Sosial Media

Untuk Promosi Produk, Enaknya Pakai Facebook atau Instagram Ya?

Buat kamu yang baru mulai usaha, pastinya punya dong pertanyaan seperti judul diatas, untuk promosi produk, enak pakai facebook atau instagram? Lebih efektif mana? Terus katanya jualan di BBM juga masih laris manis? Enaknya pakai satu atau banyak sosmed?

untuk-promosi-produk-enak-pakai-facebook-atau-instagram

Pilih, cuma 1 (SATU) yang kamu mau jadikan Sosial Media Utama bisnis kamu. Ya, satu, tidak lebih.

Kenapa cuma satu? Pertimbangkan soal Waktu, Biaya, SDM, dan juga ilmunya.

Kalau kamu tidak ada masalah dengan 4 hal itu, kamu pakai lebih dari satu sosmed, tidak masalah.

Promosi di sosmed, gak sesimpel yang kamu kira. Upload foto bening, atau foto meme lucu, trus kamu otomatisasi dari Sosmed “A” ke sosmed “B”. Pointnya, kalau kamu masih pemula di dunia sosmed, terlalu banyak yang kamu pakai, bisa jadi punya efek buruk.

Mana yang harus dipilih sebagai sosmed utama?

  • Ukuran: lebih besar lebih baik, tapi belum tentu
  • Audiens: dimana mayoritas orang-orang yang kamu target berkumpul
  • Konten: tempat yang efektif untuk video, gambar/ foto, teks tidak sama

social-media-terpopuler-dari-wearesocial

Data diambil dari We are Social

Dari data tersebut, bisa kita lihat Facebook paling unggul dibanding sosmed lainnya.

Apakah itu artinya Facebook paling bagus dan bisa jadi pilihan utama?

Bisa jadi…tapi belum tentu juga.

Ukuran dan umur memang 2 faktor utama dalam menentukan social media untuk keperluan promosi.

Tapi ini masih dipengaruhi juga sama audiens dan industri (produk) bisnis kamu.

Karakteristik Sosial Media

Supaya lebih jelas, kita lihat karakteristik masing-masing social media berikut ini :

Pilih Facebook kalau ;

Kamu gak pengen terlalu pusing.

Hampir semua orang pakai Facebook, mau tua mau muda, suka bola sampai suka belanja. Kemungkinan besar target pasar kamu juga ada di Facebook.

Tetapi karena volume-nya yang sangat besar, Facebook punya filter yang ketat. Secara organik, hanya kurang dari 1% dari orang yang mengikuti Page kamu dan akan berinteraksi.

Maka dari itu, iklan facebook sangat diperlukan dan diandalkan.

Selain itu, jenis konten di Facebook lebih beragam. Ada banyak pilihan mulai dari sekedar teks, gambar, video, dan link. Kalau kamu memanfaatkan Facebook, ada baiknya tidak hanya fokus di salah satu jenis. mainkan variasinya.

Terakhir. Frekuensi konten di Facebook rendah, tapi kualitasnya harus tinggi.

Pilih Twitter kalau ;

Target pasar kamu usia muda.

Seperti grafik di atas, Twitter lebih populer di golongan usia 18-35 tahun. Lebih dari itu, sangat jarang yang menggunakan Twitter. (Tetapi golongan usia semakin lama akan semakin merata)

Di satu sisi, pengguna Twitter Indonesia lebih tertarik dengan konten-konten singkat dan bersifat santai. Di sisi lain, banyak pula pengguna Twitter yang lebih suka dengan link ke website.

Jadi, lihat kembali produk apa yang kamu tawarkan dan seperti apa konten yang kamu buat.

Kalau yang kamu promosikan bisa dikonsumsi dalam 140 huruf atau bisa menarik orang lain buat kunjungi website kamu, gunakan Twitter.

Karena tidak ada filter, menjangkau follower di Twitter lebih mudah dibandingkan Facebook. Maka dari itu, frekuensi konten di Twitter sebaiknya lebih tinggi daripada Facebook.

Pilih Instagram kalau ;

Produk yang mau kamu promosiin disajikan dalam foto yang indah.

Kalau tidak bisa menyediakan foto yang indah atau kalau sesuatu yang kamu pasarkan tidak mampu dijadikan foto, jangan pilih Instagram.

Golongan usia di Instagram juga saat ini lebih rendah. Berdasarkan grafik di atas, pengguna Instagram di Indonesia yang berusia lebih dari 45 tahun hampir tidak ada.

Instagram mudah untuk dikelola bersama Facebook atau Twitter.

Ini karena konten di Instagram sebagian besar hanya berupa gambar. Gambar yang kamu upload di Instagram bisa dipakai lagi untuk konten di Facebook atau Twitter.

Selain itu, tingkat interaksi oleh follower di Instagram jauh lebih tinggi.

Gimana, sudah lebih jelas kan? Share kalau tulisan ini punya manfaat buat kamu, temen kamu, dan bisnis kamu.