Skip to content
BisnisUKM
  • Peluang Usaha
  • Inspirasi Bisnis
  • Pemasaran
  • Bisnis Online
  • Video Bisnis
BisnisUKM
  • Peluang Usaha
  • Inspirasi Bisnis
  • Pemasaran
  • Bisnis Online
  • Video Bisnis
BisnisUKM
Owner clothing pensee
  • Inspirasi Bisnis

Bisnis Clothing Ramah Lingkungan Tembus Pasar Ekspor

  • Redaksi BisnisUKM
  • 3 March 2015
Bisnis minuman kesehatan jus mengkudu
  • Inspirasi Bisnis

Menjadi Pioneer Jus Mengkudu di Indonesia

  • Redaksi BisnisUKM
  • 3 March 2015
  • Inspirasi BisnisPengusaha Sukses

Memulai Bisnis Katering di Usia Muda

  • Redaksi BisnisUKM
  • 2 March 2015
  • Inspirasi Bisnis

Seminar dan Training Marketing Nasional (MIST)

  • Redaksi BisnisUKM
  • 2 March 2015
  • AktivitasBisnis OnlineGaleri Foto

Belajar Sukses dari Bisnis Toko Online

  • Redaksi BisnisUKM
  • 28 February 2015
  • 2 Comments
  • Inspirasi Bisnis

Mengembangkan Bisnis Furniture Dari Garasi

  • Redaksi BisnisUKM
  • 27 February 2015
Bisnis Es Potong
  • Inspirasi Bisnis

Untung Besar Dari Manisnya Bisnis Es Krim

  • Redaksi BisnisUKM
  • 27 February 2015
  • Inspirasi Bisnis

Bisnis Reseller Minuman Sedari Mahasiswa

  • Redaksi BisnisUKM
  • 26 February 2015
  • 2 Comments
Pengalamannya merantau mencari pekerjaan hingga ke negara padang pasir (Arab Saudi), ternyata menjadi jalan bagi Nabil Salim (31) untuk bisa sukses menjadi eksportir camilan seperti sekarang ini. “Dulu saya bekerja sebagai supir di Negara padang pasir dengan menempuh perjalanan udara selama 9 jam, cukup jauhlah untuk merantau mencari kerja dan ingin mencari masa depan yg lebih baik,” ucap Nabil kepada Tim liputan BisnisUKM.com.   Di negeri padang pasir tersebut, Nabil melihat banyak teman sesama tenaga kerja dari Indonesia atau TKI yang mencari nafkah untuk keluarganya di tanah air, dan hampir semuanya merindukan makanan Indonesia. Peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan Nabil hingga akhirnya Ia bisa sukses menjalankan bisnis repackaging camilan yang diberi label Mr. King tersebut. “Saya banyak berjumpa dengan orang-orang Indonesia dan setiap saya berjumpa dengan mereka, yang mereka keluhkan itu adalah kangen dengan masakan tanah air dan produk tanah air. Pastinya mereka tidak mungkin untuk pulang dengan perjalanan 9 jam naik pesawat hanya untuk makan kerupuk. Jadi keluarlah ide saya untuk mencoba membawa masuk produk Indonesia ini melalui rekanan saya yang kebetulan dia punya jasa pengiriman tenaga kerja di Indonesia,” jelasnya. Bisnis Camilan Modal Rp 2 juta Di awal merintis usaha pada tahun 2004 silam, Nabil mengaku hanya membutuhkan modal sekitar Rp 2 juta.  “Awalnya saya titipkan kerupuk Mr. King ini ke setiap calon tenaga kerja yang berangkat ke Negeri Arab dengan menggunakan kotak sepatu anak-anak dengan modal awal saya sejumlah Rp 2000.000,00,” kenang Nabil.  Meski dulu merintis bisnis camilan dengan modal yang terbilang kecil, namun Nabil memiliki impian besar untuk bisa menjadi pemasok camilan dan makanan Indonesia ke Negeri Arab. “Saya mempunyai impian ingin menjadi pemasok ke Negeri Arab  untuk produk-produk tanah air dengan menggunakan kontener laut yg otomatis skalanya besar. Karena dengan begitu saya bisa punya kebanggan tersendiri bahwa produk Indonesia tidak akan di pandang sebelah mata,” ujarnya. Peraturan di negeri Arab yang bisa dikatakan sangat super ketat mengenai produk makanan terutama makanan dari Negara Indonesia, menjadi salah satu kendala yang Ia hadapi ketika merintis bisnis camilan Mr. King ini. “Makanan Indonesia selalu dipandang sebelah mata dari segi standar kualitasnya. Namun Alhamdulillah seiring dengan berjalannya waktu, sekarang saya rutin dalam 2 bulan sekali mengirim satu kontainer produk makanan tanah air ke Negeri Arab,” ungkap eksportir  tersebut dengan bangga. Seiring dengan permintaan pasar yang terus bertambah, Mr. King tak hanya memasarkan  berbagai macam jenis camilan tradisional khas Indonesia namun juga mulai mengekspor kecap, gula merah, emping, kemiri, serta beberapa produk makanan lain yang banyak dicari konsumen di Negara Padang Pasir. “Untuk masalah produk saya tidak memproduksi melainkan mengambil dari pabrik dan me-repackaging dengan brand saya,” tuturnya. Kendati saat ini Nabil telah mengantongi omzet sekitar Rp 250 juta dalam sebulan, namun kedepannya Ia ingin bisnis kerupuk dengan brand Mr. King ini tak hanya laku di Arab Saudi namun juga diminati pasar lokal (Indonesia). “Kebanggaan terbesar saya adalah produk saya dari sekotak sepatu sekarang saya bisa menjual menjadi satu container,” tegasnya. Menutup sesi wawancara kami, Nabil menuturkan bahwa bisnis camilan Mr. King miliknya membuka peluang kerjasama selua-luasnya bagi produsen maupun distributor yang ingin bergabung. “Bagi siapa saja yang berminat untuk menjadi distributor atau reseller di wilayahnya masing-masing, boleh langsung contact saya InsyaAllah kita bisa menjalin kerja sama yang baik. Dan sekiranya diantara kalian ada produk-produk yang bisa saya pasarkan di Negeri Arab bisa melalui saya asalkan  perijinan di Indonesia harus lengkap dari izin halal dan lain sebagainya,” terang Nabil. Tim Liputan BisnisUKM.com
  • Inspirasi Bisnis

Dulu Sopir Kini Sukses Jadi Eksportir Camilan

  • Redaksi BisnisUKM
  • 26 February 2015
  • 9 Comments
Teamwork
  • Manajemen Bisnis

Menciptakan Kepercayaan Dalam Teamwork

  • Muhammad Fuady, S. Farm., Apt.
  • 26 February 2015
Prev1 … 233 234 235 236 237 238 239 … 472Next
No more posts to load
  • Tentang Kami
  • Copyright
  • Disclaimer

Copyright © 2026 - Lantabura Media