Inspirasi Bisnis

Sukses Mencetak Pundi Uang di Sela-sela Waktu Luang

Bisnis fashion onlineTak seperti kebanyakan mahasiswi lain yang umumnya galau ketika memasuki semester akhir, Vera Hardiyanti (23) justru memanfaatkan waktu luang yang ada dengan mencari tambahan penghasilan. Kebiasaannya aktif di sosial media, menginspirasi Vera untuk mencoba bisnis online di sela-sela kesibukannya menyusun tugas skripsi.

“Awalnya bisnis ini dimulai ketika saya skripsi, karena sudah banyak waktu luang saya berpikir untuk bekerja atau mencari uang. Niatnya, saya ingin membuat toko online Korean shop dengan produk handmade semacam tas, notes, stiker, juga pembatas buku. Fotonya juga sempat saya upload ke Fanpage Facebook, namun tidak berselang lama foto plus fanpage itu saya hapus karena saya kurang pede (percaya diri),” ujar Vera.

Baca Juga Artikel Ini :

Sukses Berbisnis Fashion Berkat Media Online

Tips Menghadapi Persaingan di Bisnis Fashion

Gagal di bisnisnya yang pertama, Vera kemudian mencari inspirasi produk lain yang sekiranya “oke” untuk dijual. “Akhirnya saya terpikir untuk berbisnis aksesoris wanita seperti kalung, gelang, cincin, dan lain-lain. Pada saat itu, saya membuat Fanpage Facebook baru lagi. Seiring berjalannya waktu, sekitar 2 bulan sepi sekali, itu karena saya kurang aktif berjualan dan belum banyak tahu cara berjualan di online,” imbuhnya.

Pengusaha muda owner OVC Kshop

Beberapa lama kemudian Vera yang sejak kecil memang hobi dan sangat menyukai aksesoris serta segala hal tentang Korea, mengetahui bahwa akan ada konser K-Pop di Indonesia. Dari situ, terbersit ide baru untuk berjualan lagi. “Kali ini lebih semangat karena ini kan sesuai hobi, jadi saya tahu produk apa yang sekiranya akan dijual di konser. Sekitar sebulan sebelum konser, saya menyiapkan merchandise K-Pop seperti bando, lightstick, kipas, dan lain-lain,” tutur pengusaha muda ini.

Setelah persiapannya cukup matang, kegagalan kembali menghampiri Vera. Beberapa minggu sebelum konser, ternyata hal buruk menimpanya karena konser di Indonesia dibatalkan. Saat ini Vera sempat sedih dan putus asa karena hampir seluruh tabungannya Ia kuras untuk modal jualan di konser. Melihat barang yang menumpuk, Ia pun mulai berinisiatif untuk menjualnya melalui Facebook, tapi masih juga sepi.

“Hingga akhirnya beberapa minggu kemudian ketika di kampus saya mendapat selebaran seminar kewirausaahaan di kampus dan harganya lumayan mahal menurut saya pada saat itu. Karena penasaran, akhirnya saya ikut dan benar-benar serius mengikuti seminar. Setelah seminar itu, saya jadi tahu sedikit bagaimana cara berjualan online, akhirnya saya implementasikan ilmu seminar dan buku yang didapat dari seminar. Hasilnya lumayan walaupun pembeli pertama saya adalah sepupu saya sendiri dan hanya mendapatkan profit sekitar Rp 5.000,00,” terangnya.

Walau prosesnya tak semudah apa yang sebelumnya Ia bayangkan, namun Vera tetap semangat dan dari bulan ke bulan bisnisnya pun semakin ramai. Bahkan Ia pun sempat “keteteran” dengan orderan yang masuk, setelah memaksimalkan sosial media dan membuat website toko online. “Beberapa minggu setelah membuat website OVC Kshop, Alhamdulillah kami diliput oleh sebuah media berita online, bahkan sampai dimuat 3 artikel sekaligus dengan judul berbeda,” ucapnya sembari bersyukur.

Sempat Bekerja Sebelum Akhirnya Mengikuti Suara Hati

Proses produksi OVC Kshop

Setelah lulus, orang tua Vera pun mulai menanyakan bagaimana ke depannya karier putrinya. Dengan optimis Vera menjawab akan focus ke bisnis, namun orang tua kurang setuju jika Ia hanya berjualan online. Untuk menuruti perkataan orang tua, Ia pun akhirnya mencari pekerjaan ke perusahaan-perusahaan dan sebulan setelah lulus Vera diterima di perusahaan besar di bidang alat-alat berat.

“Pada saat itu saya tetap menjalankan bisnis sampingan dan pekerjaan di kantor. Saya akui sangat amat lelah menjalankan keduanya. Saya bangun pagi sekali dan tidur larut sekali untuk mengurusi orderan yang terbengkalai, di sela-sela waktu luang di kantor saya manfaatkan untuk membalas pelanggan. Beberapa minggu saya bekerja di kantor saya mulai merasa bingung, sepertinya saya harus memilih salah 1 bekerja di kantor atau berbisnis,” kata pengusaha muda ini kepada tim liputan BisnisUKM.com.

BINGUNG CARI IDE BISNIS ?

Dapatkan Ratusan Ide Bisnis Dilengkapi Dengan Analisa Usaha.

Klik Disini

Karena pikiran yang mengganggu tersebut, pada akhirnya Vera merasa tidak betah dan malas-malasan ketika bekerja di kantor. Ia mulai merasa bekerja sebagai karyawan bukan passion dirinya. Sebulan berlalu, semakin bulat tekad Vera untuk benar-benar memilih antara 2 pekerjaan tersebut. Sampai pada akhirnya Vera mulai bercerita kepada orang tua apa yang Ia rasakan dan pikirkan, tidak ingin melihat anaknya sedih dan bingung orang tuanya pun menyerahkan semua keputusan kepada putri tercintanya.

“Akhirnya saya pun sholat istikharah untuk mendapatkan jawaban atas 2 pilihan tersebut, dan didapatlah jawaban yaitu bisnis. Hampir 2 bulan saya bekerja di kantor, lalu saya mengajukan resign,” begitu tambahnya.

Setelah resign dari pekerjaannya, Vera benar-benar fokus di bisnis fashion online. Ada beban di dalam dirinya, karena Ia harus memberikan bukti nyata kepada orang tua atas keputusan yang telah diambilnya. “Saya pun benar-benar membenahi manajemen bisnis saya. Dari mulai saya membuat target harian, mingguan, serta tahunan. Banyak sekali catatan dan impian saya terhadap bisnis ini yang saya temple di dinding agar saya bisa mewujudkannya. Alhamdulillah, entah karena pengaruh semangat yang sangat besar dari sebelumnya, bisnis saya meningkat tajam dari yang awalnya modal Rp 800.000,00 saat ini omzet yang didapatkan sekitar Rp 19 juta dalam sebulan,” ungkap Vera.

Dengan memaksimalkan semua media online dan aktif mengikuti beberapa acara bazaar yang ada di kota-kota besar, sekarang ini jangkauan pasar OVC Kshop mencakup ke seluruh pelosok Indonesia dan luar negeri. “Kami sudah mengirim barang hampir ke seluruh kota di Indonesia dan melakukan beberapa pengiriman ke luar negeri seperti Jepang, Malaysia, dan Philipina. Memang baru Asia saja, namun kami tidak menutup kemungkinan untuk mengirim barang ke benua lain seperti Eropa atau Afrika. Beberapa kali kami mendapat orderan dari Eropa namun memang belum ada yang closing,” paparnya.

Ke depannya, Vera berharap agar bisnisnya tak hanya eksis di dunia maya namun Ia juga ingin membuka toko offline guna memperluas pemasaran sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk orang banyak.

Tim Liputan BisnisUKM