa pakai kolam terpal, aquarium, atau bisa juga kolam semen kecil. Kemudian persiapkan air, suply oksigen, dan filter. Setelah itu bikin tempat persembunyian bisa dari genteng atau pipa peralon. Setelah itu baru dikasih indukan lobster. Tapi kalau di awal, jangan langsung dicampur antara jantan dan betina. Nanti ada caranya sendiri untuk pemijahan, biarkan mereka adaptasi dulu sama lingkungan. Kalau urusan pakan, semuanya bisa mulai dari biji-bijia, sayur, dan buah. Hal yang harus diperhatikan adalah porsi pakannya, sedikit saja supaya tidak ada amonia dan lobster tidak penyakitan. Hamanya juga jarang karena cangkang lobster itu sangat keras, jadi paling banter itu ya linsang semacam berang-berang,” jelas Gema.

Pengembangan Bisnis

Saat ini Gemma Farm selain menjual lobster air tawar untuk konsumsi seperti ke resto atau pun hotel juga fokus pada pemasaran benih dan induk melalui jaringan kemitraan dan membuka resto seafood. Untuk satu kilogram lobster yang dijual ke hotel-hotel kelas atas bisa dibanderol dengan harga jutaan. Tapi untuk semakin membuka pintu ke masyarakat luas, Gemma Farm juga membuka Resto Salsabila Seafood dengan harga yang lebih terjangkau. Dalam menjalin kemitraan, Gemma Farm memberikan syarat wajib mengikuti pelatihan sesuai SOP yang diterapkan. Tujuannya supaya mitra benar-benar sudah dibekali pengetahuan dan kemampuan yang sesuai.

“Kalau dari saya dan Gemma Farm sendiri harapannya lobster air tawar itu bisa dibudidayakan masyarakat luas dan semua orang bisa mengonsumsi atau menikmati lobster layaknya ikan nila atau pun lele yang pada akhirnya masuk ke pasar tradisional dan jadi komoditas pangan,” tutup Gema.

Ikuti terus kisah perjalanan bisnis dari para pelaku usaha lainnya hanya di BisnisUKM.com

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba