Tren TikTok Ramadan 2021 Untuk Tingkatkan Promosi Produk!

Prediksi tren TikTok Ramadan 2021 akan memudahkan pelaku usaha untuk memaksimalkan pemasaran produk. Tren ini didasarkan pada kumpulan data aktivitas pengguna selama beberapa bulan sebelumnya. Melalui prediksi tren tiktok ramadan, diharapkan pelaku usaha akan lebih aktif menggunakan platform ini dengan cara dan sasaran tepat.

Tiktok saat ini mengalami perkembangan yang mengejutkan. Di Indonesia, per 2019, tiktok telah mendapatkan 21 miliar penonton dengan 100 video baru setiap hari. Saat ini tiktok juga digunakan pelaku usaha untuk mempromosikan produk. Untuk mewadahi antusasime pengusaha, maka tiktok meluncurkan tiktok for business yang bisa mengoptimalisasi promosi.

Pemanfaatan prediksi tren akan meningkatkan engagement yang dapat memberikan keuntungan bagi usaha yang bertopang pada promosi digital. Engagement adalah penghitungan dasar untuk melihat apakah konten yang kamu posting menarik banyak perhatian atau tidak.

Sebelum masuk ke tren tiktok ramadan lebih jauh, mari pahami kenapa engagement penting bagi usahamu. Semakin tinggi engagement yang kamu dapatkan, maka ada kemungkinan untuk meraih lebih banyak konsumen potensial.

Engagement biasanya diukur dari seberapa banyak komentar, like, dan share yang kamu dapatkan. Namun interaksi antara akun sosial mediamu dengan pengikut sebaiknya konsisten setiap harinya.

Untuk menjagar agar engagement yang kamu dapatkan tinggi setiap harinya, mengikuti prediksi tren tiktok ramadan akan sangat membantu. Yuk simak konten apa saja yang bisa kamu manfaatkan untuk menyambut ramadan 2021 besok!

Laporan Tren TikTok Ramadan Insight 2021

Ramadan tahun 2021, menurut laporan tiktok, sebagian besar pengguna akan menghabiskan lebih banyak waktu  dengan beraktivitas di rumah. Diperkirakan sebanyak 96% pengguna tiktok akan lebih aktif mengupload konten selama ramadan yang melibatkan keluarga dan teman terdekat.

Tren tiktok tahun 2021 tidak akan jauh berbeda dengan tahun ramdhan sebelumnya karena sama-sama dijalankan di tengah pandemi. Untuk ramadan, masyarakat biasanya telah menyisihkan pengeluaran tersendiri untuk membeli bahan-bahan kebutuhan sehari-hari lewat cara daring (online).

Menurut laporan lebih lanjut, brand maupun pelaku usaha bisa  memanfaatkan berbagai platform digital dan fitur di tiktok untuk berkomuniasi dengan target konsumennya. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan membagi konten kegiatan di rumah dan kisah-kisah menarik yang humanis.

Dengan dibatasinya kegiatan di luar rumah selama ramadan, ada kemungkinan engagement tiktok akan mengalami kenaikan seperti tahun lalu. Pada ramadan 2020, jumlah interaksi penggunan mengalami peningkatan hingga 29%.

Dengan diluncurkannya tiktok for business, maka pelaku usaha akan semakin mudah memperkenalkan produknya kepada konsumen potensial. Apalagi, laporan tersebut menyebut bahwa 96% penggunan tiktok memang berencana untuk aktif din platform digital. Ini adalah titik di mana pelaku usaha terutama UKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

6 Konten yang Akan Jadi Tren TikTok Ramadan 2021

Berdasarkan pemaparan laporan di atas, maka keluar enam konten tiktok yang diprediksi akan naik sepanjang ramadan hingga lebaran nanti:

1. Konten Religi Jadi Tren Tiktok Ramadan Nomor Satu

Tentu saja pos-pos religi akan sangat diminati oleh banyak orang. Saat ini tiktok juga menjadi konten eduksi terkait informasi-informasi keagamaan. Sebanyak 78% pengguna diduga akan mengakses konten religi, jumlah akses yang sangat besar.

UMKM bisa mamanfaatkan momen ini dengan mengunggah konten keagamaan yang sederhana tapi mengena. Misal, memberikan insight soal kegiatan apa yang tepat bisa menjadi penambah pahala, dan lain sebagainya.

Untuk menghindari bias dan infromasi sensitif lainnya, pelaku usaha sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu. Posting hanya konten yang sekiranya sederhana dan sudah pasti dalil agamanya.

2. Konten Makanan

Ya, konten terkait makanan masih punya porsi besar di tiktok. Diprediksi sebanyak 71% pengguna akan menunggu food content lebih banyak. Konten semacam ini bisa juga menjadi inspirasi bagi users.

Peluang ini bisa diolah pelaku UMKM untuk mempromosikan produk makanan. Cara paling mudah adalah melakukan review makanan singkat, atau membagi video di balik pengolahan produk makanan.

Namun pembuatan video makanan juga tidak bisa sembarangan. Adanya narasi dan deskripsi akan membantu penonton memvisualisasikan produk yang ditawarkan. Pemilihan angle hingga pencahayaan juga dibutuhkan untuk memperjelas warna hingga bentuk makanan.

Membuat konten makanan memang gampang-gampang susah. Pesan yang ingin disampaikan dalam video seperti ini adalah bagaimana produk bisa membuat pengguna tertarik dan tergugah untuk membeli.

3. Hiburan

Konten lucu dan menghibur masih jadi primadona dengan 69% pengguna masih antusiasi dengan asupan-asupan semacam ini. Kontan menghibur punya kelebihan: tema yang bisa dibuat sangat luas dan cara penyajiannya pun beragam.

Bentuk hiburan dalam tiktok tentu bisa jadi pelepas penat karena banyak masyarakat yang tidak bisa melaksanakan aktivitas di luar rumah. Apakah pelaku usaha bisa memanfaatkan celah ini? Jawabannya tentu bisa. Salah satu kiat jitu adalah dengan mengikuti apa yang sedang tren sekarang.

4. Pos Update Teman dan Keluarga

Sebanyak 64% akun tiktok akan sering memposting konten tentang keluarga dan teman. Pelaku UMKM bisa aktif memberikan tips-tips menarik untuk beraktivitas dengan teman dan keluarga di rumah. Misalnya dengan konsep ‘challenge’yang bisa diikuti oleh banyak orang. Jika challenge ini populer, tentu engagement akun tiktok juga akan naik.

Tidak perlu membuat konten yang rumit, gunakan musik yang menyenangkan dan gerakan challenge yang sederhana. Pastikan tantangan yang akan dibikin tidak membahayakan siapapun.

Alternatif lain, membuat ide-ide permainan yang bisa dinikmati oleh berbagai macam orang. Isi akun bisnis dengan ragam ide-ide seperti ini, maka akan semakin banyak yang tertarik menjadi pengikut.

5. Pos Konten Sehari-Hari

Untuk pelaku usaha, pastikan bahwa konten yang diposting tidak pernah absen. Oleh karena itu, perencanaan konten yang baik perlu dilakukan. Konsistensi postingan juga akan membuat akun bisnis tiktok mudah berkembang.

6. Konten Tentang Kecantikan dan Fashion

Tren tiktok ramadan yang terakhir adalah kecantikan dan fashion. Meskipun di tengah pandemi, produk kecantikan dan fashion tetap memiliki calon konsumen potensial. Pada kenyataannya, minat masyarakat untuk membeli kedua produk tersebut tidak berkurang sama sekali. Sebanyak 43% pengguna tiktok tertarik melihat video tentang produk kecantikan dan fashion.

Buat video review makeup dan skincare atau baju fshion terbaru. Pelaku usaha bisa menggunakan sistem endorse. Misal meminta publik figur yang sudah terlebih dahulu populer untuk membuat video khusus pengenalan produk kecantikan dan fashion.

Pastikan reputasi publik figur yang dipilih baik. Reputasi sosok berpengaruh pada seberapa besar kepercayaan konsumen pada produk yang direview. Meskipun hanya review sederhana, setiap pengusaha harus memastikan produk yang diperlihatkan jelas bentuk dan warna. Oleh karena itu pertimbangkan pencahayaan, angle, hingga background yang digunakan.

Platform tiktok berkembang dengan sangat cepat di Indonesia. Total 30.7 juta pengguna tiktok hingga Juli 2020. Jumlah yang sangat besar ini akan sayang jika tidak dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis. UMKM juga harus memiliki keberanian untuk mengikuti tren, pertama-tama dengan memperkuat promosi digital.

Digitalisasi usaha adalah salah satu cara untuk bertahan di tengah banyak tekanan ekonomi. Kenyataannya, usaha yang mampu bangkit di tengah pandemi kebanyakn telah mapan di penjualan online. Oleh karena itu, tren tiktok ramadan 2021 harus bisa dimanfaatkan oleh tiap usaha dengan maksimal.

Ikuti terus informasi menarik seputar peluang usaha lainnya hanya di BisnisUKM.com

Leave a Comment