sanggar-batik-kalpika-2

Pariwisata merupakan salah satu penyumbang devisa untuk tiap daerah dan menjadi wisata budaya yang wajib dilestarikan. Jogja sebagai kota budaya meninggalkan warisan budaya yang cukup terkenal, salah satunya warisan budaya Jogja yaitu batik. Dewasa ini motif dan produk batik berkembang sesuai dengan perkembangan jaman.

Penulis berhasil wawancara dengan salah satu pengusaha batik Ki Purnama Hadi S.Pd. Bersama saudara-saudaranya, beliau mencoba meneruskan usaha dan tradisi keluarga dalam membuat kerajinan batik tulis yang telah berjalan sejak 1970an. Usaha yang telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu ini diberi nama sanggar batik “ KALPIKA ”, yang memiliki arti aKAL Pemuda Insan KrAton.

Konsumen

Karena potensi batik telah mendunia, konsumen sanggar batik Kalpika pun juga sangat luas. Dari mulai wisatawan domestic hingga wisatawan mancanegara tertarik dengan batik sanggar Kalpika. Karena selain berbelanja batik, disana mereka juga bisa mengikuti kursus batik yang didakan sanggar Kalpika. Hal itu memberikan nilai lebih bagi para konsumen untuk memilih batik sanggar Kalpika, disbanding batik lainnya yang ada di kota Jogja. Selain itu konsumen dari kalangan mahasiswa jurusan seni juga menjadi target pasar Ki Purnama Hadi S.Pd, karena banyak para mahasiswa yang datang ke sanggar untuk konsultasi mengenai tugas akhir seni batik yang mereka pelajari.

Produk

Seiring dengan berkembangnya usaha batik, saat ini beliau tidak hanya memproduksi kain jarik saja, tetapi usahanya berkembang dengan memproduksi kaos batik, batik lukis, mengadakan kursus membatik bagi masyarakat umum serta membantu mahasiswa desain dan seni untuk konsultasi mengenai seni batik.

Saat ini produk batik dari sanggar Kalpika sudah menghasilkan batik lukis dengan berbagai motif. Motif yang sedang menjadi tren saat ini antara lain motif cicak dan pemandangan alam. Mayoritas motif yang dibuat sesuai dengan pesanan konsumen dan Kalpika mematangkan desain tersebut kemudian memproduksinya. Selama ini jumlah produksi hanya menyesuaikan pesanan konsumen.

Proses pembuatan batik

Untuk proses pembuatan batik lukis dibutuhkan bahan-bahan utama sebagai berikut :

  • Kain, baik berbentuk jarik atau kaos, dengan berbagai jenis seperti sutra,dobi,birkolin dan lain-lain dengan harga untuk birkolin Rp350ribu/pcs, 1pcs= 27meter. Kain diperoleh dari pasar Beringharjo Jogja atau di Solo.
  • Malam, dengan berbagai kualitas dari no 1 sampai no 4. Saat ini,sesuai dengan kebutuhan lebih sering menggunakan malam kualitas no 3 dengan harga Rp20000/kg.
  • Pewarna, jenis naptol dengan harga Rp3000/5gr dan in gosol dengan harga Rp3500/5gr. Sebagai contoh, untuk membuat 30 buah lukisan dengan ukuran kain 75cm x 90 cm dibutuhkan 1/2ons pewarna. Warna pink dan orange mempunyai harga lebih mahal dari yang lain yaitu Rp4000/gr.

Dalam proses pembuatannya, Ki Purnama Hadi dibantu oleh 2 orang karyawan untuk membatik. Sedangkan proses desain dilakukan oleh Ki Purnama Hadi sendiri. Hal ini dilakukan untuk melindungi desain dan motif dari penjiplakan. Setiap Karyawan dibayar Rp20.000,-/hari untuk jerih payahnya.

Setiap order yang masuk disesuaikan dengan deadline dari order sebelumnya, terutama jumlah order yang diterima. Setelah desain dikonsultasikan dan disepakati, Ki Purnama membuat desain tersebut langsung diatas media menggunakan pensil. Proses desain tidak menggunakan komputer karena sulit menemukan komposisi pewarnanya yang sama dengan warna desain komputer. Kemudian setelah desain selesai, dengan pengawasannya, ke-2 karyawan melakukan proses melukis batik.

Setelah proses membatik selesai, dilakukan beberapa tahap proses pencucian kain yang telah dibatik. Proses pencucian produk kaos lebih berat daripada kain biasa. Hal inilah yang menyebabkan pengrajin batik yang sudah berusia tua enggan memproduksi kaos.

Pemasaran

Saat ini produk batik Sanggar Kalpika telah merambah mancanegara seperti Ceko atau Malaysia, hanya saja melalui eksportir. Buyer mancanegara lebih memilih melakukan order dengan eksportir atau pedagang besar karena lebih memberikan jaminan produk dan keamanan pembayaran.

Kemudian pedagang besar atau eksportir order ke Sanggar Kalpika dengan minimal order 50 buah. Pembeli eceran berasal dari wisatawan asing dan domestik serta mahasiswa desain dan seni yang sedang melakukan penelitian tugas akhir. Sedangkan kursus membatik banyak diminati oleh wisatawan mancanegara.

Jumlah order yang masuk untuk batik lukis antara 25 – 170 buah per bulan dan kaos 5 – 25 buah per bulannya. Harga batik lukis tergantung dengan ukuran dan jumlah order. Ukuran sedang harga partai besar Rp40.000,-/buah, jika eceran bisa mencapai Rp80.000,-/buah. Harga batik tulis bisa mencapai Rp300.000,-/lembar. Pendapatan bersih ketika banyak order bisa mencapai Rp3juta/bulan dan pada saat sepi order mencapai Rp1juta/bulan.

Kendala Produksi

Kendala dalam proses produksi selama ini yaitu sulitnya dalam memperoleh minyak tanah, karena saat ini pasokan minyak tanah semakin berkurang dan harganya pun semakin mahal. Selain minyak tanah kendala yang ditemui yaitu perolehan pewarna untuk batik. Pewarna yang ada selama ini merupakan produk import sehingga harganya tergantung dengan fluktuasi mata uang.

Analisa Ekonomi
Pengeluaran 
A. Bahan Baku
Kain ( 4 pcs x Rp 350.000,00 )                 Rp 1.400.000,00
Malam ( 5 kg x  Rp 20.000,00 )                 Rp   100.000,00
Pewarna Naptol ( 2 ons x Rp 50.000,00 )        Rp   100.000,00+
Total bahan baku                               Rp 1.600.000,00
B. Tenaga kerja
Karyawan ( 2 orang x Rp. 600.000 )             Rp 1.200.000,00
C. Total Pengeluaran
( Rp 1.600.000,00 + Rp 1200.000,00 )           Rp 2.800.000,00
Pendapatan 
Penjualan batik Lukis ( 120 x Rp. 40.000,00  ) Rp 4.800.000,00
Penjualan Kaos batik ( 20 x Rp. 60.000,00 )    Rp 1.200.000,00+
Total Pendapatan                               Rp 6.000.000,00
Laba usaha 
( Rp 6.000.000,00 - Rp 2.800.000,00 )          Rp 3.200.000,00

Untuk kedepannya, sanggar batik Kalpika akan terus mencoba terus berinovasi mengembangkan jenis produknya, tidak hanya terpaku pada kain dan baju saja. Namun mencakup berbagai macam barang kebutuhan rumah tangga yang memungkinkan diproduksi dengan motif-motif batik untuk meningkatkan nilai estetikanya. Dengan banyaknya jenis barang yang dapat diproduksi dengan kain batik, tentunya bisa dibayangkan semakin besar pula peluang bisnis batik yang ada di Yogyakarta. Salam sukses.

7 thoughts on “Sanggar Batik Kalpika”

  1. DH,

    Mohon informasi alamat Ki Purnama Hadi S.Pd, suatu saat nanti saya akan berkunjung untuk keperluan lebih lanjut.

    Terima kasih

    Salam

    HBP

  2. Sukses buat Ki Purnama Hadi S.Pd, semoga batik selalu lestari di negeri tercinta. amin,
    salam

  3. saya, dari jawa timur, Pare Kediri, mau tanya,
    beli pewarna atau naptolnya dimana? dan kain morinya
    sekian banyak banyak terimakasih, semoga sukses selalu buat sanggar batik KALPIKA
    GES

  4. mau tanya….
    kalau mo belajar batik di Kalpika bisa nggak? kalo misal bisa, bagaimana caranya? trus seandainya ada wisatawan yang ingin belajar dan melihat aktivitas di Kalkpika, bagaimana administrasi serta fasilitas yang di dapat???
    semoga kapan2 bisa bertemu lagi dengan teman2 yang “konser” di lorong Tamansari, dah Launching kah???sukses ya!!!!!
    matur nuwun

    putri

  5. Salam,
    Sebagai orang Indonesia saya cukup lega membaca artikel pematenan batik Indonesia, terima kasih untuk usahanya.
    hal lain lagi, saya memiliki koleksi batik lama / kuno (jarik) dan ingin menjualnya, mohon advis, kemana saya bisa memasarkan/menjual barang2 tersebut dengan harga yang pantas?
    terima kasih

Comments are closed.

Bingung Cari Peluang Usaha?

Yuk Gabung Jadi Agen/ Mitra Waralaba