Inspirasi Bisnis

Tukang Sapu Jadi Jutawan, Bukti Ide Gila Bisa Inspirasi Usaha!

kisah sukses Tri Sumono

Pasti banyak yang gak percaya gimana bisa tukang sapu jadi jutawan? Inspirasi usaha yang Ia jalankan berawal dari ide gilanya selama merantau di Jakarta.

Membaca judul di atas pasti banyak yang tak percaya, bagaimana caranya seorang tukang sapu bisa jadi jutawan? Apalagi setelah mengetahui Tri Sumono (44) ini hanyalah seorang perantau lulusan SMA tanpa keahlian apapun yang nekat mencari lapangan pekerjaan ke Kota Jakarta.

Kisah sukses pengusaha yang satu ini berawal dari keberanian lelaki kelahiran Gunung Kidul tersebut untuk merantau ke Ibu Kota di tahun 1993 silam. Berbekal selembar ijazah SMA dan tas ransel berisi pakaian, Tri Sumono mencoba mengadu nasib dengan menjalankan profesi apapun tanpa pandang bulu. Dari mulai menjadi pekerja buruh bangunan,  sampai menjadi tukang sapu di Gramedia, tak membuatnya malu dan menyerah dengan kerasnya kehidupan kota.

“Selain bekerja jadi tukang sapu, saya membantu menjualkan barang bekas milik teman,” kata Tri Sumono dilansir dari Gunungkidulpost.com.

Franchise King Coklat Premium

Franchise King Coklat Premium

Harga Promo 3,8 Juta Saja Mendapatkan Booth, Blender, X-Banner, 100 Bahan Baku Gratis, dan semua perlengkapannya.

Bermodalkan semangat dan ketekunannya dalam bekerja, hanya dalam beberapa bulan saja Tri Sumono yang lahir 7 Mei 1973 ini diangkat menjadi seorang office boy. Tak berhenti disitu saja, karena kinerjanya yang dinilai sangat baik, ia juga mendapatkan tawaran naik jabatan menjadi tenaga pemasar.

Meski jabatannya sudah cukup mapan sebagai tenaga pemasar, Tri Sumono juga masih memanfaatkan waktu liburnya di akhir pekan untuk menjalankan usaha sampingan menjual pernak-pernik aksesoris wanita di Stadion Gelora Bung Karno. Usaha  sampingan tersebut Ia jalankan selama 4 tahun hingga akhirnya Ia memutuskan resign dari pekerjaannya dan membeli kios di Mall Graha Cijantung.

Tak begitu puas dengan hasil yang didapatkannya dari kios aksesoris wanita, dua tahun kemudian warga Wiladeg, Karangmojo, Gunungkidul ini menjual kiosnya di Mall Graha Cijantung dengan harga cukup tingggi untuk membeli rumah, membangun 10 rumah kontrakan dan membuka toko sembako.

Baca Juga Artikel Ini :

Pengusaha Minyak Sukses Ini, Dulu Awali Karir Sebagai Tukang Sapu

Belajar Dari Kisah Sukses 5 Pengusaha yang Memulai Bisnis dari Nol

“Kontrakan saya pasarkan dengan harga miring, kebanyakan disewa pedagang bakso keliling dan penjual gorengan. Jadi selain dapat penghasilan dari kontrakan, toko sembako saya juga ramai karena rata-rata mereka juga butuh sembako untuk produksi dagangannya,” ungkap Tri Sumono di halaman www.netralnews.com.

Rasa ingin tahunya yang cukup tinggi membuat Tri Sumono selalu penasaran dengan peluang bisnis baru yang ada di sekitarnya, salah satunya saja seperti inspirasi usaha yang didapatnya yakni bisnis sari kelapa yang diproduksi dari fermentasi air kelapa murni. Sadar ilmunya masih sangat minim, Ia pun tak sungkan belajar langsung dari seorang dosen di IPB untuk mempelajari proses produksi sari kelapa yang baik sesuai dengan standar pabrikan.

Benar saja, insting bisnisnya memang tak pernah keliru. Setelah mendapatkan ilmu yang benar, Ia mampu memproduksi 10.000 nampan sari kelapa per hari dengan omzet pertamanya sekitar Rp 70 juta. Saat ini produk sari kelapa yang diproduksinya diambil perusahaan-perusahaan besar dan setiap bulannya ratusan juta rupiah berhasil dikantongi Tri Sumono.

Hanya dengan semangat, tekad kuat, dan kemampuannya dalam berkomunikasi, kini Tri Sumono mantan tukang sapu itu bisa sukses jadi pengusaha kaya raya di Ibu Kota. Bahkan deretan usaha lainnya sekarang ini juga tengah dilakoninya, mulai dari bisnis peternakan burung, usaha minuman jahe instan, sampai bidang pertanian seperti padi dan jahe.

“Saya tidak punya modal sepeserpun, modal saya hanya kemauan dan komunikasi inilah yang menghantarkan saya menjadi orang yang sukses,” pesannya kepada para pemula yang masih galau mencari inspirasi usaha. Karena dari sebuah ide gila, Tri Sumono bisa sukses mejadi pengusaha tanpa modal sepeserpun.