Sedapnya Bisnis Kecap Ampas Tahu

kecap ampas tahuKeberadaan ampas  tahu di  tanah air cukup melimpah, murah dan mudah didapat. Ampas  tahu merupakan  hasil  ikutan  dari  proses  pembuatan  tahu yang  banyak  terdapat  di  Indonesia,  khususnya  di  Pulau  Jawa.    Oleh karena  itu  untuk  menghasilkan  ampas  tahu  tidak  terlepas  dari  proses pembuatan  tahu.

Potensi  ampas  tahu di Indonesia cukup  tinggi,  kacang  kedelai  di  Indonesia tercatat  pada  Tahun  1999 sebanyak  1.306.253  ton,  sedangkan  Jawa Barat sebanyak 85.988 ton.  Bila 50% kacang kedelai tersebut digunakan untuk membuat  tahu  dan  konversi  kacang  kedelai menjadi  ampas tahu sebesar  100-112%,  maka  jumlah  ampas  tahu  tercatat  731.501,5  ton secara  nasional dan  48.153  ton  di  Jawa  Barat.

Ampas ini biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak dan sebagian lainnya digunakan oleh beberapa masyarakat perdesaan untuk diolah menjadi bahan pembuat tempe gembus. Potensi  ampas tahu  cukup menjanjikan sebagai bahan makanan.

Ditinjau  dari  komposisi  kimianya  ampas  tahu  dapat  digunakan sebagai sumber protein. Mengingat kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang tinggi yaitu protein 8,66%; lemak 3,79%; air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan makanan yang beragam variasinya. Sebagai gagasan ampas tahu dapat dimanfaatkan menjadi kecap yang bernilai tambah lebih tinggi.

Ampas (sisa) padat pengolahan tahu dapat diolah menjadi kecap. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit dibedakan aroma, rasa, dan warnanya dari kecap kedelai. Sehingga usaha ini cocok untuk usaha kecil berskala rumah tangga. Mau tahu cara pembuatan kecap dari ampas tahu? Berikut ini adalah cara pembuatan kecap dari ampas tahu.

Bahan

  • Ampas tahu
  • Garam.
  • Laru tempe.
  • Bumbu-bumbu.
  • Tapioka.

Peralatan

  • Wadah perendam.
  • Pengukus
  • Wadah fermentasi.
  • Tampah
  • Kompor
  • Kain penyaring
  • Botol
  • Alat penutup botol.

Cara Pembuatan

  • Penyiapan ampas tahu.  Ampas tahu direndam dengan air bersih selama 12 jam. Setelah itu bahan dipres dengan alat pres sehingga airnya keluar. Ampas yang telah berkurang airnya dikukus selama 60 menit, kemudian didinginkan di atas tampah sampai suam-suam kuku.
  • Fermentasi menjadi tempe gembus.  Ampas ditaburi laru tempe (1 gram untuk 1 kg ampas), dan diaduk-aduk sampai rata.  Setelah itu ampas dihamparkan di atas tampah setebal 2 cm dan ditutup dengan daun pisang. Tampah diletakkan diatas para-para yang terhindar dari serangga dan cahaya matahari langsung selama 4-5 hari sampai kapang cukup tebal menutupi tempe gembus.
  • Penjemuran tempe gembus.  Tempe gembus dipotong-potong 0,5 x 0,5 x 0,5 cm, kemudian dijemur atau dikeringkandengan alat pengering sampai kering (kadar air dibawah 12 %).
  • Penyiapan larutan garam 20%.  Untuk mendapatkan 1 liter larutan garam 20% dilakukan dengan cara berikut.  Garam sebanyak 200 gram ditambah dengan air sedikit demi sedikit sambil diaduk, sampai volumenya menjadi 1 liter.
  • Fermentasi garam.  Butiran tempe yang telah kering dimasukkan ke dalam larutan garam.  Tiap 1 kg butiran tempe kering membutuhkan 3 liter larutan garam. Perendaman dilakukan di dalam wadah perendam selama 10-15 minggu. Pada siang hari manakala langit tidak tertutup awan, atau tidak hujan, wadah dipindahkan ke udara terbuka , dan penutup wadah dibuka.
  • Ekstraksi kecap mentah.  Hasil fermentasi disaring dengan kain saring. Ampas diperas dengan kain saring atau dipres dengan mesin pres. Cairan kental hasil penyaringan dan pemerasan/ pres disatukan.  Cairan ini disebut dengan kecap mentah. Selanjutnya kecap mentah ditambah dengan air. Tiap 1 liter kecap mentah ditambah dengan 1 liter air.
  • Penyiapan bumbu.
  1. Keluwak, dan lengkuas digiling sampai halus,
  2. Gula merah disayat, kemudian digiling sampai halus, dan
  3. Sereh dipukul-pukul sampai memar.
  • Pembumbuan dan pemasakan kecap manis.  Cairan kecap dipindahkan ke panci, kemudian ditambahkan keluwak, lengkuas, sereh, daun salam. Kecap dipanaskan sampai mendidih.  Kecap yang masih panas disaring dengan kain saring.  Bahan-bahan yang tertinggal di kain saring dibuang. Setelah itu, kecap ditambah dengan gula merah diaduk-aduk sampai seluruh gula larut.  Setiap 1 liter kecap ditambh dengan 750 gram gula merah.  Kecap ini disaring kembali.
  • Pengentalan.  Kecap yang telah dingin ditambah dengan tepung tapioka. Setiap 1 liter kecap ditambah dengan 20 gram tapioka dan diaduk sampai rata.  Setelah itu kecap ini dipanaskan sampai mendidih sambil diaduk- aduk.
  • Penambahan pengawet.  Sebelum kecap diangkat dari api, natrium benzoate ditambahkan sebanyak 1 gram untuk setiap 1 liter kecap.
    Pembotolan.  Kecap yang telah dingin dikemas di dalam botol, kemudian ditutup rapat dan diberi label.

(Sumber gambar: http://www.gourmetsleuth.com/images/kecapmanis_300.jpg)

13 Komentar

  1. aku jualan susu kedelai, aku tertarik membuat kecap kedelai dari ampas kedelai bekas pengolahan susu kedelai bisa nggak ? aku coba dengan cara pembuatan kecap amp[as tahu, bisa tidak ? sementara ini aku mau coba membuat gembus dari ampas susu kedelai, trima kasih informasinya.

  2. saya punya banyak stock ampas tahu, yang lagi butuh hub saya (081332195498)

    • sy membutuhkan ampas tahu, karna sy suplayer ampas tahu buat ngisi kepara peternak sapi perah

  3. Makasih atas informasinya , saya sangat tertarik dengan artikel anda . Bisa tidak air limbah cair yang ( sisa cuka ) dibuat kecap asin ? Mohon dikonfirmasi karena saya sangat butuh informasinya. 085256469833 Nurul

  4. Memang benar limbah ampas tahu murah harganya akan tetapi saat ini sangat sulit untuk mendapatkannya, dikarenakan banyak pabrik tahu di jakarta di razia oleh polisi karena memakai formalin. dimana saya dapat memperoleh bahan tersebut secara rutin, karena bila salah satu bahan baku sulit didapat maka akan merupakan kendala besar dalam berusaha.
    terima kasih

  5. saya suka dgn temuan tsb. tapi saya masih ragu masalah fermentasi dgn perendaman selama 10-15 minggu.bisa lebih cepat dari itu gak ya..

Comments are closed.