STP dan 4P: Kunci Pemasaran Bagi Pelaku Usaha

Dalam setiap skema bisnis, konsep pemasaran selalu krusial untuk dibahas. Strategi pemasaran atau manajemen pemasaran dibutuhkan pelaku usaha untuk memaksimalkan potensi produk yang dijual. Pemasaran yang tepat adalah kunci bagi pengusaha untuk mendapatkan laba maksimal.  

Pemasaran sendiri adalah upaya yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk mempromosikan suatu produk atau layanan yang dipunya. Proses pemasaran mencakup kegiatan pengiklanan, penjualan, hingga pengiriman produk ke konsumen atau unit usaha lain.

Agar strategi pemasaran yang dilakukan tepat sasaran, maka perlu bagi pelaku usaha untuk mengenal STP dan 4P. Apa yang dimaksud dengan STP dan 4P? STP adalah segmentasi, targeting, positioning.

Segementasi adalah usaha memetakan konsumen yang potensial. Pelaku usaha harus berupaya memetakan masyarakat yang memiliki kebutuhan sama akan produk yang ditawarkan. Targeting adalah memilih kelompok konsumen yang ingin disasar. Sedangkan positioning aalah pemilihan produk yang memiliki permintaan banyak.

Jika ketiga tersebut sudah ditentukan, maka pelaku usaha melakukan teknik pemasaran selanjutnya, yaitu product (bagaimana produk ditampilkan kepada konsumen), price (penentuan harga yang sesuai), place (tempat yang akan digunakan sebagai lokasi bisnis), dna terakhir adalah promotion (bagaimana mengenalkan produk kepada konsumen).

Rumus di atas sangat  penting untuk menentukan bentuk penjulan yang akan dijalankan oleh pelaku usaha. Yuk pahami fungsi dan cara menentukannya di bawah ini!

Riset Pasar Sebagai Landasan Tentukan STP dan 4P

Riset pasar atau biasa disebut juga analisis pasar adalah tahap di mana pelaku usaha mengukur kebutuhan konsumen terhadap produk yang kamu tawarkan. Melakukan analisis terhadap kondisi pasar adalah langkah awal untuk menentukan STP dan 4P.

Data yang dihimpun dalam riset pasar dapat didapatkan dari pengamatan, survei, wawancara, atau demo produk di hadapan konsumen. Data sekunder dapat kamu dapatkan misalnya dari koran, radio, hingga internet. Pada tahap inilah pelaku usaha diharapkan untuk melihat kecenderungan tren yang ada di masyarakat.

Kedua jenis data tersebut dikumpulkan sebagai modal memperkuat usaha. Dilansir dari situs ukmindonesia.id, ada beberapa pokok pertanyaan yang bisa kamu ajukan sebagai alat bantu ketika melakukan riset pasar:

1. Kelompok masyarakat mana yang biasa membeli produk atau jasa yang pelaku usaha tawarkan?

2. Pertimbangan  apa saja yang dibuat oleh konsumen ketika membeli produk/jasa?

3. Apakah produk yang diproduksi sesuai dengan kebutuhan konsumen?

4. Berapa batasan harga yang dapat dijangkau oleh kelompok masyarakat yang dituju?

5. Bentuk promosi seperti apa yang efektif untuk membuat pelanggan tertarik?

6. Sejauh mana perkembangan kompetitor bisnis?

7. Apa saja yang sekarang sedang tren di masyarakat? Bagaimana ‘tren’ tersebut dapat diwujudkan dalam produk yang akan dijual?

Ketujuh pertanyaan di atas akan membantu memulai usaha lebih kokok, karena dengan begitu pelaku usaha paham dengan karakteristik konsumen. Setelah bisa mengidentifikasi informasi penting dari riset pasar, saatnya menentukan STP dan 4P.

Bagaimana Menentukan STP dan 4P?

Menentukan Segmen Pasar

Kompetisi antar perusahaan sangat ketat, segmentasi pasar dilakukan untuk memusatkan sumber daya  pada satu bagian tertentu. Dengan begitu perusahaan akan lebih mudah untuk fokus mengidentifikasi kebutuhan, keinginan, perilaku konsumen, serta respon terhadap program pemasaran.

Dilansir dari kompas.com, ada beberapa jenis segmentasi pasar yang bisa dipakai oleh pelaku usaha:

a. Segmentasi pasar geografi: pelaku usaha bisa memetakan konsumen berdasarkan pada lokasi atau wilayah tertentu. Sebagai contoh: makanan manis akan banyak dinikmati oleh orang-orang Yogyakarta karena konsumsi khas di wilayah tersebut memang cenderung manis.

b. Segmentasi pasar demografi: didasarkan pada usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, kelas sosial, agama, ukuran keluarga. Misal makanan frozen food akan laris di wilayah yang sebagain penduduknya adalah pekerja aktif yang tidak punya banyak waktu seperti Jakarta.

c. Segementasi pasar perilaku: penjualan produk didasarkan pada perilaku dan gaya hidup masyarakat. Sebagai contoh: di kota-kota besar, ketika kalangan anak muda punya kebiasaan untuk nongkorng, makanan dan minuman kekinian punya kans besar untuk dijual. 

Di atas adalah beberapa segmentasi pasar yang bisa digunakan. Segmentasi pasar menjadikan produk jualan punya bayangan konsumen potensial. Tinggal setelah itu bagaimana pelaku usaha mengembangkannya, mulai dari promosi hingga cara jualannya.

Menentukan Target Pasar

Jika kamu sudah tahu segmentasi produk, saatnya menentukan target pasar yang ingin kmau tuju. Apa perbedaan antara segmentasi dan target pasar? Target pasar lebih spesifik lagi. Misal kamu membuka kedai makanan kekiniaan. Calon konsumen potensial yang mungkin tertarik dengan produk di atas adalah kalangan muda yang berusia antara 17 hingga 40 tahun. Nah, target pasar yang bisa kamu sasar adalah kalangan mahasiswa.

Menentukan Posisi Produk

Apa kelebihan dari produk yang dijual? Itu adalah pertanyaan ini dari positioning. Melalui produk, pelaku usaha menawarkan manfaat unik yang diterima oleh konsumen. Bagaimana cara menentukan posisi produk? Yaitu dengan memastikan ‘kebutuhan’ dari calon konsumen. Sebagai contoh: daster adalah salah satu pakaian wanita yang nyaman dipakai di rumah. Agar daster tidak terkesan ‘kuno’ atau norak’, kamu bisa menawarkan jenis model terbaru dari daster.

Strategi Pemasaran dengan 4P

Product, price, place, dan promotion penting sebagai bagian pemasaran. Sebagai pelaku usaha, tentu ingin produknya diingat oleh masyarakat. Dengan memikirkan 4P secara serius, kamu akan memulai usahahmu dengan lebih kokoh.  

Product (Produk)

Bagaimana menerapkan strategi pemasaran dalam produk? Pertama, tentukan nama merek yang ingin kamu gunakan. Merek sebaiknya bisa mencerminkan produkmu dengan baik. Kedua, desain kemasan adalah kunci. Banyak produk yang sukses membangun citra perusahaan lewat visualisasi kemasan yang pas. Nantinya kemasan akan menjadi bagian dari identitas produk itu sendiri.

Price (Harga)

Tentukan harga yang sesuai dengan segmentasi dan target pasar yang kamu tuju. Sebagai contoh: jika sasaran produkmu adalah mahasiswa maka harga yang ditetapkan sebaiknya tidak terlalu tinggi. Jika harga yang kamu pasang tidak tinggi, maka kemungkinan akan lebih mudah untuk bersaing dengan kompetitor.

Place (Tempat)

Penentuan lokasi adalah hal yang krusial. Dengan lokasi yang tepat, tempat usahamu akan lebih mudah untuk dicari oleh konsumen. Memilih lokasi harus didasarkan pada beberapa pertimbangan: kedekatan dengan daerah ramai dan transportasi umum dan lokasi dengan penjualan bahan baku.

Promotion (Promosi)

Jika ketiga P di atas sudah dipenuhi, saatnya melakukan promosi lebih luas. Promosi adalah usaha menarik perhatian konsumen dengan berbagai cara. Banyak sekali cara yang bisa kamu gunakan, misal dengan membuat promo dan diskon sebagai usaha baru, atau juga memasang iklan di sosial media, hingga menggunakan akun bisnis untuk memaksimalkan penjualan.  

Ikuti terus informasi menarik seputar usaha UMKM lainnya hanya di BisnisUKM.com

Leave a Comment