UMKM Wajib Tahu Standar Kemasan untuk Ekspor

Keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh komoditas produk yang berkualitas saja. Tapi juga bagaimana pengemasan untuk menjaga kualitas hingga ke tangan konsumen akhir. Inilah yang harus menjadi perhatian UMKM ekspor. Membuat standar kemasan untuk ekspor agar kualitas produk tidak rusak saat proses distribusi.

Pengemasan adalah proses yang sangat penting bagi sebuah usaha manufaktur. Dengan pengemasan yang baik, tidak hanya menjaga kualitas produk saja. Tapi juga agar mudah didistribusikan dan disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Kadang pengemasan tidak hanya dilakukan satu lapis kemasan saja. Apalagi untuk produk yang diimpor. Perlu beberapa lapis pengemasan untuk memastikan barang selamat sampai tujuan. Mengingat produk ekspor akan didistribusikan lewat laut atau udara yang membutuhkan waktu cukup lama.

Tujuan Dibuatnya Standar Kemasan untuk Ekspor

Secara umum telah dijelaskan di atas, apa tujuan pengemasan pada produk ekspor. Namun secara khusus, pengemasan produk memiliki tujuan yang lebih khusus, seperti:

Untuk Perlindungan Fisik

Proses distribusi yang panjang menuntut kemasan yang aman untuk melindungi produk dari kerusakan. Seperti kerusakan akibat gesekan, getaran, tekanan, guncangan, benturan, atau gangguan fisik lainnya.

Tak hanya untuk melindungi dari gangguan fisik saja. Kemasan juga bertujuan untuk melindungi produk dari paparan debu, air, udara, partikel, dan zat apapun. Yang bisa merubah bentuk fisik atau merusak produk baik secara keseluruhan atau hanya sebagian.

Terutama untuk bahan makanan yang harus steril. Seperti obat-obatan, sayuran, buah-buahan, atau bahan makanan lainnya. Diperlukan kemasan berlapis agar tetap aman hingga konsumen akhir.

Cara Pengelompokan

Selain itu, kemasan juga bertujuan untuk menyatukan dan mengelompokkan barang. Terutama untuk jenis barang yang tidak bisa dihitung dalam bentuk satuan. Seperti produk dalam bentuk biji-bijian, cairan, bubuk, ataupun gas.

Sebagai Media Informasi

Penting diketahui bagi UMKM ekspor, informasi terkait produk harus disampaikan sedetail mungkin hingga konsumen akhir. Terutama untuk produk makanan, obat, atau kosmetik. Agar konsumen mengetahui bahan makanan apa yang akan mereka konsumsi atau gunakan.

Kemasan bisa dijadikan media untuk memberi informasi terkait tanggal kadaluarsa, cara penggunaan dan penyimpanan, kandungan gizi, dan lain sebagainya.

Marketing

Dan yang tidak kalah penting, tujuan penggunaan kemasan adalah sebagai cara untuk media marketing dan menarik pelanggan. Sebagian besar orang akan lebih memilih produk yang dikemas dengan kemasan menarik dan menonjol. Dibandingkan dengan kemasan yang apa adanya dengan desain visual yang pasaran.

Saat produk sejenis beda merk disatukan pada sebuah rak display, produk yang dikemas dengan kemasan paling menonjollah yang akan lebih dipilih oleh konsumen. Ini berarti, kemasan juga bisa digunakan untuk menonjolkan citra perusahaan dan cara marketing yang efektif.

Kenyamanan

Tidak hanya memberi perlindungan produk saja. Kemasan juga harus memberi kenyamanan pada konsumen. Kemasan tidak sulit untuk dibuka atau ditutup kembali. Memudahkan konsumen atau pihak distributor untuk memajang, menyimpan, menumpuk dan mendistribusikannya.

Sebagai Kontrol Porsi

Kemasan juga berfungsi untuk mengontrol porsi konsumsi atau penggunaan agar tidak berlebihan. Misalnya kemasan pada kopi sachet instan. Dalam satu sachet, hanya bisa digunakan untuk satu porsi saja. Dalam satu porsi ini sudah diatur komposisi bahan lengkap dengan kadar nutrisinya.

Keamanan

Tidak hanya keamanan agar kualitas produk tetap terjaga saja. Tapi kemasan juga memberi jaminan keamanan dari kehilangan atau pencurian. Dengan cara memberi label atau barcode tertentu yang menandakan bahwa produk tersebut memang asli dari produsennya. Ini juga yang harus dipahami oleh UMKM ekspor.

Jenis Standar Kemasan untuk Ekspor

Tidak seperti barang yang diproduksi dan dijual di dalam negeri. Kemasan yang digunakan hanya satu atau dua lapis saja. Standar kemasan untuk ekspor harus memiliki jenis kemasan beragam yang dibedakan dan dikatagorikan sesuai dengan lapisannya.

Kemasan Primer (Primer Packaging)

Ini merupakan kemasan lapis pertama yang langsung membungkus produk. Kemasan primer ini juga sering disebut kemasan untuk konsumen akhir. Atau kemasan utama pada barang tersebut.

Misalkan pada produk minyak goreng. Kemasan primernya adalah kemasan botol atau standing pouch plastik berwarna bening yang memperlihatkan isi produk minyak goreng secara langsung.

Kemasan Kedua (Secondary Packaging)

Setelah memberikan kemasan primer yang aman, UMKM ekspor juga harus memberikan kemasan tambahan. Atau yang biasa disebut sebagai kemasan sekunder atau secondary packaging.

Fungsi dari secondary packaging ini adalah memberi keamanan ekstra sekaligus mengelompokkan jumlah barang pada ukuran yang lebih besar. Masih dengan contoh yang sama, produk minyak goreng. Kemasan secondary ini biasanya dalam bentuk kardus karton untuk mengemas beberapa botol minyak goreng.

Tertiary Packaging

Dan ini adalah kemasan akhir atau kemasan paling luar. Fungsinya adalah untuk proses distribusi barang ke luar negeri. Biasanya berbentuk pallet. Digunakan untuk mengemas kemasan secondary dalam jumlah besar untuk dikirim ke luar negeri.

Standar Kemasan untuk Ekspor

Pada dasarnya, standar kemasan untuk barang ekspor itu hanya satu, yaitu menjaga keamanan dan kualitas barang. Namun standar kemasan ekspor harus disesuaikan dengan jenis produk yang akan dikirim.

Kemasan Barang Mudah Rusak

Barang yang memiliki sifat perisable goods atau barang mudah rusak harus menggunakan kemasan yang sesuai. Menggunakan kemasan yang mampu menjaga kualitasnya hingga tangan konsumen akhir. Seperti bahan makanan, buah, dan sayuran.

Kemasan harus mampu melindungi produk dari benturan fisik, perubahan bentuk, rasa dan kualitas. Menjaga kualitas agar sayur atau buah tetap segar hingga tempat tujuan. Bagi Anda yang memiliki bisnis UMKM ekspor barang mudah rusak, pastikan membuat kemasan barang seperti ini.

Buah atau sayur akan dimasukkan dalam kotak styrofoam. Pastikan tidak ada rongga di dalam kotak. Lalu lapisi dengan box tambahan agar tidak terjadi benturan langsung pada fisik buah dan sayur.

Binatang Hidup

Berbeda lagi jika akan mengirim binatang hidup ke luar negeri. Pastikan packaging bisa menjaga hewan agar tetap hidup dan selamat hingga sampai ke tempat tujuan. Terutama pada bagian kandang.

Kandang harus memiliki ventilasi udara yang baik agar hewan bisa bernafas dengan lega. Kandang juga tidak boleh terlalu sempit untuk memastikan hewan bisa bergerak bebas selama proses pengiriman.

Selain itu, pastikan juga bagian dalam kandang tidak ada bahan apapun yang bisa menyakiti hewan. Seperti benda tajam atau benda tumpul yang bisa menyiksa hewan selama proses distribusi.

Produk Farmasi dan Kesehatan

Anda punya bisnis UMKM ekspor di bidang farmasi dan kesehatan? Jangan abaikan masalah kemasan dan distribusi. Karena produk farmasi sangat sensitif dengan waktu dan temperatur suhu. Sehingga kemasan juga harus memperhatikan dua hal tersebut.

Kemasan harus menjaga agar suhu di sekitar produk tidak terlalu panas atau dingin. Karena bisa mengubah bentuk dan kualitasnya. Pastikan juga proses distribusi tidak melebihi waktu kadaluarsa produk yang menyebabkan produk tidak layak konsumsi lagi setelah sampai di tangan konsumen akhir.

Itulah informasi terkait standar kemasan untuk ekspor bagi UMKM. Dengan menggunakan standar kemasan yang berlaku, produk akan tetap terjaga kesegaran dan kualitasnya hingga berada di tangan konsumen.

Leave a Comment