Rela Resign Dari Perusahaan Besar Demi Bangun Usaha Kerajinan Tangan

Nur Puji Lestari owner Rumah Kreasi

Yogyakarta – Nur Puji Lestari (24) adalah sosok wanita mandiri, kreatif, dan optimistis. Hal itu terlihat dari keputusannya resign dari perusahaan ternama di Yogyakarta dan di Merck Sharp Dohme Pasuruan Jawa Timur kemudian tekun membangun usaha kerajinan tangan. Keberaniannya meninggalkan gaji besar semata-mata karena Puji ingin mewujudkan mimpinya. Yaitu memiliki usaha yang bisa memberdayakan orang-orang di sekitarnya.

Wanita lulusan Sarjana Teknik Industri di Universitas Gajah Mada (UGM) ini sebelumnya, seperti kebanyakan lulusan yang pastinya ingin bekerja di perusahaan ternama. Benar saja, sekali melamar ia pun langsung diterima dengan posisi cukup tinggi. Namun hal itu bukan berarti membuat Puji nyaman. Dalam hitungan bulan pun Puji memutuskan keluar.

Bangun Usaha Kerajinan Tangan

Pada April 2015, Puji memberanikan diri memulai usaha dengan membuat sepatu bordir. Ide tersebut muncul, saat ia bekerja di Jawa Timur. Sepatu tersebut sedang marak dan tren di kalangan remaja putri hingga ibu-ibu. Kemudian ia pun tertarik menjualnya di Yogyakarta.

”Melihat potensi fashion yang luar biasa di Jogja. Orang belanja fashion tidak hanya saat even tertentu, tapi hampir setiap hari. Sehingga saat itu ingin konsen usaha ke fashion. Dan mulailah usaha sepatu bordir. Dulunya bawa sendiri dari Jawa Timur, laku keras. Terus kalau kulakan ke sana biaya mahal. Akhirnya cari perajin sepatu di Jogja dan buat sendiri motif dan modelnya,” ungkap Owner dan Founder Rumah Kreasi ini.

Berdayakan Perajin Sepatu di Jogja

Usaha kerajinan sepatu bordir dari Jogja

Produksi Sepatu Bordir

Dalam waktu sehari, perajin Puji bisa menghasilkan 3 sampai 5 pasang sepatu. Puji hanya menyerahkan proses pengerjaan pada tukang atau perajin sepatu, karena untuk bahan ia membeli sendiri dan proses bordirnya ia serahkan ke ahli bordir.

Saat ini Puji memiliki 53 motif sepatu bordir. Kelebihan dari sepatu bordir milik Puji ini bisa dipesan custom. Customer pun bisa memilih aneka sol, mulai dari karet yang 3 cm maupun 5 cm, ada pula yang kayu tinggi sol mulai 5 cm sampai 7 cm.

”Sebulan bisa laku sekitar 80 pasang, belum termasuk pesanan per orangan. Harganya yang flat mulai Rp 50 ribu dan yang Higheels atau wedges mulai harga Rp 90 ribu. Pemesanan sepatu flat custom sekitar sepekan dan yang heels 2 pekan. Pesan satu pasang pun tetap kami layani. Itulah keistimewaan kami,” jelas Puji yang sudah hobi berdagang sejak Sekolah Dasar.

Usaha sepatu bordir laris manis dicari banyak pelanggan

Merambah Sepatu Sulam

Satu tahun lebih membangun usaha sepatu, Puji pun menambah model sepatunya. Tak hanya bordir, tapi mulai merambah ke sepatu sulam dan Agustus kemarin Puji juga menambah sepatu rajut.

Tak disangka, melalui gerilyanya dalam pemasaran sepatu-sepatu Puji pun diminati hingga luar kota yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera. Ia pun memiliki reseller tetap di Salatiga Jawa Tengah dan Bekasi Jawa Barat. Untuk pemasaran di Yogyakarta, Puji konsinyasi dengan Mirota Batik atau kini bernama Hamzah Batik.

”Para reseller biasanya mengkulak 20 hingga 30 pasang sepatu. Reseller juga bisa memesan satuan,” katanya.

Rambah Dunia Baru, Membuat Kreasi Boneka Wisuda

Usaha kerajinan boneka flanel wisuda

Mengembangkan Usaha

Dirasa cukup berjalan bagus usaha sepatunya, Puji pun mulai merambah ke usaha kerajinan lainnya. Usaha boneka wisuda ia mulai sejak diminta rekannya dibuatkan boneka wisuda. Meski belum pernah membuat, Puji tak menolaknya tetapi merasa penasaran untuk membuatkannya.

Hanya beberapa kali trial eror, boneka wisuda pesanan rekannya pun jadi. Tak menyangka, rekannya puas dengan hasilnya. Terpikirlah Puji untuk menjadikan usaha. November 2015 Puji memulai rutin membuat boneka wisuda dan kemudian ia pasarkan.

Prospek Usaha Kerajinan Tangan Boneka Wisuda

”Mikirnya langsung oh iya Jogja banyak universitas, jadi prospek untuk usaha boneka wisuda. Sekaligus ngubah mindset kalau wisuda ga harus kasih bunga yang mudah layu ga ada kenangannya. Pesanan boneka perdana dari beberapa mahasiswa STIKES di Jogja,” ungkap wanita asli Pekalongan ini.

Ia melanjutkan, dari boneka wisuda kemudian customer ada yang meminta dibuatkan boneka aneka karakter dan boneka nikahan. Hal itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Puji. Namun ia mencoba membuatnya meski dengan belajar otodidak melalui internet. Dengan keterampilan jahit tangannya, setiap hari Puji mampu membuat 2 sampai 3 boneka wisuda flanel di kostnya yang berada di Pogungrejo, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Memperluas Pasar Hingga Luar Kota

Usaha sepatu bordir dan boneka flanel

”Kini sudah semakin banyak usaha serupa. Saya pun terpikir untuk membuka usaha di Kota Kelahiran Pekalongan. Sempat pulang, ngajari ibu buat boneka dari flanel dan menjualnya di rumah. Kemudian ingin memperluas pasar di Pekalongan tetapi kendalanya bahan baku di sana masih mahal dan tidak lengkap. Selain itu beberapa penawaran konsinyasi ke toko juga tidak menerima produk dari orang luar,” kenangnya.

Akhirnya, Puji memutuskan untuk melanjutkan usahanya di Jogja saja. Usaha yang ia beri nama Rumah Kreasi itu pun mulai gencar melakukan promosi. Selain lewat sosial media Facebook dan Instagram, putri ke 6 dari 6 bersaudara itu juga rutin mengikuti even atau pameran. Kini boneka Puji telah merambah hingga Pekalongan, Jakarta, Cirebon dan Sumatera. Tak hanya itu, ternyata Puji juga menyetok rutin bonekanya toko besar di Yogyakarta, di antaranya Mirota Kampus, Pamela 1, dan Opowae Store Lippo Mall.

Pelayanan Yang Diberikan Pada Customer

”Customer bisa request warna atau model jilbab bagaimana, bajunya apa menyesuaikan lulusan wisuda apa. Kalau yang ditoko-toko produk saya yang bentuknya portable bisa dilepas mikanya dan bisa ditulisi. Untuk pengiriman luar kota terkadang masih terkendala packing yang kerap rusak. Tapi kini kami coba akali pakai bable wrap agar aman,” paparnya.

Puji mengaku, dalam meraup pelanggan yang lumayan harus sabar saat melayani pertanyaan-pertanyaan dari customer, jujur dalam urusan produk, respon cepat dan menjaga kepercayaan. Dengan servis yang memuaskan pasti customer akan kembali memesan lagi.

“Sering sekali, customer beli sepatu atau boneka, berikutnya ia pasti mengajak temannya beli. Atau ada yang mendapat info dari temannya untuk membeli di Rumah Kreasi,” imbuh Puji yang juga hobi membuat aneka bros itu.

Sekian dulu kisah inspiratif yang dibagikan oleh Puji yang rela resign dari perusahaan ternama demi mengembangkan usahanya dan mewujudkan mimpinya membangun usaha kerajianan tangan. Kini usahanya membuahkan hasil dan membawanya dalam kesuksesan.

Bagaimana Tertarik Dengan Usaha Kerajinan Tangan?

Bagaimana Anda tertarik dan terinspirasi juga untuk menekuni usaha kerajinan tangan seperti diatas? Jika iya, segera persiapkan segala sesuatunya dengan baik dan mulai mempelajari strategi memulai usaha dan strategi – strategi lainnya. Salah satu strategi yang wajib Anda pelajari sebelum memulai usaha yakni, menghadapi persaingan pasar, 6 cara ini manjur abis.

Pelajari ilmu dalam membangun usaha lainnya juga di video liputan bisnis kuliner hanya di websitenya bisniskuliner.id. Anda bisa menemukan dan belajar berbagai cara memulai usaha dan lain sebagainya dari kisah yang dibagikan oleh pengusaha sukses yang telah membagikan tips dan triknya.

Sedikitnya ada 50 lebih jenis pengusaha cafe, rumah makan dan restaurant. Kini mencapai 242 lebih video liputan yang telah banyak menginspirasi para pelaku usaha. Mulai dari memulai usaha, lokasi usaha, resep, produksi, pemasaran, keuangan, manajemen SDM, pengembangan usaha dan masih banyak lagi. Ayo tunggu apa lagi, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang !

Good Luck ya ! Semoga sukses dan selamat belajar ..

Tim Liputan BisnisUKM

(/Titis A.W)

Kontributor BisnisUKM.com wilayah Yogyakarta

1 thought on “Rela Resign Dari Perusahaan Besar Demi Bangun Usaha Kerajinan Tangan”

Leave a Comment

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba