Sukses Berbisnis Busana Muslim dan Perlengkapan Ibadah Anak

pengusaha baju muslim anakMenanamkan nilai ibadah pada buah hati memang bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti membuatkan mukena anak dengan warna-warni dan aneka gambar yang mereka sukai. Hal ini pula yang dilakukan oleh Indah Kurniawati SE, MSi (38) untuk mengajak putra-putri tercintanya agar mulai rajin beribadah setiap hari.

Siapa sangka bila niat Indah Kurniawati yang semula hanya ingin mengajak putra-putrinya untuk mulai menjalankan ibadah sejak dini, malah sekarang menjadi sumber pendapatan untuk mendatangkan tambahan penghasilan bagi ibu dua anak ini.

peluang bisnis mukena anakMemiliki latar belakang sebagai salah seorang dosen di sebuah universitas swasta di Yogyakarta, ternyata tak menutup peluang bagi Indah untuk bisa terjun di dunia usaha. Bidang usaha yang digeluti sesuai dengan mata kuliah yang Ia ajarkan kepada para mahasiswanya yakni mata kuliah kewirausahaan , selain itu Indah yang dilahirkan dari seorang ibu yang memiliki industri garmen ini memiliki keterampilan dan passion yang cukup kuat di bidang fashion.

“Pangsa pasar anak masih sangat luas, dan saya melihat busana muslim dan perlengkapan ibadah anak juga modelnya masih sangat terbatas,” ujar Indah ketika ditemui tim bisnisUKM.com beberapa waktu yang lalu. Dari sinilah tiga bersaudara ini mulai tertarik mengawali usaha busana muslim dan perlengkapan ibadah anak sekitar 2-3 tahun yang lalu.

Mengusung “Sani 04 Collection” sebagai brand produk yang Ia produksi, saat ini Indah telah berhasil mengembangkan produk mukena set (mukena dan sajadah yang dilipat menjadi tas), sarung set (sarung, peci dan sajadah yang dilipat menjadi tas), sajadah lipat, busana muslim anak, baju koko anak, jilbab dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan bahan baku seperti misalnya kain flanel, kain perca, busa, dan kain katun yang didatangkan langsung dari Bandung, sampai saat ini Indah masih membuat desain sendiri dan dibantu oleh sekitar 10 orang karyawan produksi.

“Agar desainnya tak sama dengan yang lain, saya sengaja membuat gambar-gambar kesukaan anak disertai tempelan nama dan bahasa Inggris dari gambar tersebut, sehingga selain memotivasi anak untuk mulai beribadah namun juga ada nilai edukasi yang didapatkan dari produk kita,” terang ibu dari Syamila Nursari dan Bagas Amir Fachrudin tersebut. Tak hanya itu saja, produk sajadah lipat dan mukena dapat diberi nama anak sehingga anak menyukainya.

Dibandingkan dengan produk lainnya di pasaran, bisa dikatakan produk busana muslim anak dan perlengkapan ibadah ini memiliki harga jual yang cukup terjangkau. Untuk harga grosir mukena anak mulai dari Rp 80.000,00-Rp 100.000,00; 1 set sarung anak Rp 55.000,00-Rp 65.000,00; sajadah anak Rp 45.0000,00 dan busana muslim anak antara Rp 65.000,00 hingga Rp85.000,00.

Strategi Pemasaran Sani 04 Collection

mukena anakAlat pemasaran yang digunakan Sani 04 Collection meliputi brosur, kartu nama, website, pameran, dan toko-toko busana muslim. “Untuk pemasaran melalui toko-toko biasanya jual putus namun menggunakan sistem kas tempo yakni pembayaran dilakukan setelah 1 bulan produk sampai ditangan pembeli.” jelas Indah.

Selain itu, Indah juga memanfaatkan event pameran untuk memasarkan produk Sani 04 Collection ke kalangan masyarakat luas. Pasalnya, sampai saat ini pameran menjadi salah satu ajang bagi istri Beni Suhendra Winarso SE.MSi ini untuk bisa menggenjot pemasaran produk. “Biasanya 50% omzet penjualan didapatkan dari event pameran,” ungkapnya.

Dengan kapasitas produksi sekitar 100 buah mukena set anak dan 100 buah produk lainnya (meliputi sajadah anak, baju koko, dan sarung anak), saat ini Sani 04 Collection memiliki target omzet sekitar Rp 10 juta per bulan dan ketika menjelang puasa bisa mengalami kenaikan hingga sekitar 600%.

Laju Usaha Mukena dan Busana Muslim Anak

bisnis mukena anak

Meskipun sampai hari ini aktivitas promosi produk yang dilakukan Indah belum optimal serta proses produksinya masih memakan waktu yang cukup lama karena produk Sani 04 Collection merupakan produk handmade yakni kerajinan tangan yang membutuhkan kerapian, ketelatenan dan keindahan. Indah berharap agar kedepannnya bisa memiliki toko sendiri dan mampu memperkuat pemasaran baik di pasar domestik maupun mancanegara. “Mempunyai keinginan untuk ekspor ke luar negeri merupakan salah satu alasan kenapa saya harus terus maju dan berkembang,” harap wanita yang aktif di berbagai organisasi ini.

Di akhir pertemuan siang itu, Indah menyempatkan diri untuk berbagi tips bagi para pemula yang ingin terjun di dunia usaha. “Bagi pemula yang ingin terjun di dunia usaha, mulailah dari hobi yang dimiliki agar bisa terus konsisten, selain itu buatlah sample produk serta aktif mengikuti berbagai macam pameran untuk mengetahui respon pasar dan mendapat banyak peluang untuk mengembangkan bisnis kita,” pesan Indah menutup perjumpaan kami.

5 Komentar

  1. kami di Jayapura..papua..dr dulu ingin membuka toko perlengkapan ibadah..toko muslim..kami siap bekejasama dgn ibu..mohon arahan dan bimbingannya..trimakasih….

    Reply

Leave a Comment